Mezbah; Mulai Klasik, Dangdut hingga Rock MemujiNya


614 view
Mezbah; Mulai Klasik, Dangdut hingga Rock MemujiNya
SIB/Dok
Mezbah saat tampil dalam perayaan Natal Keluarga Besar Pelayanan Pemuda dan Remaja (Pelprap) Gereja Pentakosta di Indonesia (GPdI) Medan Selatan, Minggu, (13/12) di Balai Rasa Sayang Hotel Polonia Medan.
Medan (SIB)- Mezbah begitu populer. Minimal di jalur indie. Buktinya, ketika protokol memanggil Mezbah tampil untuk menghibur di perayaan Natal keluarga besar Pelayanan Pemuda dan Remaja (Pelprap) Gereja Pentakosta di Indonesia (GPdI) Medan Selatan, Minggu (13/12) di Balai Rasa Sayang Hotel Polonia Medan, hampir seluruh yang hadir bertepuk.

Ruangan berubah hening tapi seketika berganti dengan riuh sorak tatkala Glandy Tulus Halattu ngerap. Syair yang diucapkannya makin dinamis, paduan bahasa Inggris dan Indonesia. Semakin lama semakin kencang bergemuruh. Penampilan pemuda berdarah Batak - Ambon itu ditingkah beat box dari Bill Fajar dan Cevas Soplanet.

Pertunjukan memang membumi bagi anak-anak muda. Saking menghibur, sebagian pengunjung di bagian belakang ikut berjoget dan bersorak-sorak. Ketua Pelprap Medan Selatan Pdm Moody Tambuwun SSi ikut menyemangati. “Bersuka citalah memuliakanNya,” ujar pendeta muda di GPdI El-Shaddai Padang Bulan itu didampingi Ketua Panitia Natal Bram Sembiring, sekretaris Hanna Adelia Siregar dan Via Ritonga terlihat hadir Jason Siringoringo, Pastor Joseph Surbakti, Joey Sipata dan Eva Tambuwun Sorongan.

Dari acara bertema Generasi Anak Panah, Mazmur 127:4 dengan penyampai firmanNya Pdt Dr Elim Simamora MTh itu, Mezbah mengisi hiburan di tempat lain di hari serupa.

***
Mezbah adalah kumpulan anak-anak muda yang memilih jalur musik memuliakanNya. Grup terbuka. Maksudnya, siapa saja yang ingin bergabung, dipersilakan ikut. Syaratnya harus memiliki talent seni dengan genre apa saja. Setiap tampil, yang disuguhkan sesuai selera anak-anak muda.

Seperti penampilan ‘sejenak’ di acara tersebut. Genre klasik digabung dengan pop termasuk irama yang tergolong sulit seperti jazz. Lagu yang dibawakan ciptaan Mezbah tapi disesuaikan dengan tema acara.

Masing-masing yang naik pentas menunjukkan kualitasnya tapi teramu dengan satu lagu yang rancak. Bill Fajar dan Cevas Soplanet beat box, Rizky Nainggolan gitaris rythm, melodi Dodi Sinaga, bass Marco Sibuea, biola Ella Pelupesy, vokal Naomi Harahap, Glen di rap. Di luar pentas, Zion Pesolima menjalankan tugas mendokumentasikan.

Mezbah adalah metamorfosis dari Maximus Effeck yang dibentuk tahun 2009 dengan personel awal Glen, Bram dan Erick Panjaitan serta William Firman Sianturi plus Ricardo Sialagan. Genre yang dipilih hip hop yang saat itu sangat digandrungi remaja dunia. Tahun 2012 bubar karena kesibukan masing-masing.

Meski demikian sempat membikin mini album berisi 7 lagu. Vakum sampai Maret 2013, bangkit lagi membentuk Mezbah yang kali fokus untuk rohani.

Tekad sudah bulat dan harus terus menggelinding. Mezbah pun melayani anak-anak remaja dengan cara berkesenian. Pelayanan dengan lagu rohani di luar gereja seperti kampus-kampus bahkan di pengungsian Sinabung juga on air iRadio.

Dalam satu kumpulan beranggotakan anak-anak muda, sering kali berbenturan karena ego masing-masing tapi tak mengganggu persahabatan di luar Mezbah. “Kalau di luar grup, biar sudah cabut dari Mezbah, tetap kompak,” cerita Glandy sambil bilang bila hendak penampilan mengasah kekompangan di base camp  Jalan Sei Putih 80 Medan. “Latihannya singkat, sebab sudah ada draf dan punya pengalaman!” (R9/q)


Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com