Satres Narkoba Polrestabes Medan Gagalkan Peredaran 40 Kg Sabu


203 view
Satres Narkoba Polrestabes Medan Gagalkan Peredaran 40 Kg Sabu
Foto : Dok/Polrestabes Medan
GAGALKAN : Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko, didampingi Kasat Narkoba Kompol Oloan Siahaan dan Kanit Idik III Iptu Irwanta Sembiring memberikan keterangan pers terkait digagalkannya peredaran 40 Kg sabu jaringan internasional, di Mapolrestabes, Senin (24/5/2021).
Medan (harianSIB.com)

Sat Res Narkoba Polrestabes Medan menggagalkan peredaran 40 Kg sabu dari kawasan Jalan Binjai, Diski, Kecamatan Sunggal dan Deliserdang.

Pengungkapan narkoba jaringan internasional ini merupakan hasil pengembangan 3 pelaku masing-masing berinisial MJ, IS dan ES, yang sudah diamankan sebelumnya oleh petugas Satres Narkoba.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko, didampingi Kasat Narkoba Kompol Oloan Siahaan dan Kanit Idik III Iptu Irwanta Sembiring dalam keterangan persnya di Mapolrestabes seperti dilaporkan jurnalis Koran SIB Roy Damanik, Senin (24/5/2021), mengatakan, dalam pengembangan petugas Sat Res Narkoba mendapat informasi adanya seseorang membawa mobil mini bus BK 1208 DO mengangkut sabu sedang melintas di kawasan Diski.

"Mendapat informasi tersebut petugas langsung melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan mobil tersebut. Petugas langsung mengamankan pengemudi berinisial MH (37) warga Jalan Medan-Batangkuis Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang. Selanjutnya dilakukan penggeledahan, dan petugas menemukan 40 bungkus sabu yang disembunyikan di kotak ban serap sudah dimodifikasi," terangnya.

Pelaku, sambungnya, saat itu tak bisa mengelak lagi dan ia mengaku hanya bertugas mengantarkan sabu dari Aceh Utara menuju Medan.

"Dari hasil interogasi, tersangka mengaku tidak mengenali jaringannya. Tapi kuat dugaan ini sindikat narkoba jaringan internasional (Malaysia-Aceh-Sumut/Medan," ujarnya.

Lanjut Riko, menurut pengakuan tersangka MH, sudah 4 kali menyelundupkan sabu dari Aceh ke Medan. Di mana pada pengiriman pertama 17 Kg sabu, kedua 20 Kg sabu, ketiga 15 Kg sabu dan terakhir 40 kg sabu. Diakui tersangka jika berhasil mengantarkan sabu itu ke tujuan, MH diupah Rp 10 juta per kilogramnya.

"Dalam 2 bulan tersangka sudah menjalankan tugasnya mengantar sabu dan telah memperoleh seratusan juta. Tersangka dijanjikan upah Rp 10 juta perkilogram sabu yang berhasil diantarnya," sebutnya sembari menambahkan para tersangka dipersangkakan melanggar Pasal 114 Ayat 2 Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman penjara maksimal 20 tahun.

Kapolrestabes mengimbau masyarakat agar bersama-sama menyatakan perang terhadap narkotika. Sebab, Medan merupakan pangsa pasar yang sangat potensial bagi para bandar untuk mengedarkan narkotika.

"Medan merupakan salah satu pangsa terbesar peredaran narkotika. Selama 11 bulan saya menjabat di Medan, tercatat sudah ada 300 Kg lebih narkotika yang kita sita," katanya. (*)

Editor
: Wilfred/Donna Hutagalung
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com