WHO: Kasus Corona Luar Jawa-Bali Masih Naik, Tapi Kasus Nasional Turun

* Sarankan Pembatasan Sosial Tetap Dilakukan

138 view
WHO: Kasus Corona Luar Jawa-Bali Masih Naik, Tapi Kasus Nasional Turun
Edi Wahyono/detikcom
Kasus Corona di Indonesia
Jakarta (SIB)
Kasus Corona di sejumlah provinsi luar pulau Jawa-Bali masih mengalami kenaikan. Kendati demikian, kasus Corona nasional mengalami penurunan.

Hal ini disampaikan Badan Kesehatan Dunia (WHO) dalam Situation Report-67 yang dirilis pada Kamis (12/8). Situation report ini rutin dirilis setiap pekan oleh WHO. Ini merupakan laporan per 11 Agustus 2021.

WHO mengungkap kasus mingguan Corona di luar Jawa-Bali masih mengalami kenaikan. Kenaikan rata-rata di atas 20%.

"Selama sepekan, yakni antara 2-8 Agustus, 10 dari 34 provinsi, semua di luar Jawa, terus mengalami peningkatan secara keseluruhan dalam jumlah kasus yang dilaporkan. Lima provinsi mengalami peningkatan 25% atau lebih: Nusa Tenggara Timur (40%), Sulawesi Tengah (40%), Aceh (29%), Gorontalo (27%) dan Bangka Belitung Kepulauan (26%)," tulis WHO dalam laporannya.

WHO pun menyarankan agar pembatasan sosial ketat tetap diberlakukan di seluruh Indonesia. Provinsi yang mengalami peningkatan kasus perlu diingatkan untuk meningkatkan kapasitas rumah sakit. "Oleh karena itu, pembatasan sosial ketat dan penanganan kesehatan masyarakat (PHSM) harus terus diterapkan di seluruh negeri. Provinsi yang mengalami peningkatan kasus segera diperingatkan untuk mengambil tindakan cepat guna meningkatkan kapasitas rumah sakit," lanjut WHO.

Kendati demikian, kasus Corona secara nasional juga mengalami penurunan. Namun, di satu sisi kasus tiga kali lipat lebih besar ketimbang kasus tertinggi yang tercatat pada bulan Februari.

"Selama pekan 2 hingga 8 Agustus, kasus kasus Covid-19 menurun dari 110,8 per 100.000 penduduk pada minggu sebelumnya menjadi 98,0 per 100.000 populasi di tingkat nasional. Meskipun penurunan tampak, kasus tiga kali lipat lebih besar dari kasus tertinggi yang tercatat sebelumnya di Februari (31,5 per 100.000 penduduk)," jelasnya.

WHO juga mengingatkan bahwa tes Corona juga mengalami penurunan. Penurunan ini terjadi secara mingguan. "Penting untuk dicatat bahwa, selama periode yang sama, jumlah kasus yang suspek yang diuji menurun dari 4,01 per 1000 penduduk per minggu menjadi 3,53 per 1000 penduduk per minggu," ungkapnya.

Terus Turun
Sementara itu, Satgas Penanganan Covid-19 memaparkan perkembangan penanganan Covid-19 terkini di Tanah Air. Hingga kemarin, tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit (bed occupancy rate/BOR) secara nasional terus mengalami penurunan dari yang sebelumnya meningkat.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 dr Reisa Broto Asmoro menyebut keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19 berada di angka 46,08% pada Kamis (12/8) kemarin. Angka itu turun dari hari sebelumnya.

"Ketersediaan tempat tidur secara nasional ada di posisi 46,08% di hari Kamis, turun di hari sebelumnya 47,62%," kata Reisa dalam konferensi pers yang disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (13/8).

Reisa menyebut dengan turunnya tingkat keterisian itu, maka semakin banyak tersedia ruang untuk merawat pasien Covid-19. Sebab, kata dia, sudah tidak banyak lagi pasien yang dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19.

Dia mengatakan jumlah kasus aktif juga terus mengalami penurunan. Jika pada 24 Juli 2021 tercatat ada 574 kasus aktif, pada 12 Agustus 2021 tersisa 412.776 kasus aktif.

"Artinya sudah lebih dari 160 ribu orang yang sudah tidak lagi dirawat atau tidak lagi menjalani isolasi mandiri," ujarnya.
Terkini
Dilaporkan ada tambahan 30.788 kasus positif Covid-19 di Indonesia kemarin. Total sejak Maret 2020 hingga kemarin menjadi 3.804.943 kasus Covid-19.

Dari jumlah tersebut, 400.129 di antaranya kasus aktif.

Dilaporkan juga, ada 42.003 orang di Indonesia yang sembuh dari Covid-19 kemarin. Jumlah total yang telah sembuh sebanyak 3.289.718 orang.

Selain itu, dilaporkan sebanyak 1.432 pasien positif Corona meninggal dunia. Dengan demikian, jumlah total pasien positif yang meninggal sebanyak 115.096 orang.

Tertinggi
Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat tren jumlah kasus aktif nasional turun sebesar 25%. Hal ini juga terlihat di 7 Provinsi Jawa-Bali selama Juli hingga Agustus 2021 sudah mulai mengalami penurunan yang signifikan.

Ketua Bidang Data Dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah mengatakan, DKI Jakarta menyumbang penurunan kasus tertinggi di Jawa-Bali. Tercatat, selama tiga pekan terakhir kasus aktif DKI turun hingga 90,18%

"Jadi kalau kita lihat DKI Jakarta sebelumnya naik, sampai lebih dari 10 kali lipat, tapi saat ini sudah bisa turun dalam kurun waktu 3 Minggu, ini yang luar biasa turun sampai 90% dari puncak. Ini luar biasa sekali DKI Jakarta turunnya sampai 90,18% ini per tanggal 11 Agustus," ujar Dewi secara virtual, Jumat (13/8). (detikcom/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com