Upaya Pelestarian Seni-Budaya Kesultanan Serdang


115 view
(Foto: SIB/Oki Lenore)
H Adlin Umar Yusri Tambunan 
Medan (SIB)
Wakil Bupati Serdangbedagei, H Adlin Umar Yusri Tambunan, mengatakan pihaknya fokus menggerakkan dan mengatrol industri berbasis kearifan lokal untuk penguatan ekonomi. “Untuk hal terkait religi, sejarah, Sergei memiliki kekayaan mahadahsyat. Seperti segala sesuatu yang terkait dengan Keultanan Serdang,” ujarnya di saat mendampingi Wamendag Indonesia Jerry Sambuaga membuka pameran UMKM binaan HIPMI dan talkshow bertajuk ‘Potensi Produk Ekspor Binaan HIPMI Kota Medan’ yang juga menghadirkan Kepala Bappebti Prof Sidharta Utama di Focal Point Mall Medan, Kamis (8/4).

Khusus UMKM, lanjut mantan anggota DPRD Medan tersebut, pihaknya sedang menata ulang konsep pusat niaga hand made di Perkampungan Bengkel yang berada di jalan lintas Sumatera wilayah Sergei. “Konsep sudah ada tinggal pengeksekusian. Media, kami berharap publikasi. Apa adanya saja... untuk penguatan UMKM,” tambahnya.

Ia mengatakan, pademi Covid-19 menghancurkan hampir seluruh program penguatan UMKM dan sektor lainnya. “Tapi kami di Sergei optimistis. Apalagi kalau media membantu,” ujarnya.

Dalam kontek UMKM seperti acara yang digagas Ketua Umum BPC HIPMI Kota Medan Palaceta S Subianto, pihaknya merekomendasi UMKM Sergei up-date dengan taste dan tren global. “Pasarnya stagnan karena wabah corona. Sekarang ditata ulang. Soal higienis dan lezat, camilan di Bengkel itu masih is the best,” ujarnya.

Pria yang juga menjabat Ketua PW Anshor SU itu mengatakan, pihaknya fokus membangkitkan ekonomi kreatif apalagi berbasis kearifan lokal. “Sudah saya sebut, Kesultanan Serdang itu kaya sekali dengan peninggalan sejarah. Di dalamnya ada unsur religi. Mari kunjungi,” paparnya sambil mengatakan wilayah pantai pun semakin memesona.

Sebagaimana diketahui, Kesultanan Serdang berdiri 1723 dan sohor ke seantero dunia, khususnya Eropa karena adanya perkebunan tembakau, karet dan kelapa sawit. “Sergei itu miniatur Indonesia. Sukunya, Melayu dan Jawa, hidup berdampingan dan harmonis dengan Karo, Batak, Banjar bahkan Bali,” ucapnya. “Dari sisi seni-budaya, sudah komplit.

Sekarang tinggal menata, menyesuaikan dengan upaya pemerintah dalam penanganan pandemi,” tutupnya. (R10/a)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib.com edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com