Syair Profetik Marlin Hutajulu Terinspirasi Muzizat Bethlehem Tabgha


93 view
Foto Istimewa
Pdt Marlin Hutajulu MTh
Medan (SIB)
Pdt Marlin Hutajulu MTh beroleh muzizat beruntun ketika membangun GBI Jemaat Bethlehem Tabgha Jalan Keruntung Medan. Dimulai 2000-an ketika tekad bulad menyerahkan diri melayani-Nya. Tapi saat itu betapa sulit mendirikan rumah ibadah dengan simbol kekristenan. Kala mendapatkan lokasi yang dinilai bagus, justru kapital masih nol. “Saya dipertemukan-Nya dengan AKBP Basaria Panjaitan,” ceritanya di Medan, Rabu (7/4) didampingi Pdm Hendro Simbolon dan Pdt Sardinan Hutauruk MTh dari GMI Martubung seusai Musda DPD MUKI Medan.

Lahan milik mantan komisioner KPK itu diberikan padanya, meski ada pengusaha besar yang ingin mengolah untuk bisnis besar. Belum dilunasi, polisi wanita itu yang mendorong untuk sesegeranya dibangun gereja. Ketika pembangunan terbentur dana, hanya pada-Nya Pdt Marlin Hutajulu mengadu.

Meski berminggu-minggu doanya belum dipenuhi, tidak ada kata menyerah. Malam ke-37 tiba-tiba seseorang berkenan memberi lahan bersertifikat untuk dibangun gereja. Luas tanahnya 40 X 50 M2. Tapi lokasinya kurang pas sebab berdekatan dengan rumah ibadah agama lain, ia menawarkan opsi menjual lahan. Hasilnya untuk pelunasan tapak lahan di mana gerejanya saat ini berdiri.

Pergumulan belum siap. Dalam membangun, kesulitan datang lagi. Doa dan kidung dimadahkan. Pertemuan dengan para pejabat bergeser dengan kelompok ‘The Good Father’. Ia diminta berdoa untuk kesembuhan orangtua tokoh masyarakat.
“Malam ini berdoa, besok yang bersangkutan memberi bantuan sekontainer semen,” kenangnya.

Ketika bangunan mulai berdiri, kesulitan datang lagi. Selain doa diperbanyak, ia juga memberi, menyumbang pihak lain yang juga sedang membangun rumah ibadah. “Waktu itu kami, panitia cuma memiliki uang Rp2 juta dari hasil janji iman dan menyerahkan seluruhnya pada pihak yang kami lihat lebih membutuhkan,” kenangnya.

Bermodal keyakinan bahwa tangan-Nya bekerja, Pdt Marlin Hutajulu tanpa skenario bertemu sejumlah pihak. Mulai Ps Rev Rajamin Sirait MA yang bermurah hati menanggung biaya pengadaan besi tiang pancang, mendapat diskon Matahari dari pengusaha, sampai anggota Bhayangkari yang bersedia melunasi utang-utang di panglong. “Saat ini GBI Bethlehem Tabgha masih butuh banyak biaya. Saya tak punya kemampuan, selain berdoa. Tuhan yang kami sembah melalui putranya, Yesus Kristus, pasti mengetuk donatur mencukupi kebutuhan,” pastinya.

Keteguhan hatinya berkaca pada muzizat Yesus mengenai lima roti dan dua ikan yang mencukupi makanan lima ribu orang di Tabgha Bethlehem. “Nama lokasi tersebut diabadikan sebagai nama gereja ini,” simpulnya, sambil mengulang syair profetik menirukan ucapan Sang Penebus Dosa Dunia.
***
Terlahir sebagai putra pasangan Marojahan Hutajulu - Kornela Pangaribuan di Bangun Kec Siantar - Pematangsiantar.

Menimba ilmu di desa kelahirannya melanjut ke SMP Taman Siswa Bahjambi dan SMK HKBP P’Siantar. Orangtuanya ingin anaknya menjadi pekerja konstruksi dan pemborong tapi ketekadan mengantarnya menggali ilmu di STT Purbasari Siantar dan Batumalang - Jawa Timur.

Ayahnya berharta dari kerja kerasnya, juga ahli bangunan dan kelistrikan. Saking banyak pintarnya, digolongkan sebagai parboiboi. Keahlian orangtua diturunkan padanya, tapi tetap memilih menjadi pengembala.

Sebelum naik turun mimbar, ia menjadi anak rohani Pdt Dr MD Wakkary, Pdt Dr Paul Wakkary dan bermitra dengan Pdt Dr Benjamin Munthe serta tokoh Kristen Indonesia lainnya.

Pengalaman tak terlupakan ketika diminta menjadi pengkhotbah di Natal Poldasu dan Pdt MD Wakkary sebagai Pendoa Syafaat. “Saya minta mundur karena merasa melangkahi bapak rohani tapi Om Max (MD) Wakkary) justru mendorong untuk melakukan tugas mulia,” kenangnya hingga mengubah niatnya membatalkan berkhotbah di depan pejabat.

Kini Pdt Marlin Hutajulu makin populer, semakin sohor. “Tapi saya hanya noktah,” simpulnya. (R10/f)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib.com edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com