Sejumlah Gereja akan Bersinode

Warga Gereja Harus Jadi Terdepan Dukung Imbauan Presiden Junjung Tinggi Protokol Kesehatan

* Ketum PGI Medan Berpesan Peserta Sinode Dirapid Test

266 view
Foto Dok/Pdt Martin Manullang MTh
Pdt Martin Manullang MTh.
Medan (SIB)
Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Daerah Kota Medan Pdt Martin Manullang MTh mengajak warga gereja jadi teladan memutus rantai penyebaran Covid-19. Meski sudah ada sekitar 75 persen gereja melaksanakan ibadah, ia mengimbau para pengurus gereja melaksanakannya dengan protokol kesehatan yang sangat ketat.

“Warga gereja harus terdepan menerapkan protokol kesehatan, sehingga jadi contoh yang baik bagi masyarakat luas. “Ingkon sitiruon do hita” (jadi panutanlah kita), pakai masker, bahwa handsanitizer, ketika beribadah dan di mana saja berada, agar terlihat warga gereja adalah anak-anak Tuhan yang menjadi garam dan terang dunia,” kata Pdt Martin kepada wartawan, Selasa (8/9) di kantor PGI-D Medan Jalan Bahagia, Kecamatan Medan Kota.

Karena, lanjut dia, Presiden RI Joko Widodo selalu mengimbau masyarakat supaya tetap melaksanakan protokol kesehatan demi keselamatan orang banyak. “Apalagi grafik pandemi Covid ini secara nasional selalu naik, maka imbauan Presiden harus didukung terlebih oleh warga gereja. Dengan adaptasi baru ini, warga sudah mulai beraktifitas dengan protokol kesehatan. Pakailah selalu masker, karena maskermu menyelamatkanku dan maskerku menyelamatkanmu,” katanya.

Pendeta HKBP Resort Tanjung Sari ini mengungkapkan hal itu mengingat sudah dimulainya ibadah di beberapa gereja di Kota Medan. Pengurus masing-masing gereja diminta tidak lengah, tetapi tetaplah disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan sangat ketat. Jangan sampai gereja menjadi cluster baru penyebaran Covid, makanya harus diantisipasi semaksimal mungkin.
“Untuk ibadah memang tidak ada yang melarang, tapi bagi anak-anak sekolah minggu dan lansia janganlah dulu dipaksakan beribadah di gereja, di rumah saja. Untuk kehadiran jemaat harus 20 persen dari kapisatas gedung gereja. Kita harus ikut memutus rantai Covid ini,” terangnya.

Dia mencontohkan ibadah di gereja HKBP Tanjung Sari yang dipimpinnya. Kapasitas gedung 1000 hanya boleh diisi 220 orang. Bagi yang mau ibadah harus mendaftar terlebih dahulu, sehingga petugas tahu menempatkan nomor tempat duduknya. Wajib pakai masker selama beribadah dan mencuci tangan sebelum masuk gedung. “Pekerjaan kita terukur, terkontrol dan teridentifikasi. Kalau ada yang terjangkit tahu kita siapa orangnya. Tapi ada orang yang memilih beribadah di rumah, ini harus dihargai. Karena ibadah di rumah sama juga dengan beribadah di gereja,” tuturnya seraya mengatakan ibadah gereja tersebut dibuat live agar warga gereja bisa mengikutinya dari rumah.

Lebih lanjut dikatakannya, dalam waktu dekat banyak denominasi gereja yang akan melaksanakan Sinode periode sebagai perhelatan memilih pemimpin gereja, seperti HKBP, GKPI, HKI, GKPS, GBKP dan lainnya. Dia berharap terpilih para hamba Tuhan yang benar-benar mengabdi kepada Tuhan dan membawa gereja semakin baik ke depan. Dalam pelaksanaan sinode ini, PGI-D Medan mengimbau agar dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “Sebaiknya dilakukan dulu rapid test supaya terjamin kesehatannya, sehingga yakin sinode benar-benar dalam protokol kesehatan. Kalau dengan swab juga lebih baik, tapi itu tergantung keuangan masing-masing gereja,” tuturnya. (M10/d)
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com