Kejari Medan Eksekusi 15 Burung dari Sumut ke Habitanya di Mimika Papua


389 view
ist
Eksekusi Satwa: KSDA Sumut menyerahkan satwa liar yang dilindungi Undang Undang kepada KSDA Papua untuk pelepasliaran ke habitanya di Papua,yang disaksikan Kasi Pidum Kejari Medan Parada Situmorang di Mimika,Senin(2/3) lalu. Penyerahan itu sebagai eksekusi de facto dan tindak lanjut eksekusi de jure di Medan sebelumnya 
Medan (SIB)
Sebanyak 15 ekor burung(satwa) liar yang dilindungi Undang Undang yang sempat berada Sumut dieksekusi Kejaksaan Negeri(Kejari) Medan dengan memulangkannya ke habitatnya di Kabupaten Mimika Provinsi Papua. Eksekusi itu ditandai dengan berita acara serah terima dari pihak pertama yaitu Balai Besar KSDA Sumut diwakili Kepala Bidang Teknis Ir Irzal Azhar MSi kepada Balai Besar KSDA Wilayah I Papua yang diterima langsung Irwan Efendi S Pi,MSc selaku Kepala Bidang Balai Besar KSDA Papua.

Penyerahan 15 satwa liar yang terdiri dari 9 ekor burung Kakaktua Jambul Kuning, 1(satu) ekor Nuri Bayan , 3 ekor Cendrawasih Kuning Besar dan 2 ekor Nuri Kepala Hitam disaksikan Kasi Pidum Kejari Medan Parada Situmorang SH MH, Haluanto Ginting (Balai Gakkum LHK Sumatera), Wagimin (Balai Karantina Klas II Medan),drh Amirullah (Karantina Pertanian Klas I Timika), drh Rafael Heru Nugroho(Dinas Pertanian/Pangan Papua) dan Gesang Setyadi (Departemen Environmental and Biodiversity PT Freeport Indonesia).

Kepala Kejaksaan Negeri(Kajari) Medan melalui Kasi Pidum Kejari Medan Parada Situmorang kepada wartawan,Jumat (13/3) mengatakan, penyerahan burung satwa liar untuk selanjutnya dilepaskan di Papua, Senin(2/3) pekan lalu itu, merupakan eksekusi secara de pacto sebagai tindaklanjut dari ekskeusi de jure yang sebelumnya dilakukan di Medan Sumut.Satwan liar tersebut
merupakan barang bukti dari Poldasu,Balai Karantina Pertanian Klas II Medan, Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum LHK Wilayah Sumatera dan dan kantor pengawasan dan pelayanan bea dan cukai tipe madya Pabean Belawan.

Tujuan penyerahan satwa liar itu menurut Parada Situmorang, adalah untuk pelepasliaran satwa yang dilindungi ke habitatnya.Seluruh satwa liar yang diserahkan itu adalah dalam keadaan sehat.(BR1/c)
Penulis
: redaksisib