Video Dugaan Asusila Seorang Mirip Oknum Anggota F Gerindra DPRD Humbahas Beredar Luas

* Moratua Gajah Akan Bawa ke Jalur Hukum

7.647 view
Foto Dok/Tangkapan layar video yang beredar di salah seorang masyarakat Humbahas
BEREDAR: Terlihat potongan video mirip oknum anggota DPRD Humbahas berinisial MG sedang melakukan dugaan asusila, yang sudah beredar luas di tengah-tengah masyarakat.
Humbahas (SIB)
Dalam beberapa pekan terakhir, masyarakat Humbang Hasundutan (Humbahas) dihebohkan dengan beredarnya dua (2) video oknum mirip Kepala Dinas yang diduga menerima uang suap fee proyek di dinas yang mereka pimpin dan sudah viral di media sosial.

Kedua oknum pejabat itu adalah Kadis Pertanian berinisial JM yang diduga menerima fee proyek sebesar Rp50 juta dari dua oknum rekanan berinisial HM dan PM, dan oknum Kadis Tata Ruang dan Permukiman (Tarukim) berinisial RS yang juga diduga menerima fee proyek sebesar Rp40 juta dari orang yang sama berinisial HM dan PM.

Kedua video dugaan suap ini sudah viral di media sosial dan sudah dilaporkan ke penegak hukum oleh salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ke Kejati Sumut dan Polda Sumut baru-baru ini.

Namun di tengah hangat-hangatnya pembicaraan dan pembahasan masyarakat terkait viralnya kedua video itu, tiba-tiba masyarakat Humbahas kembali dihebohkan dan dikejutkan dengan isu beredarnya video dugaan asusila yang diduga dilakukan seseorang mirip oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Humbahas berinisial MG.

Video berdurasi sekitar 4 menit 56 detik itu kini sudah beredar luas ditonton masyarakat Humbahas. Tak sedikit yang menyayangkan beredarnya video itu. Bahkan banyak yang merasa miris dan jijik melihat tingkah laku oknum yang diduga mirip anggota Fraksi Gerindra Demokrat itu.

Belum diketahui siapa pelaku serta dimana dan kapan video itu direkam. Namun dari cuplikan video yang sudah beredar itu, oknum yang diduga mirip anggota dewan berinisial MG yang berasal daerah pemilihan (Dapil) III Humbahas (Parlilitan, Pakkat dan Tarabintang) itu diduga melakukan tindakan asusila sambil memegang hand phone dan memakai headset. Kuat dugaan, oknum mirip dewan itu sedang melakukan video call dengan seseorang.

Dalam video itu MG memakai baju kaos oblong berwarna biru tua bertuliskan Pal Jaya dan celana pendek warna krem.

Tidak diketahui siapa lawan bicaranya, karena dalam video tidak terdengar suara. Kemungkinan besar video yang beredar itu direkam lawan bicaranya, tanpa sepengetahuan oknum MG.

KE JALUR HUKUM
Menanggapi hal itu, oknum anggota DPRD Humbahas Moratua Gajah yang diduga mirip dengan video yang beredar itu ketika dikonfirmasi SIB di ruang Fraksi Gerindra Demokrat, baru-baru ini terkait kebenaran video itu mengaku belum mengetahui beredarnya video tersebut, sehingga tidak bisa menanggapinya.

"Saya pun tidak tahu ini, video itu beredar seperti yang kalian katakan sudah menonton (video) diduga mirip. Berarti sudah ada yang mengedarkan kan! Kalaupun diduga mirip, berarti sudah ada yang mengedarkan kan! Saya tidak bisa menanggapinya karena saya tidak tahu video itu ada," katanya.

Dia menambahkan, karena belum pernah melihat video itu, dia juga tidak tahu siapa oknum yang diduga merekam video asusila tersebut, dan waktu kapan serta lokasinya di mana.

"Saya tidak tahu siapa yang merekam dan saya tidak tahu video ini ada. Lokasi, kapan dan dimana (direkam)," akunya.

Lebih lanjut disampaikan, akibat beredarnya video asusila yang diduga mirip dirinya tersebut, dia akan membawa kasus itu ke jalur hukum untuk melaporkan penyebar video tersebut. Namun apabila video itu benar adanya, dia mengaku siap untuk menerima segala konsekuensi hukum yang akan dijatuhkan kepadanya.

"Jika benar (video) itu, ya siap. Jika tidak, langkah saya ke depan akan melakukan somasi atau jalur hukum juga. Siapa yang mengedarkan video itu dan narasumbernya dari mana. Asusilanya sejauh mana?" ujarnya.

Ketika disinggung apakah isu video asusila yang diduga mirip dirinya itu sudah pernah disinggung dan dibahas di internal partai, dia mengaku sama sekali belum pernah dibahas. Namun apabila ada permintaan klarifikasi di internal partai dia menyatakan siap.

"Belum ada. Kalau nggak ada yang melaporkan, kan nggak mungkinlah dipanggil. Ini kan sensitif sekali. Jadi kalau tidak ada laporan, partai belum bisa membuat (tindakan) atau membahas. Kalau dari medsos, kita sudah tahu banyak informasi yang viral tapi belum tentu langsung ditanggapi yang berkompeten jika tidak ada yang melaporkan. Kalau permintaan saya dilaporkan saja. Biar di situ kita (jawab)," tukasnya.

Anggota DPRD Dapil III Humbahas itu kembali menambahkan apabila nanti ada pihak yang melaporkan dirinya ke internal partai maupun ke penegak hukum, dia siap untuk menghadapinya. Namun pada dasarnya dia mengaku merasa dirugikan akibat beredarnya video itu.

"Siap, kalau nanti dipanggil partai. Pasti siap kita. PAW (pergantian antar waktu) pun siap, kalau dipandang partai itu melanggar. Jadi kita pun menghadapi seperti ini tidak boleh gegabah. Perlu kehati-hatian”, katanya.

Menanggapi hal itu, Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Humbahas yang juga Plt Bupati Humbahas Saut Parlindungan Simamora ketika dikonfirmasi SIB di ruang kerjanya, Jumat (27/11) lalu mengakui sudah mengetahui informasi itu, dan lagi diproses dan dibahas di tingkat internal DPC Partai Gerindra Humbahas.

"Iya, tapi dasar kita untuk menyurati pimpinan kita belum kuat, karena kejadian itu belum meresahkan masyarakat. Artinya harus ada desakan dari masyarakat atau elemen masyarakat yang dimuat di media untuk memintanya agar diproses hukum. Atas dasar itulah kita menyurati pimpinan partai di pusat, supaya yang bersangkutan segera diproses," ucapnya.

Sebelumnya dia mengatakan, selaku pimpinan partai di tingkat kabupaten, dirinya sudah memanggil dan melakukan klarifikasi dengan MG.

"Kalau memang ada berita sedemikian, ya saya panggil. Klarifikasi dulu soal kebenarannya. Kalau mirip dengan dia, oke. Kalau pun dalam arti buktinya sudah kuat dalam arti memang beliau, ya saya juga akan buat laporan kepada Mahkamah Partai Gerindra," tegasnya.

Dia menambahkan, jika video itu benar adanya, maka yang bersangkutan sudah mencemarkan nama partai dan layak untuk diberi sanksi.

"Saya tidak punya wewenang untuk menindak dia. Namun saya akan laporkan ke Badan Kehormatan Partai Gerindra. Badan Kehormatan akan membuat tindakan. Kalau itu benar terjadi, itu sudah menjelekkan nama partai. Namun kalau tidak benar, saya rehabilitasi nama beliau sebagai ketua partai," pungkasnya. (BR8/a)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Harian SIB Edisi Cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com