Kejati Sumut Tangkap DPO Dugaan Korupsi Pembongkaran Pupuk Curah


263 view
Kejati Sumut Tangkap DPO Dugaan Korupsi Pembongkaran Pupuk Curah
(Foto: Dok/ Plt Penkum Kejatisu)
DIAMANKAN: Tersangka korupsi SS yang sudah masuk DPO diamankan Tim Intelijen Kejati Sumut, Rabu (1/9/2021). 
Medan (harianSIB.com)
Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) dipimpin Asintel DR Dwi Setyo Budi Utomo menangkap tersangka SS, Kepala Bagian Pergudangan, CMS dan Jasa Lainnya PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) Cabang Utama Medan, Rabu (1/9/2021).

SS sejak Oktober 2020, sudah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus dugaan korupsi pada PT BGR (Persero) Cabang Medan dalam pelaksanaan kerja sama jasa pembongkaran pupuk curah milik PT Pupuk Kalimantan Timur di Medan dari kapal pengangkutan, pengantongan dan pemuatan pupuk di gudang penyimpanan periode 2016 sampai 2018, yang diduga merugikan negara sekitar Rp 7,2 miliar.

Plt Kasi Penkum/Humas Kejati Sumut PDE Pasaribu kepada wartawan termasuk jurnalis Koran SIB Martohap Simarsoit mengatakan, SS diamankan saat berada di kawasan kantor Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan. Proses pengamanan SS berlangsung lancar, meski sempat ada perlawanan pihak keluarga.

”Pada saat mengamankan tersangka, petugas sempat mendapat perlawanan dari pihak keluarga, namun dengan sigap dan tindakan profesional tim Intel berhasil mengamankan SS dan membawanya ke Kantor Kejati Sumut untuk pemeriksaan lebih lanjut”, kata Pasaribu.

Disebutkannya, berdasarkan stock opname yang dilakukan PT BGR dengan PT Pupuk Kaltim, diketahui adanya pupuk yang hilang dan susut di gudang PT BGR yang tidak sesuai dengan pengiriman yang dilakukan PT Pupuk Kaltim. Kerugian negara berdasarkan perhitungan sementara oleh tim Jaksa Penyidik di Pidsus Kejati Sumut mencapai Rp 7.280.359.129. Modusnya adalah pada saat pembongkaran dan pengemasan ulang.

Diinformasikan Plt Kasi Penkum, dalam kasus dugaan korupsi tersebut, selain SS juga ditetapkan sebagai tersangka SR yang juga status DPO. SR sebagai Pjs General Manager (GM) PT BGR Cabang Utama Medan yang bersama-sama dengan SS selaku Kepala Bagian Pergudangan, CMS dan Jasa lainnya pada PT BGR yang memerintahkan kepala gudang untuk mengeluarkan pupuk tanpa DO.

“Dalam kasus dugaan korupsi pada perusahaan BUMN ini, tersangka dikenakan Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 jo pasal 18 UU (Undang-Undang) No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP”, katanya.

Untuk kepentingan pemeriksaan pada penyidikan bidang Pidsus Kejati Sumut, tersangka SS dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan terhitung tanggal 1 September 2021 sampai 20 September 2021, di Rumah Tahanan Polisi (RTP) Kepolisian Daerah Sumatera Utara. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com