Vonis Disunat Jadi 4 Tahun, Eks Dirut PTPN III Jalani Pidana di LP Sukamiskin


197 view
Vonis Disunat Jadi 4 Tahun, Eks Dirut PTPN III Jalani Pidana di LP Sukamiskin
Ari Saputra/detikcom
Eks Dirut PTPN III Dolly Parlagutan Pulungan
Jakarta (SIB)
KPK kembali mengeksekusi terpidana mantan Direktur Utama (Dirut) PTPN III Dolly Parlagutan Pulungan ke Lapas Sukamiskin, Jawa Barat, setelah peninjauan kembali (PK) yang diajukan dikabulkan. Dolly akan menjalani hukuman penjara selama 4 tahun di Lapas Sukamiskin.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan putusan tersebut sesuai dengan Putusan Peninjauan Kembali MA RI Nomor: 237 PK/Pid.Sus/2021 tanggal 12 Juli 2021. Sebelumnya, Dolly divonis hukuman penjara 5 tahun di kasus suap distribusi gula. Namun, berdasarkan putusan PK itu, hukumannya dipotong setahun menjadi 4 tahun.

"Jumat (27/8) jaksa eksekusi Rusdi Amin dan Andry Prihandono telah melaksanakan putusan atas nama terpidana Dolly Parlagutan Pulungan dengan cara memasukkannya ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Sukamiskin untuk menjalani pidana penjara selama 4 tahun dikurangi selama masa penahanan dan pidana yang sedang dijalani saat ini," kata Ali kepada wartawan, Jumat (27/8).

"Dalam amar putusan tersebut, Terpidana tetap dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama," tambahnya.

Ali mengatakan Dolly juga diwajibkan membayar denda Rp 200 juta. Namun dengan ketentuan, apabila denda tersebut tidak dibayar, diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan.

Dolly pun sudah melakukan pembayaran denda Rp 200 juta tersebut ke KPK. Nantinya uang pembayaran denda itu akan disetorkan ke kas negara.

"Saat ini Terpidana telah melakukan penyetoran pembayaran denda sebesar Rp 200 juta tersebut melalui rekening penampungan KPK dan untuk selanjutnya dilakukan penyetoran ke kas negara," ujar Ali.

Sebelumnya, Dolly Parlagutan Pulungan divonis 5 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (3/6). Dolly diyakini menerima suap senilai SGD 345 ribu atau setara dengan Rp 3,5 miliar dari pengusaha Pieko Njotosetiadi terkait persetujuan kontrak jangka panjang pembelian gula.

Uang senilai Rp 3,5 miliar diterima Dolly Parlagutan melalui eks Direktur Pemasaran PTPN III Persero I Kadek Kertha Laksana. PTPN III merupakan BUMN Holding Perkebunan yang bergerak di bidang pengelolaan, pengolahan, dan pemasaran hasil perkebunan. PTPN III sebagai perusahaan induk mempunyai anak perusahaan perkebunan, yakni PTPN I sampai PTPN XIV.

Dolly divonis bersalah melanggar Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Kasus ini bermula ketika Kadek berinisiatif membuat kebijakan sistem pola pemasaran bersama gula petani dan gula PTPN dalam bentuk long term contract (LTC) atau kontak penjualan jangka panjang. Dolly kemudian menyetujui dengan sistem pola pemasaran itu setelah mendengar pertimbangan dari para direksi.

PT Fajar Mulia Transindo-lah yang mampu memenuhi persyaratan yang dibuat PTPN III terkait distribusi gula. Sebab, perusahaan lainnya keberatan atas syarat yang ditetapkan oleh PTPN III Persero. Syarat yang diharuskan membeli gula di PTPN yang sudah ditentukan dan diharuskan membayar uang muka 40 persen dari harga gula yang ditawarkan.

PT Fajar Mulia Transindo dan PT Citra Gemini Mulia diketahui milik anak pengusaha Pieko bernama Vinsen Njotosetiadi. Dari sinilah transaksi suap dimulai. (detikcom/f)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com