Bersama Polisi dan Jaksa, DJP Tangkap Tersangka Faktur Pajak Fiktif 10,2 M


215 view
Bersama Polisi dan Jaksa, DJP Tangkap Tersangka Faktur Pajak Fiktif 10,2 M
(Foto: harianSIB.com/Victor Ambarita)
Konprensi Pers :  Konprensi pers bersama Kanwil DJP Jakarta Selatan 1, Polda Metro Jaya serta Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dalam menangani perkara pidana di bidang perpajakan di Jakarta, Senin (23/11/2021). 
Jakarta (harianSIB.com)
Direktorat Jenderal Pajak (DJP) bekerja sama dengan kepolisian dan kejaksaan menangkap tersangka HI (39) beserta barang bukti dugaan kasus pidana pajak yang diduga merugikan negara Rp10,2 miliar dan diserahkan kepada Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakarta Selatan melalui Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) pada Kamis (18/11/2021).

"Penyerahan tersangka Hl beserta barang buktinya dari Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kanwil DJP Jakarta Selatan 1 ini bertempat di Kantor Kajari Jakarta Selatan untuk selanjutnya dilakukan penahanan di Rutan Polda Metro Jaya," ujar Kepala Kanwil DJP Jakarta Selatan I, Aim Salim Nursaleh, dalam konprensi pers di Jakarta, Senin (23/11/2021).

Aim menjelaskan, HI diduga melakukan tindak pidana dan/atau turut serta melakukan tindak pidana di bidang perpajakan berupa dengan sengaja menerbitkan dan/atau menggunakan faktur pajak yang tidak berdasarkan transaksi yang sebenarnya yang dilakukan melalui PT BUL untuk kurun waktu 2011 sampai 2012.

"Tersangka HI, yang sebelumnya telah dilakukan penahanan di Rutan Polda Metro Jaya, disangkakan dengan pasal 39A huruf a dan/atau pasal 39 ayat (1) huruf d Jo pasal 43 ayat (1) UU KUP Jo pasal 64 KUHP. Berkas penyidikan atas HI telah dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta pada 17 November 2021," bebernya.

Selain kasus HI, lanjut Aim, rangkaian penyidikan terkait rantai penerbit dan/atau pengguna faktur pajak yang tidak berdasarkan transaksi yang sebenarnya akan terus dilakukan melalui penelusuran alur transaksinya.

"Saat ini, Kanwil DJP Jakarta Selatan I sedang menuntaskan beberapa kasus tindak pidana perpajakan lainnya dengan modus menerbitkan dan/atau menggunakan faktur pajak yang tidak berdasarkan transaksi," ujarnya.

"Keberhasilan pengungkapan dan penyidikan tindak pidana perpajakan ini, membuktikan adanya sinergi yang kuat antara Kanwil DJP Jakarta Selatan 1, Polda Metro Jaya serta Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dalam menangani perkara pidana di bidang perpajakan," tutupnya.(*)

Penulis
: Victor Ambarita
Editor
: Eva
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com