WHO Ingatkan Cacar Monyet Telah Menyebar ke 12 Negara

Spanyol Tutup Sauna Komunitas Gay

315 view
WHO Ingatkan Cacar Monyet Telah Menyebar ke 12 Negara
Foto: Getty Images/CDC
Ilustrasi.

Jenewa (SIB)

Lebih dari 80 kasus cacar monyet (monkeypox) telah dikonfirmasi di setidaknya 12 negara. Sejauh ini, ke-12 negara yang mengumumkan infeksi cacar monyet adalah Inggris, Spanyol, Portugal, Jerman, Belgia, Perancis, Belanda, Italia, Swedia, AS, Kanada, dan Australia.


Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, ada 50 kasus lain yang dicurigai sebagai kasus cacar monyet dan sedang diselidiki.


Namun, WHO tidak memerinci negara-negara yang dimaksud. Dalam beberapa waktu ke depan, kemungkinan akan ada lebih banyak kasus cacar monyet yang dilaporkan. Sebelum ini, cacar monyet paling sering terjadi di daerah terpencil di Afrika Tengah dan Afrika Barat sebagaimana dilansir BBC, Sabtu (21/5).


Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS) mengatakan, cacar monyet merupakan infeksi virus langka yang biasanya ringan dan kebanyakan orang sembuh dalam beberapa pekan.


Dalam sebuah pernyataan pada Jumat (20/5), WHO mengatakan bahwa wabah cacar monyet baru-baru ini tidak biasa karena terjadi di negara-negara non-endemik. “Kami bekerja dengan negara-negara yang terkena dampak dan lainnya untuk memperluas pengawasan penyakit untuk menemukan dan mendukung orang-orang yang mungkin terpengaruh,” kata WHO.


WHO juga memperingatkan agar tidak menstigma kelompok tertentu karena penyakit itu. “Ini bisa menjadi penghalang untuk mengakhiri wabah karena dapat mencegah orang mencari perawatan, dan menyebabkan penyebaran yang tidak terdeteksi,” ujar WHO.


Direktur Regional WHO Eropa Hans Kluge memperingatkan, saat memasuki musim panas dengan pertemuan massal, festival, dan pesta, dirinya khawatir penularan cacar monyet menjadi cepat.


Dia menambahkan bahwa semua kasus kecuali satu dari kasus terbaru tidak memiliki riwayat perjalanan ke daerah endemik cacar monyet. Kasus pertama cacar monyet di Inggris tahun ini dilaporkan pada 7 Mei.


Pasien tersebut sebelumnya melakukan perjalanan ke Nigeria, di mana dia diyakini telah tertular virus sebelum menuju Inggris, kata NHS.


Menteri Kesehatan Inggris Sajid Javid mengatakan pada Jumat bahwa kini ada 20 kasus cacar monyet yang dikonfirmasi di negaranya. Pihak berwenang di Inggris mengatakan, mereka telah membeli stok vaksin cacar (smallpox) dan mulai menawarkannya kepada mereka yang berkontak erat.


Otoritas kesehatan Spanyol juga dilaporkan telah membeli ribuan vaksin cacar untuk mengatasi wabah cacar momyet, menurut surat kabar Spanyol El Pais. Kasus cacar monyet pertama Australia terdeteksi dari seorang pria yang jatuh sakit setelah bepergian ke Inggris, kata Departemen Kesehatan Victoria.


Tutup Sauna

Sementara itu, Spanyol melaporkan 24 kasus baru cacar monyet pada Jumat (20/5). Menurut otoritas kesehatan setempat, sebagian besar kasus berkaitan dengan sauna di wilayah Madrid.


Pemerintah langsung menutup sauna tersebut usai ditemukan wabah cacar monyet. Total kasus kini mencapai 30 orang, sementara 23 kasus dikonfirmasi di negara tetangga Portugal, ada sembilan kasus baru dilaporkan per Jumat (20/5).


Dikutip dari Channel News Asia, pihak berwenang Madrid telah berupaya melacak kasus cacar monyet dari satu wabah di sauna, demikian sebut Kepala Kesehatan Regional Enrique Ruiz Escudero kepada wartawan, Jumat (20/5).


Sauna yang berkaitan dengan wabah cacar monyet digambarkan pemerintah sebagai tempat populer pria gay yang mencari seks, bukan hanya untuk pemandian.


"Departemen Kesehatan Masyarakat akan melakukan analisis yang lebih detail lagi... untuk mengendalikan penularan, memutus rantai penularan dan berusaha memitigasi penularan virus ini semaksimal mungkin," katanya.


Wilayah Extremadura mengkonfirmasi kasus pertamanya pada Jumat sore.


"18 kasus lain yang dicurigai sedang diselidiki di Spanyol, 15 di wilayah Madrid, dua di Kepulauan Canary dan satu di Andalusia," kata otoritas kesehatan.


Lebih dari 100 kasus infeksi virus yang lebih umum di Afrika barat dan tengah kini telah dilaporkan di Eropa. Cacar monyet biasanya hanya memicu gejala ringan termasuk demam, sakit kepala, hingga ruam bergelombang yang khas.


Sementara Inggris telah mendeteksi 20 kasus, pihak berwenang baru-baru ini menawarkan vaksin cacar kepada petugas kesehatan dan orang lain yang mungkin berisiko terpapar.


Badan Keamanan Kesehatan Inggris mengatakan sebagian besar kasus baru-baru ini di Inggris dan Eropa ditemukan pada pria gay dan biseksual.


Spanyol sedang menilai pilihan terapi yang berbeda, seperti antivirus dan vaksin, tetapi sejauh ini semua kasus memiliki gejala ringan.


"Karenanya, tidak ada pengobatan khusus yang diperlukan," jelas Menteri Kesehatan Spanyol Carolina Darias pada Jumat (20/5).


"Kasus-kasus Portugis tetap dalam tindak lanjut klinis tetapi tidak ada yang dirawat di rumah sakit karena semuanya stabil," kata otoritas kesehatan.


Belum Ada

Terpisah, Juru bicara Kementerian Kesehatan RI dr Mohammad Syahril menegaskan, belum ada laporan kasus cacar monyet, serupa seperti yang dilaporkan banyak negara termasuk Australia. Meski begitu, pihaknya masih bakal terus memantau perkembangan situasi ke depan.


Masyarakat diminta dr Syahril mewaspadai kemungkinan keluhan atau gejala mengarah ke kondisi klinis cacar monyet.


Namun, ia juga meminta warga untuk tidak terlalu khawatir berlebihan.


"Semuanya harus waspada tapi jangan panik yang berlebihan. Saat ini kita selalu memantau perkembangan penyebarannya di negara-negara yang sudah ada kasusnya," beber Syahril saat dihubungi, Sabtu (21/5).


"Pengawasan di pintu masuk dari luar negeri. Selanjutnya diminta agar selalu disiplin protokol kesehatan yang selama ini sudah menjadi budaya sehat," sambung dia.


Direktur RSPI Sulianti Saroso tersebut juga menegaskan pentingnya melakukan pencegahan penularan penyakit dan mawas diri terhadap risiko penularan.


"Di Indonesia belum ada (kasus cacar monyet) ini," sambung Syahril.


Dikutip dari beragam sumber, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah kasus cacar monyet yakni:


Menghindari kontak hewan yang dicurigai terpapar cacar monyet


Pastikan tidak mengonsumsi daging hewan liar atau daging yang tidak dimasak dengan matang


Mengedepankan perilaku hidup bersih dan sehat dengan rajin mencuci tangan dengan menggunakan air dan sabun


Menggunakan alat pelindung diri jika hendak kontak dengan pengidap cacar monyet


Sebaiknya menunda bepergian ke daerah atau negara yang mencatat jumlah kasus cacar monyet tinggi. (Kps/Detikhealth/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: KORAN SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com