Pengurus DPW PPNI Sumut Datangi Polres Sibolga Tanyakan Perkembangan Laporan Penganiayaan Perawat


241 view
Pengurus DPW PPNI Sumut Datangi Polres Sibolga Tanyakan Perkembangan Laporan Penganiayaan Perawat
(Foto: Dok/Mahsur Al Hazkiyani)
FOTO BERSAMA: Pengurus PPNI foto bersama usai mendatangi Polres Sibolga, Kamis (26/8/2021). 
Sibolga (harianSIB.com)
Dewan Pengurus Wilayah Persatuan Perawat Nasional Indonesia Provinsi Sumatera Utara (DPW PPNI Sumut) menindaklanjuti laporan seorang perawat ke Polres Sibolga, terkait kasus penganiayaan yang diduga dilakukan keluarga jenazah yang terkonfirmasi Covid-19 di RS FL Tobing Sibolga pada 7 Agustus 2021. Ketua DPW PPNI Sumut Mahsur Al Hazkiyani turun langsung ke kota itu.

Setibanya di Sibolga, Mahsur Al Hazkiyani langsung berkoordinasi dengan Ketua DPD PPNI Sibolga, Sahat Hutajulu. Terlebih dahulu melakukan rapat koordinasi yang diikuti 10 Ketua DPD PPNI kabupaten/kota yang hadir ke Sibolga sebagai bentuk dukungan dan motivasi kepada perawat di RSUD FL Tobing Kota Sibolga, Kamis (26/8/2021).

Ia mengatakan sebelum pihaknya mendatangi Polres Sibolga yang ingin menanyakan sejauh mana perkembangan laporan anggotanya yang menjadi korban penganiayaan, terlebih dulu memberikan semangat dan motivasi dengan upah-upah sederhana kepada NI (32), perawat yang bekerja di RSUD FLTobing Sibolga.

Ia menyampaikan laporan dari Sahat Hutajulu, anggota tersebut sudah mendapatkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) pada Sabtu lalu, diantar langsung ke rumahnya.

Ia mengatakan PPNI Sumut telah datang bersilaturahmi dengan pihak Polres Sibolga melalui Kanit Pidum disambut dengan baik, seraya mengucapkan terima kasih atas sambutan dan pelayanan yang baik dari pihak Polres Sibolga.

"Jadi menurut kami, kalaupun prosesnya cukup lambat, tapi pihak Polres Sibolga akan menindaklanjuti itu. Menurut kami ini adalah perbuatan yang tidak manusiawi dan tidak bermoral pemukulan kepada perawat yang bertugas, apalagi ini dilakukan dengan secara pengeroyokan, tidak dapat ditolelir. Kami segenap pengurus dan anggota yang terhimpun dalam organisasi profesi perawat mengutuk keras perbuatan para oknum penganiayaan tersebut dan berharap agar pelakunya dapat mempertanggung jawabkan perbuatannya di hadapan hukum," tegasnya.

Padahal, menurutnya, sebelum penganiayaan terjadi, sudah dijelaskan kepada keluarga pasien pemeriksaan PCR telah dilakukan dan hasilnya positif Covid-19. Oleh karena itu dilakukan prosedur pemulasaran jenazah Covid-19.

"Akibat penganiayaan tersebut, bukan hanya luka fisik yang dialami, namun anggota kita juga mengalami trauma psikis dan tidak bisa menjalankan tugasnya, karena takut kejadian itu akan terulang lagi. Jadi kami dari PPNI Sumut, beserta para ketua DPD yang hadir memberi suport kepada DPD PPNI Sibolga tetap semangat dalam menjalankan tugas dan pengabdian sebagai perawat, sambil kita kawal prsoses hukum selanjutnya," tegasnya.

Turut dihadiri DPD PPNI Tapanuli Utara, DPD Tapanuli Selatan, DPD PPNI Humbang Hansudutan, DPD PPNI Tapanuli Tengah, DPD PPNI Padangsidimpuan, DPD PPNI Padanglawas, DPD Padanglawas Utara, DPD Mandailing Natal, DPD PPNI Simalungun dan DPD PPNI Sibolga. (*)

Penulis
: Leo Bukit
Editor
: Wilfred/Donna Hutagalung
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com