Didakwa Korupsi, Oknum Kadis BMBK Sumut Diadili di Pengadilan Tipikor Medan


257 view
Didakwa Korupsi, Oknum  Kadis BMBK Sumut  Diadili di Pengadilan Tipikor Medan
(Foto SIB/Rido Sitompul)
Terdakwa MAEP  jalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (14/10/2021).
Medan (harianSIB.com)
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Sumatera Utara, MAEP jalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (14/10/2021).

Jurnalis Koran SIB Rido Sitompul melaporkan, tidak hanya MAEP, tiga terdakwa lainnya turut disidang yakni Ir. Dir selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) pada Kegiatan Rehabilitasi/Pemeliharaan Rutin Jalan Provinsi di Kabupaten Langkat TA. 2020, Agus Nasution selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) serta TS selaku Bendahara Pengeluaran Pembantu.

Keempatnya didakwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mohammad Junio Ramandre korupsi proyek pemeliharaan jalan di Kabupaten Langkat yang bersumber dari APBD tahun 2020 sebesar Rp 2.499.769.520,00.

Dalam sidang yang digelar secara virtual tersebut, Jaksa membeberkan MAEP menyetujui pelaksanaan kegiatan rehabilitasi/pemeliharaan rutin di Kabupaten Langkat tanpa ada perencanaan dan menyetujui pekerjaan yang tidak sesuai dengan DPA-SKPD.

"Memerintahkan pembayaran tanpa melakukan pengujian dan penelitian kebenaran materiil terhadap Surat Pertanggungjawaban (SPJ), melakukan pengeluaran atas beban anggaran daerah untuk tujuan lain dari yang telah ditetapkan dalam APBD dan melakukan pengeluaran atas belanja beban APBD tanpa didukung dengan bukti yang lengkap dan sah," kata Jaksa.

Lebih lanjut dijelaskan Jaksa, bahwa terdakwa juga tidak melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan anggaran SKPD yang di pimpinnya, menerima sesuatu yang bukan haknya yang patut diketahui atau diduga berkaitan dengan pengadaan barang/jasa.

"Melakukan pengelolaan keuangan daerah yang tidak taat pada peraturan perundang-undangan, serta tidak memperhatikan rasa keadilan menunjuk PPTK dalam kegiatan rehabilitasi/pemeliharaan Jalan Provinsi di Kabupaten Langkat tidak sesuai dengan kompetensi jabatan," kata jaksa.

Dikatakan Jaksa, perbuatan MAEP memperkaya diri sendiri sejumlah Rp 1.070.000.000, atau Ir. Dir, sejumlah Rp 732.274.000, Agus sejumlah Rp 105 juta serta TS sejumlah Rp 60 juta.

"Yang dapat merugikan keuangan negara sebesar Rp 1.987.935.253," kata Jaksa.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 3 Jo Pasal 18 undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo UU Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999.

Usai mendengar dakwaan Jaksa, majelis hakim yang diketuai Jarihat Simarmata menunda sidang pekan depan dengan agenda nota keberatan (eksepsi).(*)

Penulis
: Rido Adeward Sitompul
Editor
: Robert/Eva
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com