Seni Etnik dan Religi di GMMI Medan


339 view
Seni Etnik dan Religi di GMMI Medan
Foto: GMMI
SENI ETNIK DAN RELIGI: Rev David Clemente dan Maruli Tua Hasugian bersama jemaat GMMI bernyanyi dan menari etnik  religi dalam ibadah dan jamuan perpisahan tetamu dari Amerika Serikat di Kantor GMMI Jalan Gedung Arca Medan, Minggu (7/8). 

Medan (SIB)

Pucuk Pimpinan Gereja Methodist Merdeka Indonesia (GMMI) Bishop Prof Dr Poltak Sinaga BA SE MSi mengadakan ibadah perpisahan untuk Rev Dr David W Clemente, utusan khusus Free Methodist Church United Stated of America di Kantor Pusat GMMI Jalan Gedung Arca Medan, Minggu (7/8). Konsep yang dipakai generasi terakhir Kerajaan Pematangsiantar itu inkulturatif. Khususnya pada etnik Toba dan Simalungun.


Selain dihadiri tokoh GMMI dan pendeta serta gembala, terlihat Kasie Bimas Kristen Kemenag Medan, St Maruli Tua Hasugian MPdK dan Marthin Nainggolan SPdK. Di ibadah dengan penyampai firman tamu dari AS yang lama bertugas di Jepang itu, disuguhkan seni religi etnik.


Misalnya paduan suara dari GMMI Lintongnihuta - Humbahas. Kemudian pegiat seni etnik Kristina br Limbong, Tasya br Sirait dan Bintang br Manalu. Saat kidung religi, Rev David Clemente yang memimpin dengan bahasa Inggris, diikuti jemaat bersyair bahasa etnik. “Ini syairnya berarti sama,” ujar Bishop.


Ketika jamuan, seni tradisi mendominasi. Tamu dari negeri adi daya yang mahir mengucapan “horas” mengombinasikan ucapannya dari sejumlah bahasa dunia. Mulai dari “arigatou gozaimasu” sampai “baie dankie” dan “kamsahamnida” yang disambut riang kelompok milenial.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com