Varian Delta Mengganas, Jutaan Warga AS Ramai-ramai Divaksinasi

PM Malaysia: Vaksinasi Terbukti Turunkan Jumlah Kasus Serius Covid-19

188 view
Varian Delta Mengganas, Jutaan Warga AS Ramai-ramai Divaksinasi
Foto: BDN/Aljazeera
VAKSINASI: Antrean warga AS memanjang di pintu masuk Cross Insurance Center, di Bangor untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19 pada bulan April lalu. Semakin mengganasnya mutasi virus corona memicu warga AS ramai-ramai mengajukan diri untuk divaksin.
Washington, DC (SIB)
Di tengah menyebarnya varian Delta dari Covid-19, kasus infeksi dan jumlah kematian di Amerika Serikat mengalami lonjakan belakangan ini. Hampir seluruhnya adalah orang-orang yang tidak divaksinasi. Melihat kondisi tersebut, warga AS yang belum divaksinasi terdorong untuk melakukan vaksinasi.

Seperti diberitakan Reuters dan Channel News Asia, Sabtu (17/7), koordinator respons Covid-19 Gedung Putih, Jeff Zients mengatakan sekira 5 juta orang telah divaksinasi di Amerika Serikat dalam waktu 10 hari terakhir, termasuk banyak orang di negara-negara bagian yang sejauh ini memiliki tingkat vaksinasi yang lebih rendah.

"Dalam seminggu terakhir, lima negara bagian dengan tingkat kasus tertinggi - Arkansas, Florida, Louisiana, Missouri dan Nevada - memiliki tingkat orang yang baru divaksinasi lebih tinggi," kata Zients.

Sebelumnya, Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, CDC, Rochelle Walensky mengatakan bahwa kasus Covid-19 di AS naik 70 persen dari minggu sebelumnya dan kematian naik 26 persen, dengan wabah terjadi di beberapa bagian negara dengan tingkat vaksinasi yang rendah.

Peningkatan paling mencolok dalam kasus terjadi di Arkansas, Florida, Louisiana, Missouri, dan Nevada. Semua negara bagian tersebut memiliki tingkat vaksinasi di bawah rata-rata. "Ini menjadi pandemi bagi mereka yang tidak divaksinasi," kata Walensky, seraya menambahkan bahwa 97 persen orang yang dibawa ke rumah sakit dengan Covid-19 diketahui tidak divaksinasi.

Walensky pun mendesak warga Amerika yang belum divaksinasi untuk mendapatkan suntikan Covid-19. Dia mengatakan vaksin Pfizer dan Moderna telah terbukti sangat efektif melawan varian Delta.

Pakar penyakit menular AS Anthony Fauci mengatakan, varian Delta, yang secara signifikan lebih menular daripada varian asli Covid-19, telah terdeteksi di sekitar 100 negara secara global dan sekarang menjadi varian dominan di seluruh dunia. "Kita sedang berhadapan dengan varian yang tangguh dari Covid-19," tandas Fauci.

Terbukti
Sementara itu, Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mengatakan data menunjukkan bahwa vaksinasi telah berhasil mengurangi secara tajam jumlah kasus serius Covid-19 di negara itu. Pemimpin negeri jiran itu mengatakan, hal itu terlihat dari angka masuknya lansia kategori kasus empat dan lima di Rumah Sakit Sungai Buloh yang turun lebih dari 50% dalam satu bulan terakhir.

"Sekarang dampak positif dari vaksinasi sudah mulai terlihat," katanya dalam unggahan di Facebook hari ini, seperti diberitakan kantor berita resmi Malaysia, Bernama, Sabtu (17/7).

Sebanyak 9,4 juta warga lanjut usia, kelompok rentan dengan penyakit penyerta, dan penyandang disabilitas menjadi target vaksinasi di bawah Program Imunisasi Nasional Covid-19 (PICK) Tahap Dua mulai 19 April hingga Agustus mendatang.

Muhyiddin mengatakan, dampak positif dari vaksinasi juga terlihat di antara personel Kementerian Kesehatan, yang telah divaksinasi sebelumnya di bawah Tahap Satu PICK, yang diluncurkan pada Februari lalu.

"Ditemukan hanya 1,26% personel Kementerian Kesehatan yang terinfeksi Covid-19 setelah divaksinasi lengkap. Sekira 99,8% di antaranya hanya mengalami gejala ringan atau tidak menunjukkan gejala dan tidak ada yang masuk kategori lima," tambahnya.

Di Malaysia, Covid-19 digolongkan dalam penyakit kategori lima, dengan kategori satu adalah yang paling ringan dan kategori lima yang paling parah.

Muhyiddin mengatakan bahwa di Labuan, di mana varian Delta pertama kali terdeteksi di negara itu, jumlah kasus dan kematian karena virus corona juga turun setelah pemerintah mengirimkan vaksin ke pulau itu untuk meningkatkan vaksinasi.

Dia mengatakan, karena itu, pemerintah segera mengambil tindakan untuk mempercepat vaksinasi di Kuala Lumpur dan Selangor, termasuk melalui peluncuran Operation Surge Capacity, untuk memeriksa lonjakan kasus harian.

Operasi tersebut, yang diumumkan oleh Menteri Koordinator PICK Khairy Jamaluddin dan Menteri Kesehatan Dr Adham Baba pada hari Jumat (16/7), terutama bertujuan untuk memastikan bahwa semua 6,1 juta orang dewasa di Kuala Lumpur dan Selangor akan mendapatkan setidaknya satu dosis vaksin hingga 1 Agustus mendatang.

Muhyiddin juga menyinggung pernyataan yang menggembirakan dari Direktur Jenderal Kesehatan Dr Noor Hisham Abdullah, bahwa lebih dari 90% kasus positif corona yang dilaporkan di negara itu pada hari Jumat (16/7) berada dalam kategori satu dan dua. Artinya, ujar Muhyiddin, sebagian besar tidak menunjukkan gejala atau gejala ringan dan bisa sembuh.

Namun, dia telah menginstruksikan Kementerian Kesehatan untuk lebih siap menerima pasien Covid-19 di rumah sakit dan memberi mereka perawatan terbaik, seiring dunia melihat tren peningkatan kasus dengan munculnya varian-varian baru yang lebih ganas. "Kita semua berusaha untuk memerangi Covid-19. Kita harus selalu kuat dan teguh untuk terus berjuang. Insya Allah, pada akhirnya kita akan menang," tandasnya.

Diketahui bahwa vaksin Covid-19 yang sudah disetujui di Malaysia adalah vaksin Sinovac, AstraZeneca, CanSino, Pfizer dan Johnson & Johnson. (Rtr/Channel News Asia/dtc/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com