Perkara Swab dan Tabung Antigen Bekas di Bandara Kualanamu Akan Disidangkan PN Lubukpakam


231 view
Perkara Swab dan Tabung Antigen Bekas di Bandara Kualanamu Akan Disidangkan PN Lubukpakam
(Foto : SIB/Lisbon Situmorang)
Gedung PN Lubukpakam Kelas IA, Kamis (9/9/2021) di Lubukpakam. 
Lubukpakam (harianSIB.com)
Perkara pemakaian swab dakron dan tabung antigen bekas di Bandara Kualanamu, akan disidangkan Pengadilan Negeri (PN) Lubukpakam Kelas IA. Berkas pemeriksaan dan 5 terdakwa beserta barang bukti sudah diserahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Deliserdang ke PN Lubukpakam.

Hal itu disampaikan Kajari Deliserdang ketika dikonfirmasi Jurnalis Koran SIB Lisbon Situmorang melalui Kasi Intel Ricardo Marpaung didampingi Harry Abadi Sembiring, Kamis (9/9/2021) di Lubukpakam, setelah melimpahkan berkas perkara itu ke PN Lubukpakam.

Kelima terdakwa yakni manager Kimia Farma Diagnostika (KFD) Sumatera I berinisial PM (45) warga Griya Pasar Ikan Kelurahan Simpang Periuk Kecamatan Lubuklinggau Selatan II Kotamadya Lubuklinggau. Kemudian 4 terdakwa lainnya berinisal Re (21) warga Desa Muara Kelingi Kecamatan Muara Kelingi Kabupaten Musi Rawas.

Selanjutnya, Ma (41) warga Dusun II Desa Lubuk Besar Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut Kabupaten Musi Rawas, SR (20) warga Dusun III Desa Lubuk Besar Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut, dan De (20) warga Dusun III Desa Lubuk Besar Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut.

Kelima terdakwa didakwa menggunakan swab dakron dan tabung antigen bekas dalam pelayanan jasa rapid test antigen di Bandara Kualanamu sejak Desember hingga Selasa (27/4/2021). Atas perbuatan itu, kelima terdakwa meraup keuntungan Rp 2.236.640.000, yang diperoleh secara bertahap.

Barang bukti perkara itu adalah 226 swab dakron daur ulang, 201 tabung cairan antigen daur ulang, 274 kemasan stik antigen rekondisi yang sudah dipakai, 48 kemasan bekas stik antigen asli merek right sign dan uang Rp 501.731.000.

Di tempat terpisah, Humas PN Lubukpakam Kelas IA, Munawwar Hamidi SH ketika dikonfirmasi menyebutkan, telah menerima berkas perkara itu, Rabu (8/9/2021). PN Lubukpakam akan menyidangkan 5 terdakwa yang diajukan secara terpisah (splitszing), dengan sidang perdana direncanakan, Rabu (15/9/2021) pukul 10.00 WIB, di ruang sidang utama.

Perkara itu akan diperiksa dan disidangkan Majelis Hakim dipimpin Rosihan Juhriah Rangkuti SH MH sebagai Hakim Ketua yang juga Ketua PN Lubukpakam bersama Hakim Anggota, Makmur Pakpahan dan Munawwar Hamidi. (*).


Editor
: Robert/Eva
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com