Wali Kota Tanjungbalai Nonaktif Didakwa Beri Suap Rp 1,6 Miliar ke Penyidik KPK untuk Hentikan Kasus

* Jaksa Bakal Hadirkan Azis Syamsudin sebagai Saksi

138 view
Wali Kota Tanjungbalai Nonaktif Didakwa Beri Suap Rp 1,6 Miliar ke Penyidik KPK untuk Hentikan Kasus
(Foto Ant/Indrianto Eko Suwarso)
SIDANG DAKWAAN: Terdakwa Wali Kota Tanjungbalai nonaktif M. Syahrial (tengah) berjalan menuju mobil tahanan  usai mengikuti sidang pembacaan dakwaan yang berlangsung di Pengadilan Tipikor Medan secara virtual dari Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (12/7). 
Medan (SIB)
Wali Kota Tanjungbalai nonaktif, Muhamad Syahrial menjalani sidang perdana terkait kasus suap penghentian perkara di KPK secara virtual di Ruang Cakra II Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (12/7).

Penuntut umum (PU) KPK Budi, dalam membaca surat dakwaan mengungkapkan, terdakwa diadili terkait perkara pemberian suap sebesar Rp1,6 miliar kepada penyidik KPK, Stepanus Robinson Pattujulu.

"Bahwa perbuatan terdakwa berawal sekitar bulan Oktober Tahun 2020, dimana Wali Kota Tanjungbalai yang juga merupakan kader Partai Golkar itu berkunjung ke rumah dinas Muhammad Azis Syamsudin selaku Wakil Ketua DPR RI yang juga petinggi Partai Golkar," kata penuntut di hadapan Hakim Ketua As'ad Rahim Lubis SH MH.

Terdakwa dan Azis Syamsudin lalu membicarakan mengenai Pilkada yang akan diikuti terdakwa di Kota Tanjungbalai, lalu Azis Syamsudin menyampaikan kepada terdakwa akan mengenalkannya dengan seseorang yang dapat membantu memantau proses keikutsertaan terdakwa dalam Pilkada tersebut. Setelah setuju, Azis Syamsudin mengenalkan Stepanus Robinson Pattuju yang merupakan seorang penyidik KPK kepada terdakwa.

"Terdakwa menyampaikan kepada Stepanus Robinson Pattuju akan mengikuti Pilkada periode kedua Tahun 2021 sampai dengan Tahun 2026, namun ada informasi laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengenai pekerjaan di Tanjungbalai dan informasi perkara jual beli jabatan di Pemko Tanjungbalai yang sedang ditangani KPK," kata JPU.

"Sehingga terdakwa meminta Stepanus Robinson Pattuju supaya membantu tidak menaikkan proses penyelidikan perkara jual beli jabatan di Pemerintahan Kota Tanjungbalai yang melibatkan terdakwa ke tingkat Penyidikan agar proses pilkada yang akan diikuti oleh terdakwa tidak bermasalah,"sebut JPU.

Atas permintaan terdakwa tersebut, Stepanus Robinson Pattuju bersedia membantu dan saling bertukar nomor telepon. Kemudian, Stepanus Robinson Pattuju menelpon rekannya Maskur Husain seorang advokat.

Dia menyampaikan persoalan yang diadukan terdakwa kepada Maskur. Maskur yang seorang advokat itu menyanggupi untuk membantu pengurusan perkara tersebut asalkan ada dananya sebesar Rp1,5 miliar. Permintaan ini ini disetujui Stepanus Robinson Pattuju untuk disampaikan kepada terdakwa.

Uang itu dikirimkan terdakwa secara bertahap melalui rekening Riefka Amalia, yang merupakan saudara dari teman perempuan Stepanus Robinson Pattuju. Total pengiriman melalui rekening itu mencapai Rp1.475.000.000.

Bahwa selain pemberian uang secara transfer yang dilakukan oleh terdakwa tersebut di atas, terdakwa pada 25 Desember 2020 berlanjut menyerahkan uang tunai kepada Stepanus sejumlah Rp210.000.000. Kemudian pada awal Maret 2021 menyerahkan terdakwa juga menyerahkan sejumlah Rp10.000.000,00 di Bandara Kualanamu Medan. Sehingga jumlah seluruhnya Rp1.695.000.000.

"Perbuatan terdakwa sebagaimana dalam dakwaan Pasal 5 ayat (1) huruf b dan a serta Pasal 13 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHPidana," ujar JPU.

Atas dakwaan itu, terdakwa tidak mengajukan eksepsi. Pekan depan dijadwalkan sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi. Sebelum persidangan ditutup, JPU KPK menyampaikan akan ada 76 orang saksi dalam kasus ini, namun hanya sekitar 20 orang yang akan dimintai keterangan dalam persidangan.

BAKAL dihadirkan
Usai persidangan, JPU Budi mengatakan kemungkinan salah satu saksi yang bakal dihadirkan adalah Azis Syamsudin. Ini mengacu nama Wakil Ketua DPR RI itu disebut dalam dakwaan.

"Sesuai dengan fakta BAP, nanti kita upayakan. Jadi memang terdakwa ini, sebelum bertemu dengan Robinson Pattuju itu bertemu dulu, melakukan pertemuan dengan Pak Azis Syamsudin. Perkenalannya di situ,"ucapnya. (A17/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com