Coba Seludupkan Sabu ke Lapas Tanjungbalai, IRT Diamankan Petugas


199 view
(Foto: harianSIB.com/Regen Silaban)
PERIKSA: Kalapas Muda Husni beserta jajarannya menginterogasi seorang IRT berinisial BP (46), serta memeriksa barang titipan yang dicurigai berisi narkotika jenis sabu, di ruang penitipan barang Lapas Kelas II Tanjungbalai, Kamis (22/4/2021) sore. 
Tanjungbalai (harianSIB.com) -Petugas Lapas Kelas II Tanjungbalai mengamankan seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial BP (46), yang mencoba menyelundupkan narkotika jenis sabu ke lembaga pemasyarakatan, Kamis (22/4/2021).

Diketahui BP bertempat tinggal di Jalan Mesjid Lingk I Kelurahan Pulau Simardan, Kecamatan Datuk Bandar Timur, persisnya di depan Lapas Tanjungbalai. Selama ini ia menerima jasa tukang antar bingkisan dari keluarga narapidana ke dalam Lapas.

Kepala Lapas Muda Husni, didampingi KPLP Monang Saragih yang dikonfirmasi harianSIB.com, Jumat (23/4/2021), menuturkan, pengungkapan ini bermula saat IRT itu masuk ke ruangan penitipan barang dan menyerahkan barang titipannya ke petugas untuk disampaikan kepada warga binaan di dalam lapas bernama Heri.

"Kemudian petugas kita memeriksa barang titipan yang terdiri dari nasi, sayur, serta pisang masak dan mentah. Saat pisang mentah diperiksa, petugas merasa ada yang ganjil karena bagian pucuknya lembek. Pisang itu kemudian dibuka dan hasilnya, ditemukan satu paket diduga berisi sabu yang dibungkus plastik klip dan asoi. Saat diinterogasi, dia mengaku tidak mengetahui perihal barang haram tersebut, " kata Kalapas.

Muda Husni menyatakan, pengungkapan itu merupakan bukti komitmen kuat dari pihak lembaga untuk memberantas peredaran narkoba di Lapas. Ia menegaskan akan terus melakukan upaya pemberantasan sampai ke titik nol.

"Warga binaan yang dituju barang ini bernama Heri sudah kita amankan untuk dimintai keterangan," ucap Muda Husni.

Sementara dari keterangan IRT yang dikonfirmasi sejumlah wartawan menyebutkan, bingkisan itu titipan seorang pengendara becak bermotor untuk diserahkan kepada warga binaan bernama Heri. BP mengakui ia memang sering menerima jasa tukang antar bingkisan dari keluarga narapidana dengan upah Rp 10 ribu.

"Saya tidak kenal yang memberikan bingkisan tadi, yang saya kenal penumpangnya seorang anak. Dulu sebelum Covid-19, anak itu sama mamaknya sering kunjungan ke Lapas dan singgah di kedai, itulah sebabnya saya kenal dan terima tadi bingkisannya, upah saya sepuluh ribu rupiah," ucap BP.

Selanjutnya, BP beserta barang bukti dilimpahkan ke Satres Narkoba Polres Tanjungbalai untuk diproses lebih lanjut. Barang bukti kemudian dites menggunakan narcotest dengan hasil positif metampetamin. Berat kotor serbuk kristal putih itu sebanyak 2,16 gram. (*)

Penulis
: Regen Silaban
Editor
: Donna Hutagalung
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com