Diduga Dianiaya, Seorang Tahanan di Polrestabes Medan Tewas

* 6 Tahanan Diamankan

217 view
Diduga Dianiaya, Seorang Tahanan di Polrestabes Medan Tewas
(Foto: Edi Wahyono)
Ilustrasi napi
Medan (harianSIB.com)
Seorang tahanan di Polrestabes Medan yang terlibat kasus cabul berinisial HS (49) warga Perumahan Griya Permata 4 Desa Tanjung Anom, Kecamatan Pancur Batu tewas, diduga dianiaya tahanan yang lain.

Informasi yang dihimpun Jurnalis Koran SIB Roy Damanik, Kamis (25/11/2021), dugaan penganiayaan hingga berujung kematian itu berawal saat tahanan lainnya diduga meminta uang kamar terhadap HS. Namun HS tidak memiliki uang sehingga sejumlah tahanan mengeroyok HS hingga babak belur dan lemas.

Petugas kepolisian yang mengetahui tersangka lemas langsung membawanya ke Urkes Polrestabes Medan dan kemudian dirujuk ke RS Bhayangkara Medan. Tak lama dirawat, tersangka akhirnya meninggal. Sat Reskrim yang curiga atas kematian HS langsung melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap sejumlah tahanan lainnya.

Akhirnya petugas mengungkap identitas 6 tahanan yang diduga melakukan penganiayaan terhadap HS. Para tahanan itu masing-masing berinisial T alias Rendi (35) warga Jalan STM, Kecamatan Medan Johor yang terlibat kasus pencurian dengan pemberatan. W alias Aseng Kecil (20) warga Jalan Mayor Kelurahan Pulo Brayan Kota, Kecamatan Medan Barat yang terlibat kasus penganiayaan bersama-sama terhadap seseorang.

Kemudian, ZZ (25) warga Perumnas Mandala, Kecamatan Medan Denai yang terlibat Kasus pencabulan, NP (21) warga Jalan Aluminium Gang Jambu, Kecamatan Medan Timur yang terlibat kasus penggelapan. HS (45) warga Jalan Tiga Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur yang terlibat kasus penadah barang curian dan terakhir HM (44) warga Jalan Danau Marsabut Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat yang terlibat kasus penadah barang curian.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol M Firdaus saat dikonfirmasi, keenam tersangka merupakan orang tahanan yang mengatur tahanan lainnya di dalam sel.

"Tidak ada keterlibatan kepala kamar (palkam) dalam dugaan penganiayaan terhadap HS. Yang melakukan penganiayaan itu buser dan pembantu buser (yang mengatur tahanan lainnya di dalam sel)," ungkapnya.

Untuk motif dugaan penganiayaan ini sambungnya, karena keenam tersangka itu sering meminta sejumlah uang kepada HS.

“Para tersangka juga ada meminta sejumlah uang kepada korban. Motif para tersangka untuk mendapat keuntungan dari korban. Keenam tahanan itu sudah dipindahkan ke sel tahanan lain untuk penyelidikan lebih lanjut," ujarnya.

Lanjut Kasat Reskrim, HS sempat dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk mendapat perawatan medis. Namun tak lama dirawat, tersangka menghembuskan nafas terakhirnya.

" Keterangan dari dokter, saat dibawa ke rumah sakit kondisi tersangka sudah tidak sadarkan diri dan demam tinggi disertai kejang-kejang. Namun nyawa tersangka tidak tertolong lagi. Selanjutnya almarhum diotopsi guna kepentingan penyelidikan. Selanjutnya jenazah diserahkan ke pihak keluarga. Kita saat ini masih menunggu hasil otopsi," pungkasnya sembari menambahkan sebagai rasa turut berdukacita, Kasat juga sudah mendatangi rumah duka untuk mengucapkan belasungkawa.(*)

Editor
: Robert/Eva
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com