Sabtu, 22 Juni 2024 WIB

Wamenkumham Dilaporkan ke KPK

* Terkait Dugaan Gratifikasi Rp 7 Miliar
Redaksi - Rabu, 15 Maret 2023 09:13 WIB
318 view
Wamenkumham Dilaporkan ke KPK
Foto: Okz/Arie Dwi Satrio
LAPORKAN: Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso bicara ke awak media usai melaporkan seorang wakil menteri (Wamen) berinisial EOSH ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengenai dugaan aliran dana Rp 7 miliar diduga sebagai gra
Jakarta (SIB)
Indonesia Police Watch (IPW) melaporkan Wamenkumham Edward Omar Sharif Hiariej atau Eddy Hiariej ke KPK. IPW mengadukan dugaan gratifikasi Rp 7 miliar.

"Jadi saya datang hari ini untuk membuat pengaduan ke dumas terkait dugaan tindak pidana korupsi berpotensi dugaannya bisa saja pemerasan dalam jabatan, bisa juga gratifikasi atau yang lain. Yang terlapor itu saya menyebutkan penyelenggara negara dengan status Wamen, Wamen saya sebut dengan inisial EOSH," kata Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso di gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (14/3).

Sugeng mengatakan, uang itu diduga diterima orang terdekat Eddy Hiariej. Pemberian itu diduga terkait konsultasi hukum dan pengesahan status badan hukum.

"Jadi ini terkait adanya aliran dana sekitar Rp 7 miliar yang diterima melalui dua orang yang diakui oleh EOSH tersebut sebagai asprinya, diterima melalui asprinya," katanya.

"Satu, minta konsultasi tentang hukum, yang kedua dugaan terkait dengan permintaan pengesahan status badan hukum," tambahnya.

Sugeng mengaku telah menyerahkan bukti berupa bukti transfer Rp 7 miliar tersebut. Uang itu mengalir antara April dan Oktober 2022.

"Ada empat bukti kiriman dana, ini yang paling penting, transfer. Kemudian ada chat yang menegaskan bahwa Wamen EOSH mengakui adanya satu hubungan antara dua orang asprinya yang menerima data tersebut sebagai orang yang diakui, sehingga terkonfirmasi bahwa dana yang masuk ke rekening yang bernama YER dan YAM adalah terkonfirmasi sebagai orang yang disuruh atau terafiliasi dengan dirinya," ujarnya.


Tidak Perlu Ditanggapi
Sementara itu, Eddy Omar Sharif Hiariej atau Eddy Hiariej mengatakan, tak ingin menanggapi secara serius.

"Terkait aduan Sugeng kepada KPK, saya tidak perlu menanggapi secara serius karena pokok permasalahan adalah hubungan profesional antara aspri saya YAR dan YAM sebagai lawyer (pengacara) dengan kliennya, Sugeng (Ketua IPW)," kata Eddy saat dimintai konfirmasi, Selasa (14/3).[br]


Eddy menyerahkan, urusan klarifikasi kepada asprinya. Dia mengatakan asprinya itu berinisial YAR dan YAM.

"Silakan konfirmasi lebih lanjut kepada YAR dan YAM yang disebutkan oleh Sugeng dalam aduannya," katanya.

Lebih lanjut, Eddy mengatakan, YAR hendak melaporkan balik IPW ke Bareskrim Polri.

"Yang melaporkan bukan saya, tapi (aspri)," kata Eddy.

Eddy mengatakan bahwa nama kedua asprinya disebut dalam pernyataan IPW. Saat melapor, IPW menyebut dua aspri Eddy menjadi perantara dalam menerima uang tersebut.

"Karena dalam aduan Sugeng nama dia disebut," katanya. (detikcom/d)




Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
KPK
beritaTerkait
Penuntut Umum KPK Minta Hakim Tolak Eksepsi Bupati Labuhanbatu Nonaktif
Lokasi Harun Masiku Sudah Diketahui, Ini Kata KPK
Satgaswil 12 dan KPK Rakor Sistem Pencegahan Korupsi dan Pengenalan MPC di Palas
Tessa Mahardika Jadi Jubir KPK Baru, Ini Profil Lengkapnya
KPK Bakal Konfirmasi Sekjen PDIP Hasto Soal Informasi Terbaru Terkait Harun Masiku
KPK Sita Kantor Nasdem dan Pabrik Sawit Diduga Milik Bupati Labuhanbatu
komentar
beritaTerbaru