Wantim Golkar Sumut Tegaskan Tidak Calonkan Lagi Edy Rahmayadi di Pilgubsu 2024

* Ketua KONI Sumut Minta Akhiri Polemik Gubsu dan Ghoki

356 view
Wantim Golkar Sumut Tegaskan Tidak Calonkan Lagi Edy Rahmayadi di Pilgubsu 2024
Foto Dok
Dr H Hardi Mulyono Surbakti MAP

Medan (SIB)

Sekretaris Dewan Pertimbangan (Wantim) Partai Golkar Sumut Dr H Hardi Mulyono Surbakti MAP menegaskan, Partai Golkar tidak akan mencalonkan lagi Edy Rahmayadi menjadi Gubernur Sumut pada Pilgubsu 2024, karena tidak pernah terlihat efek positifnya untuk kepentingan masyarakat dan Partai Golkar.


"Keputusan Wantim Partai Golkar Sumut itu sudah melalui kajian dari berbagai aspek tentang karakter kepemimpinan Edy Rahmayadi selama lebih tiga tahun memimpin Sumut, serta manfaatnya untuk masyarakat daerah ini," ujar Hardi Mulyono Surbakti kepada wartawan, Minggu (2/1) melalui telepon di Medan.


Pernyataan itu disampaikan Rektor UMN Al-Washliyah Medan itu, terkait gencarnya pemberitaan Gubernur Edy Rahmayadi menjewer dan mengusir pelatih Billiard PON Sumut, pada acara penyerahan tali asih atlit Sumut di Rumah Dinas Gubernur, Senin (27/12).


Sebagaimana diberitakan, Pelatih Billiard Tim PON Sumut Burhanuddin Aritonang alias Coki, diusir dan dijewer Edy Rahmayadi karena tidak ikut bertepuk tangan saat Gubernur berpidato memberikan semangat kepada para atlit.


“Jadi keputusan kami untuk tidak mencalonkan Edy pada Pilgubsu 2024 sudah tepat dan kajian tersebut dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan sama sekali jauh dari niat membuat kegaduhan," tandas Hardi Mulyono yang juga mantan Ketua FP Golkar DPRD Sumut itu.


Hardi mengingatkan, membangun Sumut berarti membangun sebuah masyarakat beserta segala aspek kehidupannya. Sumut hanya bisa maju, jika gubernurnya cerdas secara emosional, intelektual dan spritual. Bukan gubernur yang suka marah-marah hanya karena hal-hal yang tidak kontekstual.


Berdasarkan kajian Wantim Partai Golkar, tambah Hardi, masyarakat belum pernah mencatat prestasi yang membanggakan dari hasil kerja Edy Rahmayadi selama lebih tiga tahun memimpin Sumut.


"Yang banyak dicatat, perilaku kontroversial yang sama sekali tidak mencerminkan adanya kecerdasan emosional, sehingga kerap diperlihatkan perilaku marah-marah pada saat ada kegiatan yang dihadiri Wagub Sumut Musa Rajekshah.


Ada apa sebenarnya yang terjadi antara Gubernur dengan Wagub Sumut," ujar Hardi.


Akhiri Polemik

Sementara itu terkait polemik antara pelatih biliar Khairuddin Aritonang alias Choki dengan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Ketua KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Sumut Jhon Ismadi Lubis minta agar masalah itu sebaiknya jangan diperpanjang. Sehingga tidak ada lagi pihak-pihak yang masuk dan terkesan menunggangi Choki serta membuat keadaan justru semakin keruh.


Jhon mengatakan, sudah bertemu dengan Choki maupun Gubernur Edy menyangkut hal itu. Pada dasarnya kata dia, peristiwa itu adalah hal biasa ibarat orang tua dengan anak. Mengingat pula di dalam struktur KONI gubernur merupakan pembina sekaligus pelindung.


"Jadi kalaulah ada kritik semacam itu kita sebagai pelatih harus menganggapnya hal biasa sebagai motivasi kita berprestasi lebih baik lagi. Di satu sisi saya memahami karakter Gubernur Edy jadi lumrah saja itu sikap seorang bapak kepada anaknya," katanya via selular, Jumat (31/12) tahun lalu.


Ia menyebut Gubernur Edy punya keinginan kuat untuk memajukan Sumut termasuk dalam bidang olahraga. Terlebih di 2024 nanti Sumut bersama Provinsi Aceh bakal menjadi tuan rumah pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI.


"Konteksnya kan sebenarnya untuk memotivasi dalam acara pemberian tali asih kemarin. Bagaimana supaya pelatih-pelatih kita termasuk atlet Sumut mampu berprestasi lebih tinggi di PON mendatang. Seperti yang saya katakan tadi itulah artinya ini ibarat seorang bapak dengan anak-anaknya saja, bukan karena faktor lain," tegas Jhon.


Kepada Choki pun secara pribadi diakuinya telah membangun komunikasi dari hati ke hati. Meminta Choki agar tidak bertindak lebih jauh sehingga yang menyebabkan persoalan menjadi rumit.


Ia berharap jangan sampai persoalan kecil ini berlarut-larut apalagi masuk ke ranah hukum. Semua pihak dia minta menjadi penyejuk bukan malah menambah panjang polemik itu.


Senada Anggota Komisi E DPRD Sumut Jafaruddin Harahap meminta agar polemik antara Gubernur Edy dan Choki itu dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Menurutnya secara umum tidak ada yang diuntungkan jika polemik dimaksud terus berlarut.


"Media pun kita harap tidak ikut membesar-besarkan pemberitaan tentang ini, sebab kita harus membangun persatuan dan kesatuan jika olahraga di Sumut ingin maju serta para atlet dan semua yang terlibat di dalamnya punya kehidupan sejahtera," katanya. (A4/A13/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com