Warga Divaksinasi Tak Sampai 5 Persen, Jatah Dosis Vaksin Turun Pula


286 view
Warga Divaksinasi Tak Sampai 5 Persen, Jatah Dosis Vaksin Turun Pula
(Foto: DEDY ISTANTO)
Ilustrasi vaksinasi COVID-19. 
Jakarta (SIB)
Menkes Budi Gunadi Sadikin menyampaikan pasokan vaksin Covid-19 ke Indonesia turun dari 30 juta dosis menjadi 20 juta dosis di bulan Maret-April. Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris menyinggung warga Indonesia yang tervaksinasi baru mencapai 5 persen dari 181 juta penerima.

Awalnya Charles menjelaskan terkait kendala pasokan vaksin Covid-19 ke ratusan negara salah satunya Indonesia. Menurutnya penurunan dosis vaksin ini memang tidak dapat dihindari.

"Terkendalanya pasokan vaksin Covid-19 ke ratusan negara termasuk Indonesia sehingga laju vaksinasi di dalam negeri tidak bisa seperti sebelumnya, adalah sesuatu yang tak terhindarkan (unavoidable). Hal ini mengingat Indonesia selama ini mengandalkan suplai vaksin dari negara-negara produsen yang kini menerapkan embargo akibat terjadinya gelombang ketiga (third wave) di negaranya masing-masing," kata Charles, dalam keterangannya, Selasa (6/4).

Politikus PDIP ini mengapresiasi sikap Menkes Budi yang tetap transparan mengabarkan turunnya dosis vaksinasi ini.
Menurutnya dengan adanya informasi ini, maka masyarakat seharusnya bisa mengambil langkah untuk lebih taat dan mengetatkan protokol kesehatan.

"Dengan adanya informasi seperti ini, masyarakat harus semakin taat dan ketat dalam menerapkan protokol kesehatan.
Terlebih di tempat-tempat dan fasilitas-fasilitas umum yang sudah, atau sedang direncanakan dibuka kembali, seperti bioskop, sekolah, dan sebagainya," ucapnya.

"'Third Wave' yang sedang dialami negara-negara produsen vaksin sekarang ini bisa menjadi pelajaran penting buat kita agar selalu taat dan ketat dalam menerapkan protokol kesehatan. Bahwa gelombang baru penyebaran Covid-19 bahkan bisa terjadi di negara-negara penghasil vaksin dengan laju vaksinasi yang cepat sekalipun," lanjutnya.

Kemudian Charles juga menyinggung terkait progres vaksinasi di Indonesia yang baru mencapai 5 persen dari 181 juta warga yang harus divaksinasi. Dengan demikian, menurutnya perjalanan untuk menuju herd immunity di Indonesia masih panjang.

"Proses vaksinasi Covid-19 di Indonesia yang sudah berjalan selama ini baru menjangkau kurang dari 5% dari total sasaran vaksinasi nasional sebanyak 181 juta orang. Perjalanan Indonesia menuju herd immunity (70% populasi) masih panjang," ujarnya.

Sebelumnya, Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan stok vaksin Corona di Indonesia terdampak embargo yang dilakukan oleh India. Imbasnya, pada April nanti Indonesia hanya memiliki stok 7 juta vaksin dari Sinovac.

"Ada berita buruk, si India itu termasuk yang naik karena dia naik dia embargo vaksinnya tidak boleh keluar AstraZeneca yang dikirim ke WHO atau GAVI," kata Budi saat rilis survei Charta Politika, Minggu (28/3).

"Bulan Maret, kebetulan Sinovac-nya masih cukup banyak, saya mau lapor ke kakak-adik gubernur, bulan April Sinovac-nya cuma 7 juta," sambung dia. (detikcom/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib.com edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com