Wapres Hingga Organisasi Agama Dukung Komjen Sigit Prabowo Calon Kapolri

* Kapolri : Kita Harus Sama-sama Mendukung Beliau

337 view
Foto Dok Istimewa
Kabareskrim Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo, dan jajaran Bareskrim Polri. 
Jakarta (SIB)
Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj angkat bicara mengenai penunjukan Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai calon tunggal Kapolri oleh Presiden Jokowi. Said Aqil menyatakan Listyo Sigit Prabowo merupakan sosok yang profesional dan berintegritas.

"Pertama, penunjukan itu hak prerogatif Presiden, memang begitulah aturannya walaupun nanti melalui fit and proper test di DPR. Jadi itu hak Presiden. Yang kedua, sosok Komjen Sigit sendiri, setahu saya, dia profesional, punya kapasitas dan integritasnya maksimal. Setahu saya selama ini, saya belum pernah dengar yang aneh-aneh tentang beliau," ujar Said Aqil dalam perbincangan, Rabu (13/1) malam.

Said Aqil menyatakan akan menyambut baik penunjukan Listyo Sigit Prabowo sebagai calon tunggal Kapolri. Orang nomor satu di PBNU ini meyakini Listyo Sigit Prabowo merupakan pilihan terbaik Jokowi.

"Akan saya sambut baiklah, barangkali itu adalah pilihan yang terbaik menurut Presiden, kita tunggu DPR seperti apa," tutur Said Aqil.

Said Aqil tak mempersoalkan latar belakang Listyo Sigit..
Mengenai latar belakang Sigit yang beragama Katolik, Said Aqil tidak mempersoalkannya. Said Aqil berpegang pada fikih siasah Islam.

"Ini fikih siasah Islam lho ini, kalau memilih pemimpin itu yang penting itu adalah kapasitasnya itu. Seandainya ada calon pemimpin Islam tapi kita ragu, ini bukan masalah polisi saja lho ini. Misal ada seorang calon beragama Islam tapi kapasitasnya masih rendah, lalu kemudian ada nonmuslim yang lebih, yang lebih ya, ya kita pilih yang nonmuslim. Yang penting keadilan dan profesionalnya itu," terang Said Aqil.

Dia lantas mencontohkan hal serupa pernah dan masih terjadi di negara-negara Timur Tengah.

"Utusan perdamaian Palestina-Israel, Hanan Asyrowi, beragama Kristen Anglikan. Di Maroko, pasti salah satu menterinya ada yang beragama Yahudi. Toriq Aziz, Menteri Luar Negeri Irak di era Sadam Husen, beragama Kristen," kata Said Aqil.

"Di Mesir pasti ada salah satu menterinya nonmuslim. Dulu menlunya Petrus Ghali kemudian terpilih menjadi Sekjen PBB," terangnya memberikan contoh.

Listyo Sigit akan menjalani fit and proper test di DPR pada Senin pekan depan. Istana berharap DPR bisa memproses secara cepat jenderal calon pengganti Jenderal Idham Azis, yang akan pensiun pada akhir Januari 2020, itu.

IKUT MENDUKUNG
Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat (Ketum PP) Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif alias Buya Syafii ikut mendukung keputusan Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang mencalonkan Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai calon Kapolri ke DPR.

"Sebagai pilihan Presiden kita hormati," tutur Buya Syafii dalam keterangannya, Rabu (13/1).

Di mata Buya Syafii, Listyo merupakan sosok yang memiliki hubungan baik dengan berbagai kalangan. Jenderal bintang tiga itu dekat dengan semua golongan tanpa membeda-bedakan.

"Selamat buat Jenderal Listyo Sigit sebagai calon tunggal Kapolri," kata Buya Syafii.

Sementara itu, Wakil Presiden Ma'ruf Amin juga mendukung pilihan Presiden Jokowi yang memilih Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai calon Kapolri menggantikan Jenderal Idham Aziz.

Hal ini disampaikan langsung oleh juru bicara Ma'ruf Amin, Masduki Baidlowi.

"Tentu kami dukung keputusan Pak Presiden. Dan kami juga dorong agar fit and proper test bisa segera dilaksanakan," kata Masduki dalam keterangannya, Rabu (13/1/2021).

Dia menuturkan, keputusan Presiden Jokowi memilih Listyo Sigit Prabowo dipandang tepat. Selain namanya diajukan Kompolnas,dipastikan juga sudah melewati berbagai macam tahapan dan pertimbangan.

"Saya kira itu keputusan yang tepat. Maka hendaknya semua pihak mendukung Keputusan Presiden itu," kata Masduki.
Wapres Ma'ruf Amin berharap, terpilihnya Listyo Sigit Prabowo bisa membawa institusi Polri semakin maju, sehingga semakin dicintai dan menjadi kebanggaan masyarakat.

"Harapannya, semua proses berjalan lancar. Sehingga suksesi kepemimpinan di Polri dapat berjalan dengan baik," jelasnya.

HARUS BERI DUKUNGAN
Wakil Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) MUI Pusat Zainut Tauhid Sa'adi juga mengapresiasi keputusan Presiden Joko Widodo. Dia meminta masyarakat turut mendukung keputusan tersebut.

Zainut mengatakan, penunjukan Kapolri sepenuhnya hak prerogatif presiden. Zainut menghormati keputusan tersebut karena menurutnya tentu Jokowi sudah memilih yang terbaik di antara sejumlah nama yang diajukan jadi calon Kapolri. Dia menilai semua calon ini tentu adalah putra terbaik bangsa yang berkompeten.

"Karena itu semua rakyat Indonesia harus mendukung siapa pun yang ditunjuk oleh Bapak Presiden. Kita harus bekerja sama melakukan tugas-tugas tentunya sesuai dengan porsi masing-masing. Seluruh rakyat Indonesia harus memberikan dukungan kepada Kapolri terpilih," kata Zainut saat dihubungi lewat telepon, Rabu (13/1).

Listyo Sigit dalam waktu dekat akan mengikuti fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan di DPR. Jika Listyo Sigit lolos, menurut Zainut, sudah banyak tugas besar yang menanti ke depan.

Zainut berharap nantinya Listyo Sigit bisa menjalankan tugas dengan baik. Dia menyarankan agar sosok yang menjabat Kabareskrim itu bersinergi dengan semua pihak.

"Inti dari pelaksanaan tugas itu kan koordinasi, membangun koordinasi, komunikasi, sinergi dengan berbagai pihak. Indonesia yang besar ini nggak mungkin diatasi oleh satu dua orang, tapi harus bersama-sama. Beban yang besar tugas-tugas yang besar itu akan menjadi ringan ketika dikerjakan bersama-sama. Dalam artian semua pihak ikut bertanggung jawab, ikut mendukung, saling menguatkan sesuai tugas masing-masing," ujar Zainut.

"Kuncinya sinergi," imbuhnya.

Zainut sendiri meyakini Lisyo Sigit mampu menjalankan tugas dengan baik jika nantinya dilantik menjadi Kapolri. Dia percaya mantan Kapolda Banten itu amanah dalam menjalankan tugas.

"Ya tidak memandang agamanya apa. Ini tugas negara ya, dan kita yakin bahwa Kapolri yang terpilih dia akan melindungi semua warga negara, tanpa melihat dan memandang agamanya apa. Jadi tugas negara ditempatkan di atas segalanya. Termasuk penegakan hukum tidak boleh tebang pilih, tidak boleh pandang bulu. Semua orang sama di depan hukum," ucapnya.

Demikian juga Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto menyambut baik terpilihnya Komjen Listyo Sigit Prabowo oleh Presiden Joko Widodo sebagai calon tunggal Kapolri. Terpilihnya Kabareskrim Polri tersebut tentu berdasarkan pertimbangan matang, baik dari rekomendasi nama dari Wanjakti Polri dan juga Kompolnas.

"Sebagai mantan ajudannya, presiden Joko Widodo tentu mengenal sosok dan sepak terjang Komjen Sigit sehingga kemudian dipercaya untuk memimpin Korps Bhayangkara," ujarnya secara tertulis, Rabu (13/1).

DOAKAN
Pada kesempatan terpisah, Ulama sepuh Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Turmudzi Badarudin ikut berkomentar terkait penunjukan Komjen Listyo Sigit Prabowo (LSP) sebagai calon Kapolri tunggal oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia menilai Listyo Sigit bisa amanah mengemban tugas.

"Insyaallah baik. Insyaallah baik. Mudah-mudahan ridho, kita doakan beliau sehat, dan kita mohon mudahan-mudahan Allah ridho," kata Tuan Guru Turmudzi kepada wartawan, Rabu (13/1).

"Salam saya. Mohon kepada Allah diberikan kemudahan-kemudahan kepada beliau (Listyo Sigit), salam takzim saya," sambungnya.

DUKUNG
Terpisah, Kapolri Jenderal Idham Azis meminta anggota Polri solid mendukung Komjen Listyo Sigit Prabowo yang ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon Kapolri tunggal. Idham mengatakan, dukungan diperlukan agar soliditas dan kebersamaan di Korps Bhayangkara tetap terjaga.

"Kemarin Bapak Presiden sudah resmi menunjuk calon Kapolri bapak Komisaris Jenderal Drs Listyo Sigit Prabowo. Kita semua harus memberikan kontribusi-kontribusi untuk membangun soliditas dan kebersamaan," kata Idham di sela-sela peresmian gedung baru Divisi Humas Polri, Kamis (14/1).

Idham juga meminta jajarannya dapat mendampingi Komjen Listyo selama proses fit and proper test atau uji kelayakan dan berlangsung di DPR. Uji kelayakan itu rencananya akan dilaksanakan pekan depan.
"Kita harus sama-sama mendukung beliau. Kita sama-sama mengantar rangkaian prosesi kegiatan sejak nanti fit and proper test yang dilaksanakan pekan depan sampai beliau dilantik," ujarnya.
Idham menuturkan ditunjuknya Komjen Listyo Sigit sebagai calon Kapolri tunggal merupakan hak prerogatif Presiden Jokowi. Idham yakin presiden sudah sangat mempertimbangkan berbagai aspek sehingga memilih Komjen Listyo sebagai penggantinya.
"Apa pun yang sudah ditentukan oleh Bapak Presiden itu lah hak prerogatif Bapak Presiden dengan segala macam pertimbangan," imbuhnya.
Kabaharkam Polri Komjen Agus Andrianto juga angkat bicara soal dipilihnya Kabareskrim Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo, sebagai calon Kapolri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Komjen Agus mengatakan internal Polri tetap solid, siapa pun yang berada di pucuk pimpinan.
"Kita internal solid. Kabareskrim adalah salah satu yang diajukan rekomendasi oleh Kompolnas. Dan sudah dipilih, diajukan oleh Bapak Presiden sebagai calon Kapolri," ucap Komjen Agus, Kamis (14/1).
Komjen Agus menilai Presiden Jokowi memilih calon Kapolri yang tepat. "Sudah tepatlah," sambung Komjen Agus.
Komjen Agus menjelaskan Polri merupakan institusi penegak hukum yang besar. Untuk itu, soliditas harus senantiasa dijaga. Dia juga menyampaikan soal jabatan adalah sebuah amanah.
"Institusi ini besar, harus dijaga soliditasnya. Jabatan itu amanah," kata Komjen Agus.
Komjen Agus menuturkan seluruh anggota Polri merupakan mitra kerja. Seorang prajurit Bhayangkara, sambung Agus, tak dapat bekerja seorang diri.
"Kita semua mitra. Nggak ada yang kerja sendiri. Semua harus jadi mitra," ungkap Komjen Agus.
Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menunjuk Komjen Listyo Sigit sebagai calon tunggal Kapolri menggantikan Jenderal Idham Azis. Komjen Listyo akan menjalani fit and proper test calon Kapolri di DPR pada Senin pekan depan.
Istana berharap DPR bisa memproses secara cepat Komjen Listyo Sigit sebagai pengganti Jenderal Idham Azis, yang akan pensiun pada akhir Januari 2020.
Disetornya nama Komjen Listyo Sigit Prabowo disampaikan oleh Ketua DPR Puan Maharani di gedung DPR, Rabu (13/1). Surat presiden untuk calon Kapolri dikirimkan ke DPR hari ini langsung oleh Mensesneg Pratikno.
"Surpres telah kami terima dari bapak presiden yang mana bapak presiden menyampaikan usulan pejabat Kapolri yang akan datang dengan nama tunggal yaitu bapak Drs Listyo Sigit Prabowo, M.Si., yang saat ini menjabat sebagai Kabareskrim di Polri," ujar Puan di gedung DPR siang (13/1) kemarin. (detikcom/MI/Liputan6.com/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com