Seorang IRT Diamankan Kasus Penganiyaan, Sejumlah Advokat Datangi Polsek Percut Seituan Bawa Bayi


150 view
Seorang IRT Diamankan Kasus Penganiyaan, Sejumlah Advokat Datangi Polsek Percut Seituan Bawa Bayi
(Foto: Dok/Polsek)
DATANGI: Sejumlah advokat mendatangi Polsek Percut Seituan, Senin (13/9/2021).
Medan (harianSIB.com)
Suasana di Polsek Percut Seituan mendadak ramai, Senin (13/9/2021) siang. Sejumlah advokat mendatangi kantor polisi itu, terkait diamankannya seorang wanita hamil berinisial DNS atas kasus penganiyaan.

Ibu rumah tangga (IRT) yang diamankan pada, Sabtu (11/9/2021), diketahui sedang menyusui bayinya yang berusia 2 bulan. Sementara pihak kepolisian yang melihat kedatangan advokat ini, mengizinkan bayi mendapatkan ASI dari ibunya.

Pantauan jurnalis Koran SIB Roy Damanik di Polsek, sejumlah advokat yang menerima informasi adanya seorang ibu yang menyusui diamankan polisi langsung mendatangi Polsek Percut Seituan dengan membawa seorang bayi. Mereka meminta polisi memberi izin ibu berinisial DNS itu mengusui bayinya.

"Bagi kita sederhana saja, kita ingin memberikan bayi itu untuk disusui ibunya. Atau kalau tidak diperbolehkan biar kita tinggalkan bayinya sama si ibu. Biar bayinya mengalami penahanan daripada dia mengalami pelanggaran hak azasi manusia," kata M Irsyad Lubis dari Korps Advokat Alumni UMSU (KAUM).

Terkait perbuatan DNS yang dituduh menganiaya seorang lelaki yang merupakan adik iparnya, Irsyad mengatakan pihaknya akan menempuh pra peradilan untuk menguji kebenaran tuduhan tersebut. Irsyad mengatakan, sejak diamankan pada Sabtu malam, bayi tersebut belum mendapatkan ASI dari ibunya.

Sementara itu, Kapolsek Percut Seituan AKP Janpiter Napitupulu ketika dikonfirmasi menjelaskan, DNS diamankan atas kasus penganiyaan terhadap adik iparnya di rumah Jalan Baru, Kecamatan Medan Tembung.

"Kepala korban bocor, pada Juli 2021 DNS dilaporkan. Diulangi lagi kejadian ini dan melapor lagi. Korban menuntut pihak kepolisian kenapa pelaku tak ditahan karena sudah 2 kali terjadi penganiayaan. Korban dan pelaku tinggal di satu rumah," kata Kapolsek.

Mendapat laporan penganiayaan tersebut, lanjut Janpiter, pihak kepolisian lalu mengamankan DNS. Meski begitu, Janpiter mengatakan pihaknya hanya mengamankan untuk memberikan pembinaan agar penganiayaan tidak terus terjadi.

"Senin pagi sudah kita buat surat penangguhan terhadap DNS. Bukan karena ada desakan dari advokat, tapi tetap saya berikan pandangan agar jangan terjadi lagi penganiayaan," terangnya.

Kapolsek menegaskan DNS yang sedang menyusui menjadi pertimbangan pihaknya memberikan penangguhan.

"Tidak benar kami tidak mengizinkan ibunya menyusui anaknya. Ini sekarang sedang menyusui," pungkasnya.(*)


Editor
: Wilfred/Donna Hutagalung
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com