Malaysia Gali Seni Tradisi Termasuk Adaptasi dari Nusantara Kuatkan Industri Kreatif


207 view
(Foto: MT/TWHarsono Pane)
Malaysia: Konjen Malaysia di Medan Aiyub Omar (tengah) bersama Konsul Perpelancongan Malaysia di Medan Hisamuddin Mustafa, penggiat industri kreatif Jenny dari Jens & Co Travel - Medan Obaja , M Faisal, Rizanul dan Swisma Nb Tanay, Kamis (28/1) di Medan. 
Medan (SIB)
Meski menutup wilayahnya untuk warga luar tapi industri kreatif Malaysia tetap menggeliat. Satu di antaranya sektor pariwisata. Kementerian Kebudayaan, Seni dan Pariwisata terus menggali seni tradisi, termasuk adaptasi dan akulturasi seni dari Nusantara.

Konsul Perpelancongan Malaysia di Medan Hisamuddin Mustafa, Kamis (28/1) di Medan mengatakan, sejak pademi Covid-19
khususnya lockdown, Malaysia praktis tertutup bagi warga asing. “Tapi, hampir sebagian besar aktivitas, berjalan. Khususnya di industri kreatif,” tegasnya di jeda relaunching sekretariat Malaysia Tourism yang berada di Kompleks Konsulat Jenderal Malaysia di Medan. “Turis domestik tetap berjalan tapi mengindahkan protokol kesehatan yang sangat ketat,” tegasnya.

Ia menunjuk kebiasaan baru warga Malaysia di negeri semenanjung tersebut. destinasi utama ke alam bebas. “Wang Gunung yang eksotik,” paparnya.

Yang dimaksudnya adalah tempat wisata populer di Negeri Perlis yang memiliki gunung batu hampir 500 meter. Di kawasan yang berbatasan dengan Thailand terhampar medan cadas berbatuan. Wilayahnya di daerah Machinchang, Setul, Kubang Pasu dan Chuping.

Langkah seni dengan menghidupkan kelompok penggali warisan leluhur nonbenda. Homestay di negara tersebut memiliki kelompok penggiat seni. Setiap tetamu datang dan bermalam, dihadapkan dengna pergelaran seni inklusif. “Tamu yang datang pun ikut menaris bersama, bernyanyi bersama. Rianglah,” tambahnya.

Di akun @TourismMalaysia Medan, dipublikasikan bagaimana homestay tersebut menjaga kebersihan higienis dengan menyemprot disinfektan. “Di kampung wisata, seluruh homestay menawarkan tentang kebiasaan-kebiasaan warga setempat serta makanan khas yang ada, termasuk seni,” tambahnya didampingi Marketing Manager TW Harsono Pane, Natasya Andriani, Anika Mayasari dan Eddy Syahputra.

Homestay, ujarnya, tak sekadar menawarkan penginapan, tapi adat istiadat setempat kepada wisatawan. Tentang wajah baru Malaysia Tourism Medan, menurutnya, disesuaikan dengan selera milenial dengan keceriaan.
Di ruang tamu ada pojok yang ditata seperti ruang santai di kafe-kafe. “Agar lebih mesra. Kreativitas pun mengalir,” tutupnya. (R10/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com