Wagub Sumut Kenalkan Program Momentum dari USAID

* Akan Ada Reward Kabupaten yang Berhasil

162 view
Wagub Sumut Kenalkan Program Momentum dari USAID
Foto: Dok/Diskominfo Sumut
KUNJUNGAN: Wagub Sumut Musa Rajekshah menerima kunjungan USAID di Rumah Dinas Jabatan Wakil Gubernur, Jalan Teuku Daud, Medan, Senin (22/11).
Medan (SIB)
Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Musa Rajekshah menyambut baik program Momentum dari USAID yang berfokus pada penurunan angka kematian ibu dan bayi baru lahir di Provinsi Sumut. Program itu akan berjalan selama lima tahun bekerja sama dengan Pemprov Sumut dan menyasar Kabupaten Deliserdang, Asahan, Langkat dan Karo.

Keberhasilan program Momentum PHD atau Moving Integrated, Quality Maternal, Newborn, Child Health and Family Planning and Reproductive Health Services to Scale Private Healthcare Delivery di kabupaten akan terus dipantau dan akan ada reward yang disiapkan dari pemerintah untuk kabupaten yang berhasil mencapai target.

"Target program ini tentunya penurunan angka kematian ibu dan anak bayi baru lahir dan untuk kabupaten yang bisa memang baiknya diberi reward sebagai motivasi dan bukti keseriusan kita. Rewardnya bisa berupa bantuan program misalnya, nanti dikoordinasikan dengan dinas terkait," ujar Wagub saat menerima kunjungan USAID di Rumah Dinas Jabatan Wakil Gubernur, Jalan Teuku Daud, Medan, Senin (22/11).

Hadir dalam pertemuan itu Ketua SPM USAID Momentum Apsari Nana, Koordinator USAID Momentum Distrik Sumut Nasril A Lubis, Spesialis Kesehatan Ibu dan Anak USAID Momentum Eka Dewi, Spesialis Monitoring dan Evaluasi OK Syahputra, Plt Kepala Dinas Sosial Sumut Manna Wasalwa Lubis, Kadis Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Nurlela dan Sekretaris Dinas Kesehatan Aris Yudhariamsyah.

Dalam kesempatan itu, Ijeck sapaan akrab Musa Rajekshah menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada USAID atas program momentum yang telah menyasar Sumut dan berharap program itu bisa berjalan bersinergi dengan dinas-dinas terkait agar tidak tumpang tindih, sehingga ada solusi atas permasalahan kematian ibu dan anak tersebut.

"Akar masalahnya apa, apa karena memang dari Rumah Sakitnya, apa karena faktor ekonomi ibu hamilnya, apa karena pernikahan dini atau lainnya. Ini harus bersinergi, jadi programnya bisa berhasil dengan baik," ujarnya.

Menanggapi hal itu Ketua SPM USAID Momentum Apsari Nana menjelaskan, Momentum PHD memilih Sumut, juga DKI Jakarta, Banten, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan karena daerah itu yang menyumbang total 50 persen kematian ibu di Indonesia. USAID menginisiasi program itu sebagai bentuk komitmen menyelamatkan jiwa ibu dan bayi dengan memastikan mereka mendapatkan layanan yang berkualitas di fasilitas kesehatan swasta.

Dari data USAID, Apsari mengatakan kematian ibu dan anak bayi baru lahir itu banyak terjadi di rumah sakit swasta. "Memang di satu daerah itukan rumah sakit swastanya lebih banyak dibanding rumah sakit pemerintahnya, jadi ini yang mau kita jangkau sehingga bisa memperbaiki fasilitas atau layanan kesehatan swasta," katanya.

Hal itu juga dibenarkan Eka Dewi. Ia mencontohkan seperti Deliserdang yang lebih banyak rumah sakit swasta dibanding rumah sakit milik pemerintahnya. "Kenapa program ini hanya di rumah sakit swasta, karena kami mencatat lebih banyak kasus kematian ibu dan anak bayi ini terjadi di swasta mungkin karena faktor rumah sakit swasta yang mudah diakses karena lebih banyak dibanding rumah sakit milik pemerintahnya," ujarnya.

Investasi untuk pelayanan kesehatan swasta yang baik itu nantinya diharap dapat meningkatkan kesempatan ibu dan bayi baru lahir berusia panjang dan tetap sehat. Pelayanan yang tepat meningkatkan perawatan yang bermartabat bagi ibu dan penanganan persalinan serta menurunkan kejadian gawat darurat setelah persalinan.

"Program ini juga untuk monitoring melatih dan membimbing tenaga kesehatan dan membantu pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan yang lebih kuat," tutupnya. (A13/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com