Rudi Ardian Nainggolan Mendigitalkan Kidung Pujian


372 view
Rudi Ardian Nainggolan Mendigitalkan Kidung Pujian
(Foto Dok/GPSI)
Pdt Rudi Adrian Nainggolan bersama Pdt P Simanjuntak usai berkidung. 
Jakarta (SIB)
Kreativitas Pdt Ir Rudi Ardian Nainggolan MM MA semakin meningkat di masa pandemi Covid-19. Satu di antaranya dengan mendigitalkan kidung-kidung pujian. Bersamaan dengan itu menyampaikan kabar suka yang diangkat dari nats Alkitab. "Masa wabah, gembala jemaat harus tetap melawat jemaat. Kreativitas dengan mengonvergensikan teknologi dan konvensional. Hybrid," ujar Gembala Jemaat Gereja Pentakosta Sion Indonesia (GPSI) Raden Saleh Jakarta itu didampingi Badan Penasihat Rohani GPSI Pdt P Simanjuntak, Rabu (10/3) di jeda Mubes IX GPSI.

Mengonversikan ke digital dimaksudkannya memutus rentang jarak dari sisi geografis. Tetapi persoalannya, belum semua daerah di Tanah Air terhubung dengan jaringan digital. Apalagi untuk generasi keempat, 4G. "Seorang Gembala Jemaat harus mampu mengatasi tantangan tersebut, " tegasnya.

Sama seperti pengalamannya, yang keluar masuk perkampungan. Membelah malam, naik turun bukit sampai ke pedalaman melewati hutan. Sama kala mengadakan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) di Bengkulu.

Waktu itu niatnya hanya ingin melayani dalam kebaktian raya, tetapi massa yang datang di luar prediksi, melebihi kapasitas ruangan hingga diperluas ke lapangan. Hal yang sama pun terjadi di Jambi, di Belaean - SU serta di Jakarta.

***
Lahir di Medan pada 1 Juli 1962. Masa kecil yang indah di keluarga didukung finansial membuatnya memiliki keleluasaan memilih sekolah terbaik guna mendukung cita-citanya. Setamat SMAN 1 Medan, ia melanjut ke Fakultas Teknik USU Medan. Terus menimba ilmu ke pascasarjana hingga menyelesaikan studi manajemen. Ilmu-ilmu tersebut mendukung langkahnya memutar organisasi, menjadi dosen dan menjalankan bisnis.

Kesuksesan di bidang sekuler yang diraihnya, terbentur dengan rohaniah. Ia dianalisis tidak bakal memiliki anak biologis. "Vonis dokter itu karena komposisi kelebihan darah di tubuh yang membuat kualitas bibit, tidak sempurna," kenangnya.

Perobatan tetap dilakukannya tapi tetap buntu. Di tengah harapan, ia bernazar. "Jika kasih-Nya memberi keturunan, saya akan melepas dunia untuk membangun kerajaan-Nya," tekadnya.

Ia membangun gereja dan mengibarkan kabar suka dalam naungan GPSI. Puji Tuhan, anugerah-Nya datang dan berlimpah. Sang istri, Ny Sarah YL Silalahi mengandung. Ia pun memperdalam ilmu agama hingga mendapat gelar master.

Rasa syukurnya diwujudkan dengan semakin melayani-Nya. KKR yang dilakukan kerap diikuti ratusan bahkan ribuan orang. Yang paling membahagiakan, ketika putra koleganya didoakannya, bisa berjalan dari lumpun menahun. "Bukan karena saya muzizat itu ada, tapi Tuhan Yesus Kristus menngenapi janji-Nya untuk menyembuhkan orang yang percaya pada-Nya," kenangnya.

Dengan karunia-Nya itu membuatnya semakin bersikukuh tetap melayani-Nya. "GPSI adalah gereja misi. Artinya harus menjadi saluran semakin erat memeluk-Nya," tekadnya.

Cita-cita yang lain, ingin menjadikan tokoh gereja khususnya di lingkungan GPSI, melek dan menguasai teknologi. "Tidak mungkin satu individu menjadi kuat tanpa paham teknologi di era Revolusi Industri 4.0 ini, " tekadnya.

Ia menunjuk basis-basis kebaktian GPSI yang mengandalkan kidung. Mendigitalkan lagu-lagu adalah cara terbaik dan tertepat menyosialisasikannya. "Impian saya, tiap gereja di GPSI miliki alat musik. Tak hanya gitar, minimal kibor, agar saat memuliakan-Nya semakin khusyuk dan penuh suka cita," tambahnya.

Hal serupa pun diinginkannya untuk lagu-lagu Batak. Banyak kidung yang mengadopsi lagu-lagu etnik, syairnya religi.
Dalam kesehariannya, ia memaknai Yeremia 17:7 sebagai sumber kekuatan. Baginya, semua nats adalah baik. Sama seperti lagu rohani yang disukainya, 'Semua Baik Semua Baik' yang mengajaknya untuk melakukan yang terbaik bagi sesama.

Dari pernikahannya, ia memiliki buah hati: Abraham, Iing dan Kevin. Nama Abraham diterakan pada anaknya seperti kisah Nabi Abraham yang lama belum memiliki keturunan tapi tetap sabar dan terus berdoa, meminta keturunan dan dikabulkan-Nya. (T/R10/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com