Oknum Pejabat Nias Utara Terjaring Bersama Wanita di Karaoke Bosque


808 view
Oknum Pejabat Nias Utara Terjaring Bersama Wanita di Karaoke Bosque
Foto : Jurnalis Koran SIB/Roy Damanik
OKNUM PEJABAT TERJARING: Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko,  didampingi Wakapolrestabes AKBP Irsan Sinuhaji, Kasat Narkoba Kompol Oloan Siahaan, Kanit Idik I AKP Paul Simamora menginterogasi oknum pejabat Kabupaten Nias Utara berinisial YN, yang terjaring razia bersama 3 wanita  dan 3 pria, di Karoke Bosque Jalan H Adam Malik, di Mapolrestabes, Senin (14//6/2021).
Medan (harianSIB.com)

Oknum pejabat di Kabupaten Nias Utara berinisial YN (57), terjaring razia bersama 3 wanita di Karoke Bosque Jalan H Adam Malik Medan, Minggu (13/6/2021) dini hari.

Selain bersama wanita, oknum pejabat tersebut juga membawa 3 teman prianya yang ikut dugem.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko, didampingi Wakapolrestabes AKBP Irsan Sinuhaji, Kasat Narkoba Kompol Oloan Siahaan, Kanit Idik I AKP Paul Simamora, Kanit Idik II Iptu Harjuna Bangun dan Kanit III Iptu Irwanta Sembiring dalam keterangan persnya, di Mapolrestabes, seperti dilaporkan jurnalis Koran SIB Roy Damanik, Senin (14//6/2021), mengatakan YN dan 6 rekannya diamankan dari ruangan 202 Karoke Bosque dengan barang bukti satu butir pil ekstasi yang ditemukan di bawah sofa.

"Oknum ASN tersebut diamankan setelah Satres Narkoba Polrestabes Medan, mendapatkan informasi dari masyarakat ada lokasi hiburan malam Karaoke Bosque di Jalan H Adam Malik, buka mulai dini hari," kata Riko.

Padahal, sebut Riko, sudah ada instruksi dari Gubernur Sumut dan Wali Kota Medan hiburan malam tidak boleh buka. Karaoke Bosque malah tetap beroperasional dengan modus menghubungi para pelanggannya atas perintah manager karaoke berinisial RD. Mendapat informasi tersebut, personel Polrestabes Medan, TNI, Satpol PP dan Dinas Kominfo Medan bergerak ke lokasi.

"Petugas gabungan yang tiba di lokasi hiburan tersebut, melihat dari depan jika karoke tutup dan lampu dimatikan, serta dikunci dari dalam. Diduga hanya pelanggan-pelanggan tertentu yang bisa hadir di karoke tersebut," katanya.

Petugas gabungan, sambungnya, langsung mengecek dan menggeledah seluruh ruangan Karaoke Bosque. Hasilnya, petugas menemukan 285 butir pil ekstasi yang disimpan di toples bon-bon. Serta mengamankan 71 orang termasuk waitres yang menawarkan pil ekstasi kepada pelanggannya.

"Setelah dilakukan tes urin, dari 71 orang tersebut 51 di antaranya dinyatakan positif menggunakan amphetamine dan metamfetamin (ekstasy dan sabu). Dari pengakuan mereka, pil ekstasi dijual seharga Rp 300 ribu untuk 1 butir. Kita juga menemukan uang hasil penjualan pil ekstasi sebesar Rp 17,2 juta," kata Riko.

Dari keterangan karyawan Karaoke Bosque, kata Riko, mereka tetap beroperasi selama ada perintah dari Manager Karaoke Bosque berinisial RD.

"Untuk saat ini kita belum mengamankan RD dan masih kita kejar. Kita juga mengamankan buku penjualan reservasi bon kasir, kunci-kunci room/kamar dan CCTV. Karaoke ini buka mulai pukul 13.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB," sebutnya.

Masih diterangkan Riko, sampai saat ini pihaknya sedang melakukan pemeriksaan dan pendalaman terkait kasus ini.

"Nanti kalau ada peningkatan status akan kita sampaikan ke rekan-rekan. Dan kita akan memanggil serta memeriksa pihak manajemen. Kita sudah siapkan surat ke Wali Kota Medan untuk dilakukan evaluasi, dan kita sarankan agar ditutup permanen," tutupnya.(*)

Editor
: Wilfred/Donna Hutagalung
Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com