Martin Hutabarat Nilai Polri Kurang Professional Menangani Kasus Pembunuhan Tuti Suhartini dan Putrinya Amalia Mustika Ratu


200 view
Martin Hutabarat Nilai Polri Kurang Professional Menangani Kasus Pembunuhan Tuti Suhartini dan Putrinya Amalia Mustika Ratu
Foto Dok
Martin Hutabarat
Jakarta (harianSIB.Com)

Wakil Ketua Komisi Kajian Ketatanegaraan MPR-RI Martin Hutabarat berpendapat, Polri terkesan kurang professional menangani kasus pembunuhan Tuti Suhartini dan putrinya Amalia Mustika Ratu di Subang, Jawa Barat.

Telah banyak muncul berita di media sosial (Medsos) dan masyarakat rajin mengikutinya , namun Polri terkesan terlalu banyak bermain kata-kata. Berbeda jauh dengan instruksi Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang meminta supaya diterapkan profesionalisme yang tinggi dalam menangani kasus kasus seperti ini terutama yang menyita perhatian masyarakat.

Politisi Partai Gerindra ini mengemukakan, dalam menyampaikan hasil penyidikannya ke publik, Polri kurang cepat dan tegas. Dikatakan, sudah diperiksa puluhan orang saksi untuk dimintai keterangan hasil tes DNA. Sidik jari sudah diperiksa laboratorium forensik, dan sudah berhasil mengidentifikasi pelakunya, sebagai orang dekat, bahkan sudah memiliki petunjuk yang kuat sehingga akan menangkap pelakunya.

Tetapi sampai sekarang disebut belum ada kejelasan hasilnya. Bahkan baru minggu lalu Polisi menurunkan anjing pelacak ke lokasi pembunuhan. “ Hal ini menunjukkan Polri seolah-olah tidak bersikap profesional dalam menangani kasus ini sejak awal” kata Martin, sebagaimana dikutip Jurnalis Koran SIB Jamida P Habeahan, Sabtu (11/9/2021).

Karena itu Kapolri diminta memberi perhatian khusus, supaya penyidik Polri di Subang bisa lebih serius dan profesional dalam mengusutnya sehingga cepat terungkap siapa pembunuhnya.

Pada awalnya Martin mengira, bahw kasus ini akan mudah diungkap oleh Polisi, karena diduga tidak serumit banyak peristiwa pembunuhan yang lain.

Namun setelah 24 hari kedua jenazah ditemukan di bagasi mobil Toyota Alphard, ternyata tidak ada kemajuan yang berarti dalam penyidikannya. Makanya, masyarakat mempertanyakannya. Apakah ada kaitannya dengan isteri muda suaminya atau karena perebutan harta dengan isteri yang lain. ( *)

Editor
: Bantors
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com