Wakil Ketua MPR RI Minta Indonesia Bentuk Justice Forum for Palestine


189 view
Wakil Ketua MPR RI Minta Indonesia Bentuk Justice Forum for Palestine
Foto: Ist/harianSIB.com
Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah 

Jakarta (SIB)

Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah mengutuk aksi kekerasan jemaah salat Subuh di Masjid Al-Aqsha. Buntut dari aksi tersebut, ia meminta Indonesia beserta Parlemen Dunia membentuk 'Justice Forum for Palestine'.


''Kita rasanya sudah bosan meminta Israel menghentikan kekerasan yang sering mereka lakukan di bulan Ramadan dan PBB tidak pernah mengambil tindakan berarti apapun. Mereka sadar PBB akan melempem seperti macan ompong. Karena itu, langkah konkret harus segera diambil. Parlemen Dunia bisa membuat keputusan politik tingkat dunia dan Indonesia menjadi pemrakarsanya," kata Basarah dalam keterangan tertulis, Senin (18/4).


Dari aksi kekerasan tersebut, sekitar 158 warga Palestina mengalami luka serius akibat serangan dari polisi Israel. Basarah menjelaskan, kegaduhan tersebut disebabkan karena adanya provokasi iklan online yang menyerukan kelompok ekstrimis Yahudi menyerbu Masjid Al-Aqsa selama libur Paskah.


Ia menjelaskan, Israel tidak cukup diberikan peringatan melalui media cetak atau sosial saja. Harus ada sanksi tegas untuk negara tersebut. Mengingat, Israel pada Mei 2021 lalu telah menewaskan 83 warga sipil Palestina dan 17 anak-anak.


"Saat itu kita masih ingat, biarpun sudah ada 83 orang tewas, AS sebagai salah satu anggota Dewan Keamanan PBB tetap memblokir rapat darurat DK PBB yang punya agenda tunggal membahas perseteruan Israel-Palestina. Kejadian serupa akan terulang setiap Israel melakukan kejahatan kemanusiaan, PBB akan melempem dan tokoh-tokoh dunia hanya bisa mengecam lewat media sosial," katanya.


Basarah menuturkan, Indonesia tidak pernah berhenti mendukung penuh agar berdirinya negara Palestina. Hal ini sesuai dengan amanat Proklamator Indonesia Soekarno dalam Konferensi Asia Afrika.


"Spirit anti penjajahan Bung Karno ini tidak boleh padam di setiap dada kita. Indonesia dulu pernah menolak kehadiran Israel pada Asian Games 1962 di Jakarta sebagai bentuk solidaritas kita pada Palestina. Untuk melanjutkan spirit itu, rasanya tidak berlebihan jika Indonesia sekarang memprakarsai pembentukan forum dunia untuk keadilan bagi Palestina," jelasnya.


Ia menambahkan, negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) memiliki peran penting dalam memperjuangkan keadilan Palestina. Sebab himpunan parlemen negara anggota OKI yang bernaung di bawah organisasi Parliamentary Union of the OIC Member States atau PUIC di negara masing-masing, ditambah aliansi organisasi non-pemerintahan bernama Liga Muslim Dunia.


"Setahu saya, PUIC ini organisasi internasional yang cukup lama berdiri, sejak 1999. Anggotanya 54 parlemen dan 21 observer dari organisasi parlemen regional dan internasional. Kalau potensi ini dimaksimalkan dan Kementerian Luar Negeri Indonesia juga mau berinisiatif menggalang kekuatan politik ini, saya yakin martabat Indonesia semakin tinggi.


Apalagi kita sekarang sedang memimpin G-20," katanya.


Basarah menuturkan, langkah awal yang bisa diambil yakni dengan mengusulkan pimpinan MPR RI, DPR RI, dan DPD RI melakukan 'syura' dengan mengumpulkan seluruh pimpinan parlemen dunia khususnya negara yang mayoritas muslim.


Jika sudah lalu dilanjutkan langkah berikutnya yakni membahas semua persoalan Palestina-Israel serta membuat keputusan politik bersama untuk dibawa ke forum PBB.


"Harus ada yang memulai. Jika tidak, kemerdekaan Palestina selamanya akan jadi wacana saja. Saya optimis parlemen Indonesia bersama parlemen negara-negara Muslim lainnya dapat menjadi lokomotif perdamaian Palestina-Israel karena Indonesia memiliki landasan filosofis-konstitusional sebagaimana Pembukaan UUD NRI 1945 yang menginginkan semua penjajahan di atas muka bumi ini harus dihapuskan," tutupnya. (detikcom/f)


Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com