* Para Tokoh di Humbahas Desak Partai Gerindra Bertindak

Video Asusila Seorang yang Mirip Anggota F-Gerindra Bisa Cemarkan Kehormatan DPRD Humbahas

* Ketua DPC Partai Gerindra Humbahas: Telah Diproses Internal Partai

1.518 view
Foto Istimewa
Ilustrasi Video Asusila
Humbahas (SIB)
Sejumlah elemen masyarakat Humbang-hasundutan (Humbahas) mendesak DPP Partai Gerindra untuk memproses dan memberikan tindakan tegas kepada oknum anggota Fraksi Gerindra Demokrat DPRD Humbahas berinisial MG, yang diduga telah melakukan dugaan asusila seperti video yang sudah beredar.

Salah satu tokoh masyarakat Humbahas Aslin Simamora mengatakan, jika berita itu benar adanya, maka sangat disayangkan sikap oknum anggota dewan tersebut. Perilaku sudah sangat menciderai marwah partai dan lembaga DPRD Humbahas.

“Kalau memang itu benar, sudah menciderai marwah wakil rakyat dan anggota dewan yang disebut terhormat. Anggota dewan yang terhormat, memang harus terhormat dalam berbicara, perbuatan bahkan cara makan harus dijaga,” kata Aslin Simamora kepada SIB, Senin (31/11) menanggapi berita beredarnya video dugaan asusila yang dilakukan orang yang mirip oknum anggota DPRD Humbahas berinisial MG tersebut.

Ditambahkan, jika video yang sudah beredar itu benar adanya, kata dia, Partai Gerindra sebagai partai yang membawa dia duduk di DPRD Humbahas harus mengambil sikap tegas dan memberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku.

“Kalau itu benar, Partai Gerindra harus mengambil sikap tegas, supaya diproses dan di-PAW (pergantian antar waktu) kan supaya mengembalikan marwah partai. Karena itu sudah sangat salah dan menyangkut etika serta moral. Itu sangat bahaya. Apalagi ke generasi muda. Mau dibawa kemana generasi muda ini kalau ada contoh-contoh yang tidak benar di masyarakat,” katanya.

Sementara mewakili tokoh agama Humbahas, Bishop GKLI Pdt Dr Esra Sinaga saat dihubungi SIB via telepon selulernya, Senin (30/11) malam juga mengaku sangat menyayangkan sikap seperti itu.

“Yang pertama sekali tentunya saudara ini kan warga gereja. Dia sudah menciderai dan melukai bagaimana sebenarnya kehidupan kekristenan. Yang kedua, mestinya sebagai tokoh dan wakil rakyat sebaiknya memberikan teladan yang baik. Dalam sikap dan bertutur. Apalagi perbuatan dugaan asusila. Jadi bukan memertontonkan yang seperti itu dan muncul di media sosial,” katanya.

Dia menambahkan, meski belum melihat dan memastikan kebenaran video dugaan asusila itu, namun apabila itu benar adanya, dia harus berani mempertanggungjawabkannya di depan hukum dan di hadapan Tuhan.

Terpisah, mewakili tokoh Pemuda Kecamatan Pakkat, Amor Simamora juga menyampaikan hal yang sama. Dia mengatakan, perbuatan dugaan asusila yang dilakukan oleh oknum anggota dewan dari Partai Gerindra seperti video yang sudah beredar itu sangat disayangkan.

“Kita sangat menyayangkan beredarnya video itu. Namun untuk mengetahui kebenaran video itu, Partai Gerindra sebagai partai yang meloloskan dia sebagai anggota dewan harus segera bertindak. Begitu juga dengan penegak hukum, harus segera menyelidiki siapa orang pertama yang menyebarkan video itu. Termasuk oknum anggota dewan MG yang diduga mirip dengan video yang beredar itu,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, masyarakat Humbahas dihebohkan oleh isu beredarnya video asusila yang diduga dilakukan oknum yang mirip anggota DPRD Humbahas berinisial MG.

Video berdurasi sekitar 4 menit 56 detik itu kini beredar luas dan sudah ditonton puluhan, bahkan ratusan masyarakat Humbahas. Banyak warga yang merasa miris dan jijik melihat tingkah laku oknum yang diduga mirip anggota Fraksi Gerindra Demokrat itu.

Belum diketahui siapa pelaku serta dimana dan kapan video itu direkam. Namun dari cuplikan video yang sudah beredar itu, oknum yang diduga mirip anggota dewan berinisial MG yang berasal daerah pemilihan (Dapil) III Humbahas (Parlilitan, Pakkat dan Tarabintang) itu diduga melakukan tindakan asusila sambil memegang hand phone dan memakai headset. Kuat dugaan, oknum mirip dewan itu sedang melakukan video call dengan seseorang.

Telah Diproses
Menanggapi hal itu, Ketua DPC Partai Gerindra Humbahas yang juga Plt Bupati Humbahas, Saut Parlindungan Simamora ketika dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Selasa (1/12) menjelaskan, kasus dugaan asusila yang dilakukan oleh oknum yang diduga mirip dengan salah satu anggota DPRD dari Partai Gerindra itu telah diproses oleh internal partai mereka.

“Itu (kasus) sudah dibawa DPC Gerindra Humbahas dalam rapat. Kita sudah surati dan ajukan (hasil rapat) ke Dewan Kehormatan Partai, atau tingkatan yang lebih tinggi ke DPD atau DPP,” kata Saut.

Lebih lanjut dijelaskan, kasus dugaan asusila yang diduga dilakukan oleh salah seorang kader mereka itu telah diproses di internal partai bersama fungsionaris, kader dan pengurus PAC Partai Gerindra Humbahas sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku. Sehingga, pihaknya tidak harus menunggu keputusan hukum terhadap yang bersangkutan.

“Partai memproses kalau ada laporan atau pengaduan yang datang kepada partai. Kalau untuk proses hukum, tidak urusan kami itu. Lain soal, katakan nanti DPP atau Dewan Kehormatan mengatakan ya harus ada proses hukum dulu, ya itu urusan orang itu,” ucapnya.

Ketika disinggung bagaimana hasil klarifikasi yang telah dilakukan kepada oknum dewan yang diduga mirip dengan video dugaan asusila itu, Saut mengatakan, bahwa yang bersangkutan menyatakan siap untuk menerima segala resiko dari partainya.

“Membantah juga tidak, mengatakan iya juga tidak. Tapi cuma siap menerima segala resiko,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua DPRD Humbahas Ramses Lumban Gaol kepada wartawan di ruang kerjanya mengatakan, apabila video dugaan asusila yang diduga dilakukan oleh oknum yang mirip dengan salah seorang anggota dewan di daerah itu berinisial MG benar adanya, maka akan diproses sesuai dengan aturan yang berlaku di lembaga tersebut.

“Dia sebagai anggota dewan, jika itu (video) benar, sesuai (aturan), nanti akan diproses oleh BKD (Badan Kehormatan Dewan,” kata Ramses.

Lebih lanjut dijelaskan, apabila nanti dari hasil pemeriksaan BKD, oknum dewan berinisial MG terbukti sebagai orang yang berada di dalam video itu, maka akan ditindaklanjuti ke partai yang bersangkutan untuk memberikan pertimbangan dan persetujuan agar diberhentikan atau dilakukan Pergantian Antar Waktu (PAW).

“Jika nanti partainya setuju, maka pimpinan DPRD mengajukan proses PAW ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Selanjutnya, KPU memprosesnya dan menyampaikan kepada bupati untuk dilanjutkan kepada gubernur,” pungkasnya.

Kapolres Belum Beri Peringatan
Sementara itu, Kapolres Humbahas AKBP Ronny Nicolas Sidabutar ketika dikonfirmasi melalui aplikasi whatsapp nya belum bersedia memberikan jawaban ataupun memberi keterangan. Begitu juga dengan Kasat Reskrim AKP JH Tarigan, juga belum bersedia memberikan keterangan terkait kasus tersebut.

Terpisah, oknum anggota DPRD Humbahas Moratua Gajah ketika dihubungi via telepon selulernya tidak bersedia untuk menjawab. Begitu juga ketika dikirimi pertanyaan melalui aplikasi whatsapp-nya, yang bersangkutan juga tidak bersedia memberikan jawaban atau pun tanggapan.

Namun sebelumnya, ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya beberapa waktu lalu, ia mengaku belum mengetahui beredarnya video tersebut, sehingga tidak bisa menanggapinya.

“Saya pun tidak tahu ini, video itu beredar seperti yang kalian katakan sudah menonton (video) diduga mirip. Berarti sudah ada yang mengedarkan kan. Saya tidak bisa menanggapinya karena saya tidak tahu video itu ada," katanya.

Dia menambahkan, karena belum pernah melihat video itu, dia juga tidak tahu siapa oknum yang diduga merekam video asusila tersebut, dan waktu kapan serta lokasinya dimana.

"Saya tidak tahu siapa yang merekam dan saya tidak tahu video ini ada. Lokasi, kapan dan dimana (direkam)," akunya.

Lebih lanjut disampaikan, akibat dari beredarnya video asusila yang diduga mirip dirinya tersebut, dia akan membawa kasus itu ke jalur hukum untuk melaporkan penyebar video tersebut. Namun apabila video itu benar adanya, dia mengaku siap untuk menerima segala konsekuensi hukum yang akan dijatuhkan kepadanya.

“Jika benar (video) itu, ya siap. Jika tidak, langkah saya ke depan akan melakukan somasi atau jalur hukum juga. Siapa yang mengedarkan video itu dan narasumbernya dari mana. Asusilanya sejauh mana?," kilahnya.

Ketika disinggung apakah isu video asusila yang diduga mirip dirinya itu sudah pernah disinggung dan dibahas di internal partai, dia mengaku sama sekali belum pernah dibahas. Namun apabila ada permintaan klarifikasi di internal partai dia menyatakan siap.

“Belum ada. Kalau nggak ada yang melaporkan, kan nggak mungkinlah dipanggil. Ini kan sensitif sekali. Jadi kalau tidak ada laporan, partai belum bisa membuat (tindakan) atau membahas. Kalau dari medsos, kita sudah tahu banyak informasi yang viral tapi belum tentu langsung ditanggapi yang berkompeten jika tidak ada yang melaporkan. Kalau permintaan saya dilaporkan saja. Biar di situ kita (jawab)," tukasnya.

Anggota DPRD Dapil III Humbahas itu kembali menambahkan apabila nanti ada pihak yang melaporkan dirinya ke internal partai maupun ke penegak hukum dia siap untuk menghadapinya. Namun pada dasarnya dia mengaku merasa dirugikan akibat beredarnya video itu.

"Siap. Kalau nanti dipanggil partai. Pasti siap kita. PAW (pergantian antar waktu) pun siap. Kalau dipandang partai itu melanggar. Jadi kita pun menghadapi seperti ini tidak boleh gegabah. Perlu kehati-hatian,” pungkasnya. (BR8/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Harian SIB Edisi Cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com