Asosiasi Minta Maaf Sehubungan Perbudakan di KPop


174 view
Internet
Ilustrasi KPop
Seoul (SIB)
Asosiasi Manajemen Hiburan Korea minta maaf atas kekerasan yang terjadi di sekolah calon bintang. Bila tudingan benar, asosiasi akan membela korban.

Dalam pernyataan bersama yang dirilis Jumat (19/3), Asosiasi Manajemen Hiburan Korea bersama Asosiasi Produser Hiburan Korea, Asosiasi Produser Drama Korea serta Federasi Budaya dan Seni Populer Korea juga minta masyarakat menahan diri, terutama dalam menanggapi rumor yang belum dikonfirmasi.

Hal itu dimaksudkan guna menghindari kerusakan pada industri sekaligus kru, terutama yang terlibat dalam proyek bersama artis yang dikabarkan melakukan perundungan.

Sebelumnya, tudingan terjadi perbudakan di industri KPop mengemuka setelah media yang terbit di Pyongyang, Korea Utara melaporkan indikasi tersebut. Selain berita dimaksud, ada dugaan insiden perundungan yang menyeret nama Ji Soo, yang melakukan pemukulan pada rekannya. Aktor populer itu kemudian minta maaf.

Asosiasi menganggap isu perundungan tak hanya memengaruhi artis yang diekspos, tapi juga industri budaya populer secara keseluruhan serta menghabiskan biaya sia-sia. Asosiasi itu pun berharap pengungkapan dugaan perundungan disertai kebenaran dan fakta-fakta. "Kami akan menjelaskan dan mendidik selebritas tentang tanggung jawab dan kewajiban sosial," tulis pernyataan 4 asosiasi itu seperti disiarkan CNNIndonesia.com.

Konsekuensinya, Ji Soo hengkang dari proyek ‘River where the Moon Rises’ yang sejatinya telah selesai syuting 18 dari 20 episode. Ia pun cuti dari industri hiburan. Dampaknya berimbas pada syuting di mana produser menghapus seluruh adegan yang menampilkan Ji Soo. Syuting ulang dengan Na In-woo sebagai On Dal untuk menggantikan Ji Soo. (T/R10)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib.com edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com