Positif Tapi Tak Ada Barang Bukti Narkoba, Kasus Sekda Nias Utara Tidak Diproses Hukum


204 view
Positif  Tapi Tak Ada Barang Bukti Narkoba, Kasus Sekda Nias Utara Tidak Diproses Hukum
(Google image)
Ilustrasi tes urine
Medan (harianSIB.com)
Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nias Utara berinisial YN (57), positif menggunakan narkoba tapi tidak ditemukan barang bukti narkoba di badannya sehingga tidak dapat diproses hukum sampai pengadilan.

"Oknum Sekda tersebut harus diassesment di BNNP Sumut, lalu direhabilitasi ke panti rehab narkoba," kata Kasat Narkoba Polrestabes Medan Kompol Oloan Siahaan saat dikonfirmasi jurnalis Koran SIB Roy lewat telepon selulernya, Kamis (24/6/2021).

Dijelaskan Oloan, kasusnya tidak bisa dilanjutkan ke penyidikan dan dilimpahkan ke jaksa.

"Selain itu, pengedar pil ekstasi di tempat hiburan karoke Bosque juga sudah ditangkap. Dua pengedar pil ekstasi masing-masing berinisial MRP dan B sudah kita tangkap dan diproses penyidikan," kata Oloan.

Dari hasil pemeriksaan intensif, sambungnya, oknum Sekda dan teman-temannya tidak mengakui 1 butir pil ekstasi yang ditemukan di bawah sofa itu milik mereka.

Lanjutnya, dalam Surat Edaran Nomor: 01/II/2018/Bareskrim tentang Petunjuk Rehabilitasi Pecandu Narkotika dan Korban Penyalahgunaan Narkotika poin 2 huruf B, pelaku tidak dilanjutkan ke proses penyidikan. Namun dilakukan interogasi untuk mengetahui sumber diperolehnya narkotika.

"Untuk sumber ekstasi diperoleh dari mana, sudah kita tangkap yakni dua mantan karyawan karaoke Bosque. Maka Sekda Nias Utara YN tidak ditahan karena perkaranya tidak dilanjutkan ke proses penyidikan dan telah di assesment ke BNNP Sumut untuk direhabilitasi," pungkasnya.

Sementara itu Direktur eksekutif Polri Watch, H Abdul Salam Karinlm menjelaskan kalau hasil penyidikan polisi tanpa ditemukan alat bukti narkoba hanya sebagai pemakai, maka harus direhab sesuai Pasal 54 UU 35 tahun 2009.

"Namun kalau barang bukti narkoba itu ada pada dirinya (tubuhnya), itu tidak boleh direhab. Harus diproses dan dilimpahkan ke jaksa sampai pengadilan. Itu proses hukumnya," terangnya.

Sebelumnya, oknum ASN menjabat sebagai Sekda Kabupaten Nias Utara berinisial YN (57) terjaring razia bersama 6 temannya saat dugem di Karoke Bosque Jalan H Adam Malik, Medan, Minggu (13/6/2021) dini hari. (*)

Editor
: Robert/Donna Hutagalung
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com