Menghadapi Kondisi Pasca-pandemi Covid-19

Wapres Minta Pemuka Agama Siapkan Pedoman Umat


138 view
Wapres Minta Pemuka Agama Siapkan Pedoman Umat
(DOK. UNIVERSITAS TERBUKA)
Wapres Ma'ruf Amin dalam Dies Natalis ke-37 Universitas Terbuka yang digelar secara daring dan luring di UT Convention Center, Banten, pada Sabtu , 4 September 2021.
Jakarta (SIB)
Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta para pemuka agama agar melakukan kajian untuk pedoman umat dalam menghadapi kondisi pasca-pandemi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Ma'ruf di acara Dialog Lintas Agama yang digelar Masjid Istiqlal secara virtual, Selasa (7/9).

"Dalam mengantisipasi kondisi pasca-pandemi saat ini, para pemuka agama dan pimpinan organisasi keagamaan perlu melakukan kajian guna mempersiapkan suatu konsep yang dapat dijadikan pedoman umat dan masyarakat," ujar Ma'ruf.

Konsep tersebut nantinya diharapkan menjadi pedoman umat dan masyarakat dalam menjalani era endemi pasca pandemi Covid-19.

Terlebih, saat ini pemerintah sedang menyiapkan untuk memasuki era endemi dari semula pandemi Covid-19. Oleh karena itu, Ma'ruf pun menilai dalam menghadapi era endemi tersebut perlunya menjalin kolaborasi yang lebih kuat.

Kolaborasi itu baik antar-organisasi keagamaan maupun pemerintah dan pemangku kepentingan lain. "Karena berbagai disrupsi akibat pandemi Covid-19 yang dialami umat dan masyarakat merupakan tantangan tersendiri bagi para pemuka agama," kata dia.

Dalam masa pandemi, Ma'ruf menyebut bahwa tantangan utama yang dihadapi para pemuka agama adalah dalam menanamkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan, mematuhi protokol kesehatan, serta mengikuti vaksinasi.

Ma'ruf mengatakan, itu semua adalah ikhtiar lahiriah yang bersifat wajib demi menjaga seseorang dari bahaya. Para tokoh agama memiliki peranan penting sebagai panutan dan rujukan masyarakat dalam berbagai hal, termasuk pada masa pandemi dan setelahnya.

"Terlebih lagi di masa pandemi yang sedang kita hadapi selama 18 bulan terakhir ini, termasuk dalam mempersiapkan era endemi dengan pola berkehidupan baru pasca-pandemi Covid-19," kata dia.

Siapkan Skenario
Ma'ruf juga mengatakan, pemerintah masih mendetilkan skenario untuk mengubah status pandemi Covid-19 menjadi endemi.

Menurut keterangan ahli, Ma'ruf menyatakan, perubahan status ini dilakukan lantaran Covid-19 tidak akan cepat hilang sebelum ada obat yang manjur.

"Pemerintah sedang menyiapkan skenarionya secara lebih detil untuk menghadapi masa endemi karena Covid-19 tidak akan cepat hilang sebelum ada obat yang manjur," kata Ma'ruf saat meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (RSKGM FKG UI), Jakarta, Selasa (7/9).

Oleh karena itu, kata dia, apabila sudah turun status menjadi endemi, maka masyarakat tetap harus terus menerapkan protokol kesehatan dan melakukan vaksinasi.

Ma'ruf menuturkan, dalam hal vaksinasi, nantinya juga akan dilanjutkan dengan penyuntikan dosis ketiga vaksin sebagai booster. Meskipun demikian, saat ini booster vaksin baru diberikan kepada tenaga kesehatan sebagai garda terdepan penanganan Covid-19.

"Itu salah satu yang kami siapkan. Tapi yang lebih detilnya sedang disiapkan skenarionya seperti apa," kata dia.
"Yang pasti, penerapan protokol kesehatan berlanjut, vaksinasi sampai tiga kali, booster. Ini yang sedang disiapkan pemerintah," lanjut Ma'ruf.

Adapun dalam persiapan memasuki endemi itu pun, pemerintah melakukan percepatan vaksinasi Covid-19 untuk mencapai target herd immunity atau kekebalan kelompok.

"Ini (vaksinasi) memang upaya kita tanggulangi Covid-19. Memang bukan berarti kalau sudah divaksin bebas atau kebal, ini untuk mempersiapkan supaya nanti Covid-19 tidak lagi pandemi tapi menjadi endemi sehingga harus dipersiapkan 77 persen atau 208,2 juta penduduk harus sudah divaksin," ucap dia.

Ma'ruf berharap proses vaksinasi bisa rampung Desember 2021. Namun diakuinya bahwa dalam melakukan vaksinasi tersebut ada banyak hambatan yang menyertai. Salah satunya sulitnya akses untuk mendistribusikan vaksin.

"Tapi kami harapkan secepatnya. Inilah yang sekarang kami siapkan tapi juga terus melakukan testing tracing treatment (3T) yang kita lakukan. Apalagi sekarang sudah terjadi penurunan (kasus)," kata dia. (Kps/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com