Warga Rusia Mengamuk, Puluhan Tempat Wamil Dibakar

* Protes Mobilisasi Militer, Ribuan Orang Ditangkap

308 view
Warga Rusia Mengamuk, Puluhan Tempat Wamil Dibakar
Foto: vk.com/welomonosovs via themoscowtimes
DIBAKAR: Kantor rekrutmen wajib militer dibakar di Lomonosov, wilayah Leningrad, Kamis (22/9) setelah Presiden Vladimir Putin memerintahkan mobilisasi yang memungkinkan rakyatnya berperang di Ukraina. 

Kejadian serupa juga terjadi di sejumlah daerah lain, seperti Gatchina dan Mordovia. Namun, tak ada korban terluka dalam rentetan insiden ini.

Berdasarkan laporan Novaya Gazeta, warga sudah beberapa kali membakar tempat perekrutan wajib militer di Rusia sebelum pengumuman mobilisasi pekan lalu.

Namun setelah pengumuman itu, insiden pembakaran semacam ini semakin sering terjadi. Warga naik pitam karena ogah direkrut untuk berperang di Ukraina.

Keputusan Putin ini juga memicu aksi demonstrasi di berbagai kota di Rusia. Orang-orang yang tak ikut berdemonstrasi memilih langsung kabur ke luar negeri, memicu kenaikan volume kendaraan di perbatasan Rusia.

Marah

Publik Rusia marah setelah mahasiswa, warga lanjut usia (lansia), bahkan orang-orang yang sakit secara keliru diperintahkan melapor untuk bertugas terkait mobilisasi militer ke Ukraina. Otoritas Rusia pun berjanji memperbaiki kesalahan dalam pemanggilan pasukan untuk operasi militer di Ukraina tersebut.

Seperti dilansir, Senin (26/9), ketika mengumumkan mobilisasi militer parsial, Rabu (21/9) pekan lalu, Presiden Vladimir Putin menyatakan hanya orang-orang dengan keterampilan yang 'relevan' atau memiliki pengalaman militer yang akan dipanggil untuk bergabung.

Namun banyak warga yang meluapkan kemarahannya setelah melihat -- terkadang tidak masuk akal -- kasus-kasus orang-orang yang tidak layak bertugas dipanggil otoritas Rusia untuk bergabung dalam operasi militer itu.

Salah satunya kasus di wilayah Volgograd, Rusia bagian barat daya, ketika otoritas setempat memanggil seorang mantan staf militer yang berusia 63 tahun dan menderita diabetes untuk hadir di kamp militer. Pemanggilan dilakukan meskipun warga itu memiliki kesehatan yang buruk dan gangguan serebral.

Ditangkap

Kepolisian Rusia menangkap lebih dari 100 orang di wilayah Dagestan, dalam unjuk rasa memprotes mobilisasi militer yang diperintahkan Presiden Vladimir Putin. Total ribuan orang telah ditangkap dalam unjuk rasa serupa di berbagai wilayah Rusia.

Seperti dilansir, Senin (26/9), Dagestan yang merupakan republik yang miskin dan mayoritas Muslim di Kaukasus Utara, telah melihat lebih banyak warganya tewas dalam operasi militer di Ukraina dibandingkan wilayah Rusia lainnya.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com