Kapolda Sumut: Kapolrestabes Medan Ditarik karena Dugaan Penyalahgunaan Wewenang


497 view
Kapolda Sumut: Kapolrestabes Medan Ditarik karena Dugaan Penyalahgunaan Wewenang
Foto: Istimewa/harianSIB.com
Kapolda Sumut Irjen Panca Putra Simanjuntak.

Medan (harianSIB.com)


Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak menegaskan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko ditarik dari jabatannya karena pelanggaran pengalahgunaan wewenang di bidang pengawasan yang dilakukan seorang atasan.


"Riko Sunarko tidak terbukti memerintahkan penggunaan sisa uang Rp160 juta dari istri bandar narkoba, sebagaimana yang dijelaskan Ricardo Siahaan pada pemeriksaan sidang pengadilan tanggal 11 Januari 2022," kata Kapolda kepada wartawan termasuk jurnalis Koran SIB Roy Simorangkir, di Medan, Sabtu (22/1/2022).

Disebutkannya, hal itu berdasarkan hasil pendalaman yang dilakukan tim gabungan Propam Polda Sumut dan Mabes Polri. "Tim gabungan sudah memeriksa 12 saksi. Salah satunya pengacara Ricardo Siahaan," katanya.

Menurutnya, dari hasil pemeriksaan tim tidak menemukan bukti Kapolrestabes Medan memerintahkan agar sisa uang Rp160 juta digunakan untuk rilis, membeli sepeda motor serta pengawasan pemeriksaan (wasrik).

"Kapolrestabes juga tidak tahu adanya penggelapan uang Rp600 juta yang dilakukan oleh Ricardo Siahaan, dan tidak tahu ada penerimaan Rp300 juta untuk membebaskan Imayanti, istri bandar narkoba agar tidak ditahan," ungkapnya.


Dari hasil pemeriksaan, lanjut Kapolda, tim gabungan membenarkan Riko memerintahkan Kasat Narkoba Kompol Oloan Siahaan membeli sepeda motor seharga Rp13 juta, sebagai hadiah kepada anggota Koramil yang berhasil mengungkap kasus ganja. Namun, katanya, Rp7 juta sudah dibayar Riko Sunarko, sedangkan sisanya Rp 6 juta dibayar Kompol Oloan Siahaan.

"Mestinya, ini tak boleh terjadi karena sebagai atasan dia tidak membebankan sisa pembayan tersebut kepada bawahannya, sesuai Pasal 7 ayat (2) point (a) Perkap No. 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri," paparnya.


Diakui, dengan fakta di atas, dirinya menarik Riko Sunarko ke Polda Sumut atas dugaan pelanggaran pengalahgunaan wewenang di bidang pengawasan yang dilakukan seorang atasan.

"Riko Sunarko ditarik ke Polda untuk pemeriksaan bukan karena yang bersangkutan menerima suap atau memerintahkan penggunaan sisa uang 160 juta, tapi karena sebagai atasan tidak menjalankan perannya dengan baik," kata Kapolda. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com