Polres Belawan Bekuk Komplotan Pemalsu Data Penerima Bantuan Dana Prakerja


251 view
Polres Belawan Bekuk Komplotan Pemalsu Data Penerima Bantuan Dana Prakerja
Foto: Dok/Polres Pelabuhan Belawan
BARANG BUKTI:  Aparat Polres Pelabuhan Belawan menunjukkan barang bukti yang digunakan 6 pria tersangka pemalsu data penerima bantuan program prakerja, Senin (4/10/2021).
Belawan (harianSIB.com)

Enam pria komplotan terduga pelaku pemalsuan data penerima dana prakerja dibekuk petugas Satreskrim Polres Pelabuhan Belawan.

Keenam pria tersebut masing-masing, RDP (23) warga Rokan Hulu, IR (25) warga Medan Marelan, MSH (29) warga Delitua, Kabupaten Deliserdang, AH (28) warga Kabupaten Simalungun, NS (23) warga warga Rokan Hulu dan AR (22) warga Lubuk Pakam, Deliserdang.

Selain itu, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa 1 unit monitor merek Samsung warna hitam, 1 unit perangkat CPU, berisikan data elektronik KTP masyarakat, 1 unit laptop, 65 kartu perdana Axis, 85 kartu perdana Tri yang telah terdaftar nama pemiliknya pada aplikasi kartu prakerja, 2 unit handphone android dan uang tunai Rp 2 juta.

Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Faisal Rahmat dalam siaran pers yang diterima jurnalis Koran SIB Pally S, Senin (4/10/2021), menyebutkan keenam pria komplotan pembuat kartu prakerja palsu yang telah ditetapkan sebagai tersangka tersebut ditangkap dari sejumlah tempat berbeda di kawasan Medan Marelan dan Medan Tembung.

Petugas Polres Pelabuhan Belawan yang melakukan penggerebekan meringkus IR dari kediamannya di kawasan Pasar 2 Timur, Kelurahan Rengas Pulau, Medan Marelan, yang saat itu diduga sedang mengisi data kartu prakerja secara online menggunakan data KTP orang lain.

Berdasarkan keterangan IR, polisi kemudian menangkap 5 temannya dari sebuah rumah kontrakan di kawasan Kecamatan Medan Tembung.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP I Kadek Hery Cahyadi yang dikonfirmasi wartawan mengatakan, modus operandi pemalsuan akun prakerja tersebut dilakukan para tersangka setelah mendapatkan nomor induk kependudukan warga tertentu dari berbagai daerah di Indonesia melalui media sosial.

Disebutkan, dari kegiatan ilegal tersebut, para tersangka sedikitnya telah mendapatkan keuntungan pribadi Rp75 juta.

Para tersangka dipersalahkan melanggar pasal 51 ayat 1 jo pasal 35 UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik dengan ancaman penjara paling lama 12 tahun. (*)

Editor
: Wilfred/Donna Hutagalung
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com