Covid- 19: Nikita Mirzani Sembuh dalam 3 Hari, Dewi Perssik 2 Kali Positif, Tagor Aruan Sempat Koma


178 view
Foto: Dok/KIB
Sembuh: Capt R Tagor Aruan dan Annesley Patio AB Aruan sembuh dari terinfeksi Covid-19. Dengan gejala tak sama dan proses perawatan beda, orangtua dan borunya melewati fase kritis dengan pengalaman berbeda. 
Jakarta (SIB)
Dewi Perssik terpapar virus corona. Gejala yang dirasakan pemilik goyang gergaji itu, beda dari biasanya. Tubuhnya lemas. Di hari ke-11 ruam seperti cacar air tumbuh di seluruh wajah dan dada. Semakin hari semakin banyak hingga di hari ke-14. “Hari kelima belas, sembuh dan langsung ke rumah sakit. Hasil swab dinyatakan negatif hingga boleh kembali ke rumah,” ceritanya di kanal YouTube.

Tetapi, 16 Desember tiba-tiba tubuhnya menggigil. Dadanya sesak. "Aku juga tidak bisa napas ketika itu. Napasnya seperti banyak asap di sini (dada), kayak terengah-engah gitu," bebernya.

Tanggal 17, aktris yang juga pesinetron itu divonis terpapar Covid-19. Artinya, terserang untuk kedua kali. Tanggal 21 swab dua kali dan hasilnya negatif.

Beda dengan Nikita Mirzani. Aktris dan presenter itu reaktif Covid-19. “Gue 3 hari doang,” ujar perempuan yang disapa Niki tersebut sambil mengatakan masuk dalam kategori orang tanpa gejala. “Gue enggak ada gejala. Enggak demam, hidung gue enggak mampet, gue makan malah banyak,” katanya.

Sakit yang dideritanya cuma tiga hari. “Ternyata setelah 3 hari, gue swab, eh negatif,” tuturnya.
Hal serupa dirasakan Capt R Tagor Aruan. Ketua Komite Independen Batak (KIB) itu tidak tahu kapan tertular dan siapa penularnya. “Yang pasti, kepala pusing alang-kepalang. Lemas,” ceritanya.

Ia ke rumah sakit tapi didiagnosis thypus. Itu sebabnya suami dari Mutiara Br Sitinjak minta dirujuk ke RS Advent Medan untuk perawatan seperti hasil diagnosis rumah sakit pertama.

Setelah ditangani dokter ahli, didapat gejala seperti terpapar Covid-19. Swab dan periksa darah dipastikan terpapar hingga dirujuk ke rumah sakit khusus penanganan warga terinfeksi virus corona.

Saat serupa, putrinya yang jago musik, Annesley Patio AB Aruan didiagnosis terpapar virus mematikan tersebut. “Tapi boruku itu masuk dalam golongan OTG,” ceritanya.

Itulah yang membuatnya sama-sama dirawat di rumah sakit khusus. Ruangannya pun berdekatan hingga Annesley ikut menjaga orangtuanya. Padahal, Angela Martha AB Arun, borunya yang lain, ahli medis tapi tidak boleh terlibat.

Tagor Aruan sempat memasuki masa krisis, bahkan anfal. “Mungkin saya koma tapi semua yang berbunyi di ruangan, saya dengar. Boru saya terus berdoa, saya dengar. Boru saya terus membangunkan, saya dengar tapi tak dapat saya lakukan,” kenangnya.

Menjelang hari ke-20, ia merasa ada sosok putih. Serba putih yang membangunkannya. “Mungkin itu malaikat. Keesokan harinya saya tiba-tiba kuat. Swab dua kali, dinyatakan negatif hingga buru-buru minta pulang,” ujar pria yang genap 21 hari dirawat.

Annesley lebih dahulu sembuh.”Covid-19 itu ada dan nyata. Menghindarinya harus patuh protokol kesehatan. Bermasker, mencuci tangan dan menggunakan hand sanitizer dan menaga jarak,” tutup Tagor Aruan. (T/R10/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com