Senin, 20 Mei 2024 WIB

WHO Cabut Status Darurat Covid, Pemerintah Fokus Penguatan Sistem Kesehatan

Redaksi - Rabu, 10 Mei 2023 10:40 WIB
204 view
WHO Cabut Status Darurat Covid, Pemerintah Fokus Penguatan Sistem Kesehatan
Foto: Istimewa
Brian Sri Prahastuti
Jakarta (SIB)
Pemerintah berfokus pada penguatan sistem kesehatan nasional usai WHO mencabut status kedaruratan Covid-19 atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC). Langkah ini dilakukan untuk menjamin kewaspadaan dan kesiapsiagaan sistem kesehatan nasional untuk menghadapi ancaman pandemi di masa mendatang.

"Pencabutan status PHEIC Covid-19 oleh WHO artinya respons negara-negara anggota WHO atas Covid-19 tidak lagi mengikuti respons dalam situasi darurat. Melainkan respons negara sudah harus diarahkan pada penguatan sistem kesehatan yang bersifat jangka panjang dan sistemik mencakup 6 komponen subsistem kesehatan menurut WHO," kata Tenaga Ahli Utama KSP, Brian Sri Prahastuti, dalam keterangan tertulis, Selasa (9/5).

Enam komponen subsistem kesehatan yang disebut WHO antara lain upaya kesehatan, pembiayaan kesehatan, sumber daya manusia kesehatan, obat dan perbekalan kesehatan, informasi kesehatan, dan tata kelola kesehatan.

Brian menjelaskan Kementerian Kesehatan sedang dalam proses melakukan transformasi kesehatan untuk memperkuat sistem kesehatan nasional yang sebelumnya diatur dalam Perpres Nomor 72 tahun 2012.

"Transformasi ini diperlukan, karena ada perubahan kebutuhan kesehatan di era digital. Selain itu, kemajuan ilmu pengetahuan di bidang kedokteran dan pengalaman Indonesia menghadapi pandemi Covid menjadikan transformasi ini tidak terelakkan," imbuh Brian.

Dia mengaku optimistis terhadap program transformasi kesehatan nasional sebab menurutnya Indonesia mampu mengatasi pandemi Covid-19 dengan luar biasa. Bahkan penanganan pandemi di Indonesia mendapatkan apresiasi dari Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yang disampaikan pada The 7th Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) pada Mei 2022 lalu.

"Respons Covid-19 di indonesia sejak awal sudah melakukan pendekatan yang komprehensif karena selain memberikan respon di sektor kesehatan, pemerintah juga memikirkan perlindungan sosial dan ekonomi masyarakat," kata Brian. (detikcom/c)





Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
WHO
beritaTerkait
WHO Peringatkan Israel, Serangan ke Rafah akan Picu Pertumpahan Darah
WHO: Penggunaan Alkohol dan Vape di Kalangan Remaja Mengkhawatirkan
WHO Sebut Risiko Kesehatan Masyarakat Akibat Flu Burung Kecil
WHO Prihatin Flu Burung Makin Luas, Angka Kematian Lampaui 50 Persen
WHO: RI Masih Hadapi Beban Penyakit Menular Tropis yang Tinggi
WHO Sebut Populasi Gaza dalam Bahaya Besar, Korban Tewas Lampaui 21.000 Orang
komentar
beritaTerbaru