Komplotan Perampok Toko Emas Bersenpi di Pasar Simpang Limun Dibekuk, 6,8 Kg Emas Utuh


259 view
Komplotan Perampok Toko Emas Bersenpi di Pasar Simpang Limun Dibekuk, 6,8 Kg Emas Utuh
(Foto: harianSIB.com/Aperilman Rambe)
KONFERENSI PERS: Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra P Simanjuntak bersama Pangdam I/BB, Waka Polda Sumatera Utara, Wali Kota Medan, Dir Reskrimum Polda Sumut dan Kapolrestabes Medan menunjukkan barang bukti saat menggelar konferensi pers pengungkapan kasus perampokan toko emas mengunakan senjata api di Pasar Simpang Limun Medan,  di halaman Mapolda Sumut,  Rabu (15/9/2021). 
Medan (harianSIB.com)
Polda Sumatera Utara menggelar konferensi pers pengungkapan kasus perampokan toko emas mengunakan senjata api di Pasar Simpang Limun Jalan Sisingamangaraja Medan, di halaman Mako Polda Sumatera Utara, Rabu (15/9/2021).

Konferensi pers tersebut dipimpin Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra P Simanjuntak, bersama Pangdam I/BB, Waka Polda Sumatera Utara, Wali Kota Medan, Dir Reskrimum Polda Sumut dan Kapolrestabes Medan.

Kapolda memaparkan barang bukti emas yang berhasil digasak para perampok dari dua toko emas di Pasar Simpang Limun seberat 6,8 kilogram atau setara Rp 6,5 miliar jika dikurskan dengan harga emas pergramnya, masih utuh.

"Emas lengkap. Dari hasil kejahatan mereka, tidak satu butir pun yang tercecer atau terjual. Barang bukti emas tersebut diamankan dari kediaman rumah orang tua otak pelaku di Kabupaten Dairi," terang Kapoda di hadapan para wartawan.

Kapolda menjelaskan otak pelaku aksi perampokan tersebut yakni, Hendrik Tampubolon (38) warga Jalan Paluh Kemiri Lubukpakam, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, yang juga pemilik senjata api laras panjang jenis FN dan senjata api pistol rakitan antara lain jenis Revolver.

Selain Hendrik, polisi juga mengamankan pelaku lainnya yakni, Paul (32) warga Jalan Menteng 7 Gang Horas, Kecamatan Medan Denai, Farel (21) warga Jalan Garu I Gang Manggis, Kecamatan Medan Amplas, Prayogi alias Bejo (25) warga Jalan Bangun Sari Lingkungan II, Kecamatan Medan Johor, serta Dian selaku yang mempertemukan pelaku di perbatasan Kisaran dan Labuhanbatu Utara.

Panca mengatakan, Hendrik Tampubolon saat dilakukan rekonstruksi di Batangkuis, melakukan perlawanan dan mencoba melarikan diri, sehingga petugas memberikan tembakan tegas dan terukur begitu juga dengan dua rekannya.

"Terhadap para pelaku dikenakan pasal 365 ayat 2 ke-4e dan 2d serta pasal 55, 56 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara," kata Panca.

Panca juga menegaskan kasus tersebut tidak melibatkan TNI-Polri. "Kasus ini tidak melibatkan TNI-Polri aktif. Dari hasil penyelidikan, mereka sudah latihan singkat termasuk juga menyiapkan hendiplas," kata Panca. (*)


Penulis
: Aperilman Rambe
Editor
: Wilfred/Donna Hutagalung
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com