Sejak Covid, Kesenjangan di RI Makin Tinggi

Yang Kaya Makin Kaya, Yang Miskin Makin Miskin

* Jokowi Minta Perizinan di BUMN Direformasi

233 view
Yang Kaya Makin Kaya, Yang Miskin Makin Miskin
Foto Istimewa
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir
Jakarta (SIB)
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, pandemi covid-19 telah berdampak kepada makin tingginya kesenjangan ekonomi. Untuk itu, dia selalu meminta agar BUMN terus menjaga keseimbangan ekonomi melalui sinergi dengan UMKM dan kelompok masyarakat.

"Tugas kami di BUMN sebagai sepertiga kekuatan ekonomi Indonesia, untuk melakukan intervensi, yang hari ini kesenjangan makin tinggi sejak covid. Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin. Tetapi kita tidak boleh salahkan siapa-siapa, karena itu adalah rahasia Allah," kata Erick di Jember, Minggu (21/11).

Dia pun mengingat nasehat ayahnya, bahwa arus ekonomi harus cepat didistribusikan secar merata agar bisa dinikmati semua kalangan. Menurut ayahnya, ekonomi itu seperti membuat kopi. Harus ada pemerataan uang sebanyak-banyaknya, diputar secapat-cepatnya, agar semua merasakan dan jangan sampai mengendap di satu titik.

"Ekonomi kita akan terus tumbuh. Jadi semua akan dapat kuenya, asal jangan serakah. Seperti yang disampaikan almarhum bapak saya. Beliau mengajarkan teori ekonomi itu seperti bikin kopi. Kita bisa memilih kopi manis, kopi pahit atau kopi pakai susu. Tetapi menjadi tidak enak kalau tidak diaduk secara merata," imbuhnya.

Untuk itu, dia meminta agar masyarakat tetap optimis terhadap pemulihan ekonomi. "Tidak perlu takut, semua data menunjukkan bahwa sampai tahun 2045, ekonomi kita akan terus tumbuh, jadi tidak perlu diributkan. Yang bahaya itu, kalau negara kita rusuh, tidak rukun dan saling menyalahkan," jelasnya.

Harus Ditutup!
Erick Thohir menyebut, BUMN yang tak berkembang dan tidak efisien sudah selayaknya ditutup karena tidak menguntungkan.

Pernyataan itu disampaikan oleh Erick dalam kunjungan kerja dan dialog dengan karyawan pemintal tembakau bahan cerutu di gudang milik PT Perkebunan Nusantara X di Desa Ajung, Jember, Jawa Timur, Sabtu (20/11).

Dalam hal ini, Erick mengatakan, ada 7 BUMN yang setidaknya sudah tidak beroperasi sejak 2008. Meski demikian, ia tidak merinci BUMN yang dimaksud.

"Intinya kan banyak BUMN yang sudah tidak beroperasi dari tahun 2008, itu ada tujuh, memerlukan proses yang sangat lama," kata Erick Thohir usai kunjungan kerjanya.

"Kalau kita sebagai pemimpin tidak melakukan apa-apa kan zalim, apalagi sudah tidak beroperasi 2008, yah harus ditutup," lanjut Erick.

Sejak menjabat sebagai Menteri BUMN, Erick telah menyampaikan kepada seluruh direksi untuk mengecilkan jumlah perusahaan BUMN.

Menurut Erick, penutupan itu bukan berarti mengurangi karyawan, melainkan menggabungkan dengan perusahaan yang sama atau sejenis.

"Kalau jenisnya sama, kita gabungkan, seperti PT Energy Management Indonesia atau EMI. Nah itu berdiri sendiri, padahal kita sudah punya PLN," lanjut Erick.

Direformasi
Terpisah, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan Indonesia memperoleh persepsi positif negara lain di dunia. Sebab, Indonesia mampu melakukan perubahan terutama dari sisi perizinan yang prosesnya semakin cepat dan mudah.

Pujian dari negara lain disampaikan langsung kepada Jokowi saat dia melakukan lawatan ke luar negeri, dalam hal ini Uni Emirat Arab (UEA).

"Saya kemarin dua kali, berbeda menteri di Dubai dan Abu Dhabi. Menteri Uni Emirat Arab, kemudian di rumahnya Crown Prince MBZ juga, berbicara apa yang mereka sampaikan kepada saya, yang saya senang banget: 'Presiden Jokowi, saya melihat Indonesia sekarang sudah berubah'," kata Jokowi menceritakan percakapannya, disampaikan dalam siaran di saluran YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (20/11).

Lantas Jokowi menanyakan apa yang berubah dari Indonesia? Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mendapatkan jawaban bahwa sekarang urusan di Indonesia sudah serba cepat.

"Saya tanya kenapa? Apanya? 'Semuanya serba cepat, saya minta ini, sehari-dua hari langsung dikerjain, saya minta ini sehari-dua hari sudah selesai'," tuturnya.

Dia mengakui bahwa sebelumnya hal-hal yang menyangkut birokrasi dan BUMN memang membuat pusing. Dia pun memerintahkan agar urusan perizinan di BUMN seluruhnya direformasi agar lebih cepat. Dengan demikian negara-negara lain akan melihat Indonesia memang sudah berubah lebih baik.

Jokowi pun tak ingin persepsi positif dari negara lain runtuh karena BUMN tak menjalankan instruksinya, yakni melakukan percepatan di sisi birokrasi dan perizinan.

"Ini jangan sampai persepsi itu nanti runtuh gara-gara apa yang tadi saya sampaikan tidak dikerjakan dengan cepat," tambahnya. (merdeka/KpsTV/Detikfinance/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com