Kacab Jari Karo di Tigabinanga Hentikan Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif


725 view
Kacab Jari Karo di Tigabinanga Hentikan Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif
Foto dok/ Ferdinan Sebayang
PERDAMAIAN : Setelah melakukan kesepakatan perdamaian dengan tanpa syarat, ibu dan anak didampingi Kacajari Karo di Tigabinanga Ferdinan Sebayang dan Lurah Tigabinanga Rosaliza Tarigan foto bersama, Kamis (21/10/2021) di kantor
Karo (harianSIB.com)

Kantor Cabang Kejaksaan Negeri Karo di Tigabinanga telah melaksanakan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif sesuai dengan Peraturan Jaska Agung Nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif (PPBKR) terhadap perkara atas nama tersangka Aghnes Parana Sembiring yang melanggar pasal 372 KUHP, Kamis (21/10/2021)

Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Karo di Tigabinanga Ferdinan Sebayang SH MH yang dikonfirmasi Sabtu (23/10/2021) membenarkan hal itu. Menurutnya, sebelum dilakukan penghentian penuntutan, Kejaksaan Negeri Karo di Tigabinanga telah menunjuk jaksa fasilitator, yaitu Muhammad Iqbal Lubis SH MH, Rizky Chairunisa Ramadhani SH dan T Bastanta Tarigan SH untuk melakukan pendekatan langsung terhadap pihak-pihak terperkara, masing - masing korban Srita br Purba, saksi Metalia br Purba dan Eddy Sembiring dan terdakwa.

"Juga dilakukan pendekatan melalui tokoh masyarakat dan Lurah Tigabinanga Rosaliza br Tarigan dalam upaya melakukan perdamaian antara pihak tersangka dan korban yang merupakan ibu dan anak kandung dan akhirnya sepakat untuk berdamai," ujar Ferdinan

Dikatakan Sebayang, setelah dilakukan proses perdamaian dengan kesepakatan perdamaian dengan tanpa syarat tersebut, kantor Cabang Kejaksaan Negeri Karo di Tigabinanga bersama para Jaksa fasilitator melakukan koordinasi atau ekspos perkara ke Kejaksaan Negeri Karo dengan Kepala Seksi Tindak Pidana Umum David Lapinson Sipayung SH dihadapan Kepala Kejaksaan Negeri Karo Fajar Syah Putra SH MH.

Kepala Kejaksaan Negeri Karo mempertimbangkan dan mengajukan kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara melalui Asisten Tidak Pidana Umum Dr Sugeng Riyanta SH MH serta Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum melalui Kepala Kejaksaan Tinggi Karo untuk dilakukan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif

Adapun syarat yang terpenuhi untuk dilakukan Penghentian Penuntutan ini, tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana, ancaman hukuman tidak lebih dari 5 Tahun dan yang utama antara kedua belah pihak saling memaafkan dengan ikhlas tanpa ada tekanan atau paksaan dari pihak manapun. (*)

Penulis
: Theopilus Sinulaki
Editor
: Bantors
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com