Industri Kreatif Milenial Etnik di Masa Pandemi


124 view
Foto: Dok/HarimauToba
MILENIAL ETNIK: Ramches Patar Hutauruk mengenakan busana corak gorga bersama Rapael Ipan Hutauruk dan Gabriel Ipan Hutauruk, buah hati dari pernikahannya dengan dr Indah Panorangi Tambunan. Menciptakan milenial mencintai etnik dengan mencontohkan.
Lawedesky (SIB)
Komunitas warga yang berwadah dalam Harimau Toba (Hartob) memaksimalkan masa pandemi Covid-19 dengan berbagi, tanpa memandang latar belakang si penerima. Ketuanya, Ramches Patar Hutauruk, menggandeng kegiatannya juga untuk menggairahkan industri kreatif. “Setiap puak di Nusantara punya keunggulan kearifan yang dapat menopang industri kreatif,” sebut pria kelahiran 13 Januari 1988 itu saat menyerahkan bantuan pada warga terdampak wabah virus corona, Minggu (11/10). Didampingi Frans Sianipar, warga kelahiran Lawedesky yang ekspatriat di Uni Emirat Arab dan sejumlah tokoh Toba di Aceh, Patar Hutauruk ke luar-masuk hutan, naik turun bukit bahkan gunung menyerahkan bantuan.

Mulai dari Aceh hingga ke wilayah Timur Indonesia. Bahkan, tatkala menyerahkan bantuan di Nias, rombongan Harimau Toba berakulturasi dengan budaya setempat. “Sama-sama Batak dan sama-sama memiliki kebudayaan. Generasi mudanya sama-sam bertanggung jawab melestarikan warisan leluhurnya,” tegasnya.

Menurutnya, ketia seseorang berada jauh dari kampung halaman, mulai tumbuh fanatismenya pada budaya leluhurnya. “Idealisme seperti itu mulanya ditumbuhkan dengan mengenalkan budaya leluhur dan melakoninya,” tambah Patar Hutauruk.

Menurutnya, banyak komponen dalam industri kreatif berbasis kearifan lokal. Mulai dari sandang di mana Bangso Batak memiliki ulos, perkusi yang mencakup seluruh alat musik bahkan yang hampir punah, tulila. Termasuk warisan seni nonbenda. “Di era digital, untuk makin mendekatkan dengan kelompok milenial, pekerja seni dituntut kreatif dan inovatif,” harapnya.

Ia berharap seluruh warga berupaya melestarikan hingga terbentuk budaya Indonesia yang kuat. Impiannya direalisir di Jalan Medan - Kutacane khususnya di kompleks Klinik Cinta Kasih dan Apotek Cinta Kasih dengan ornamen Toba. (T/R10/a)