Wapres: Pemerintah Ingin Kolaborasi dengan Gereja di Papua


378 view
Wapres: Pemerintah Ingin Kolaborasi dengan Gereja di Papua
(Foto: Antara/Desca Lidya Natalia)
SAMPAIKAN PERNYATAAN: Wakil Presiden Ma’ruf Amin didampingi Wakil Menteri Dalam Negeri John Wempi Wetipo (kiri), Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Luky Afirman (kedua kanan) dan Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja Papua (PGGP) Provinsi Papua Pendeta Hiskia Rollo menyampaikan pernyataan kepada wartawan di Jayapura, Papua, Selasa (29/11). 

Jayapura (SIB)

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengungkapkan keinginan pemerintah untuk berkolaborasi dengan gereja demi memajukan Papua.


"Melalui kolaborasi dengan PGGP, kita ingin wujudkan visi Papua 2041, yakni Papua Pintar, Papua Sehat, dan Papua Produktif dalam Kehidupan Masyarakat Papua yang Inklusif dan Damai," kata Wapres Ma'ruf Amin di Jayapura, Selasa (29/11).


Wapres menyampaikan hal tersebut saat melakukan pertemuan dengan Persekutuan Gereja-Gereja di Tanah Papua (PGGP) Papua dan Papua Barat dan pengurus Papua Christian Centre (PCC) didampingi oleh Wakil Menteri Dalam Negeri John Wempi Wetipo dan Sekretaris Daerah Provinsi Papua Muhammad Ridwan Rumasukun dan juga dihadiri Ketua Umum PGGP Hizkia Rollo dan jajaran.


"Pada kesempatan yang baik ini, saya ingin menyampaikan harapan dan ajakan. Pertama, saya mengajak PGGP, sebagai wadah denominasi gereja-gereja di Tanah Papua, untuk terus mengembangkan pendekatan yang lebih holistik, sesuai panggilan gereja dalam pembangunan kemanusiaan, keadilan, kedamaian, dan keutuhan ciptaan di Tanah Papua," tutur Wapres.


Wapres meminta agar PCC mengambil peran menjembatani para pihak sekaligus menjadi mitra Pemerintah dalam penyusunan rencana dan eksekusi program di Tanah Papua.


"Kedua, saya meyakini peranan gereja mampu memperkuat kehidupan sosial Papua yang inklusif dan damai. Dalam mengelola Papua ke depan, saya ingin menekankan pentingnya dua sayap yang saling melengkapi, baik sayap birokrasi pembangunan maupun sayap kultural," tambah Wapres.


Wapres mengakui, pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Pemerintah membutuhkan dukungan, kerja sama dan kolaborasi pelayanan dengan gereja.


"Gereja, PGGP dan pimpinan Sinode, merupakan tulang punggung dari pendekatan kultural," ucap Wapres.


Ajakan ketiga adalah Wapres berharap untuk menyambut baik provinsi-provinsi baru ini dalam Rumah Besar Tanah Papua.


"Meskipun terdapat perbedaan administratif wilayah, ikatan kesatuan sosial budaya masyarakat Papua tetap terjalin," ujar Wapres.


Wapres berharap jalur kultural yang ingin ditempuh pemerintah juga searah dengan jalur struktural yang telah diamanatkan undang-undang.


"Pentingnya pemahaman dari masyarakat melalui jalur kultural supaya antara jalur kultural dan jalur struktural punya visi yang sama dan dalam rangka memberikan pemahaman kepada masyarakat pengaruh tokoh agama terutama gereja-gereja sangat penting sebagai 'local champion' yang memiliki peran besar. Hari ini kita mulai satu babak baru sesuai UU yang baru dan Badan Percepatan Pembangunan Otonomi Papua," tambah Wapres.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com