Wakil Ketua MPR Sebut Rehabilitasi Berkelanjutan Dibutuhkan Penderita Kanker


268 view
Wakil Ketua MPR Sebut Rehabilitasi Berkelanjutan Dibutuhkan Penderita Kanker
Foto: MPR
Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat

Jakarta (SIB)

Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mengatakan upaya edukasi dan rehabilitasi terhadap masyarakat dan para penderita kanker harus berkelanjutan. Menurutnya, penderita kanker tak hanya terserang secara fisik, tetapi juga psikologis yang dihadapi sepanjang proses pengobatan.


"Berbagi pengalaman kepada sesama penderita kanker adalah salah satu sumber kekuatan saya untuk menapaki kehidupan menjadi lebih ringan, karena pengalaman sesama penyintas banyak memberi harapan," kata Rerie sapaan akrab dalam keterangannya, Minggu (20/3).


Rerie yang juga penyintas kanker payudara itu mengungkapkan dirinya masih mengalami sejumlah gejala akibat proses pengobatan kanker, mulai dari tidak normalnya pertumbuhan alis mata, kesulitan naik tangga, tulang mulai rapuh.


Ia juga masih mengalami sejumlah efek pengobatan kanker lainnya seperti limfedema yakni pembengkakan pada tangan atau kaki yang disebabkan oleh sistem penyumbatan limfatik dan nyeri.


"Namun, sejumlah gejala itu harus dihadapi dengan senyuman agar kita dapat berdamai dengan kehidupan," tuturya.


Rerie mengatakan sejumlah gejala yang dihadapi para penderita kanker memerlukan penguatan yang berkelanjutan lewat edukasi dan upaya rehabilitasi. Karena kanker tidak hanya menyerang secara fisik, tetapi juga psikologis penderitanya.


Lebih lanjut, Rerie menjelaskan tahun ini Hari Kanker Sedunia mengusung sebuah kampanye 2022-2024 bertema Close The Care Gap. Ia pun mengajak semua elemen untuk melakukan kampanye mengurangi celah perawatan pada penderita dan penyintas kanker.


"Berbagi pengalaman dalam pengobatan kanker antar sesama penderita, penyintas kanker dan masyarakat merupakan bagian dari upaya untuk mengatasi gap dalam proses perawatan penderita kanker," imbuhnya.


Apalagi, tambah Rerie, secara medis para pakar menyebutkan tidak ada orang yang bebas dari ancaman kanker karena di tubuh setiap manusia sebenarnya ada potensi tumbuh sel-sel kanker. Jadi, tegasnya, setiap orang harus terus mewaspadai ancaman tersebut sehingga tidak boleh lengah.


"Jalani pola hidup sehat dan isi hari-hari kita dengan hal-hal yang bermanfaat bagi sekitar kita, sehingga hidup yang kita jalani menjadi lebih bermakna," pungkasnya. (detikcom/f)


Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com