Bioskop di India Beroperasi Lagi Saat Positif Covid-19 Meningkat


182 view
AFP/Jung Yeon-je
Ilustrasi bioskop.
Mumbai (SIB)
Bioskop di India sejak Kamis (15/10) beroperasi lagi setelah 7 bulan tutup. Banyak kritik tapi keoptimisan dipatri. Angka positif covid-19 di negara dengan penduduku nomor dua terbanyak itu mencapai 7,3 juta. Namun, sejumlah pakar tak memercayai penghitungan tersehut karena sistem pelaporan dan infrastruktur kesehatan yang buruk.

PVR Cinemas, jaringan bioskop terbesar di India melaporkan, pengoperasian mengindahkan protokol kesehatan yang ketat. Mulai harus tetap bermasker, tempat duduk dibatasi dan jadwal tayang agar tak terlalu banyak penonton berkumpul dalam satu waktu. "Kami sudah mengatur semuanya, mungkin lebih ketat dari yang disarankan. Semua titik yang banyak disentuh di bioskop bahkan sudah dilumuri anti-microbial," ujar kepala PVR Cinemas New Delhi, Gagan Kapur, seperti disiarkan CNNIndonesia.Com.

Meski demikian, jaringan bioskop di beberapa negara bagian dengan tingkat penularan Covid-19 yang masih tinggi tak mau ambil risiko, termasuk Mumbai sebagai tuan rumah Bollywood.

Negara bagian tempat Mumbai berada, Maharashtra, memang menjadi kawasan di India dengan tingkat infeksi virus corona paling tinggi. Maharashtra menyumbang 37 persen dari keseluruhan angka kematian di India akibat Covid-19.

India memang masih terus berjuang melawan corona. Saat ini, mereka menempati posisi kedua setelah Amerika Serikat sebagai negara dengan kasus Covid-19 terbanyak di dunia.

Negara pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi ini diperkirakan bakal menyalip posisi AS karena laju penambahan kasus Covid-19 di India cukup cepat.

Sejak pandemi merebak di dunia sejak awal Maret, kasus Covid-19 di India memang terus meningkat hingga pada Agustus, infeksi virus corona bertambah 2 juta dalam satu bulan. Sebulan setelahnya, kasus bertambah 3 juta.

Pada September, India mencatat rekor penambahan kasus harian terbanyak, hingga menembus 97.894 dalam waktu 24 jam. Bulan Oktober, India memang melaporkan pelandaian kasus dengan kasus harian rata-rata 70 ribu tapi laporan itu dikritik para ahli. (T/R10/a)
Penulis
: Redaksi