Terdakwa Pembunuhan, Ali yang Tunawisma ini Divonis 14 Tahun Penjara di PN Pematangsiantar


500 view
Terdakwa Pembunuhan, Ali yang Tunawisma ini Divonis 14 Tahun Penjara di PN Pematangsiantar
Foto: harianSIB.com/Andomaraja Sitio
Digiring: Terdakwa pembunuhan, Ali yang merupakan tunawisma divonis 14 tahun penjara digiring petugas kejaksaan usai menjalani sidang putusan di ruang Pengadilan Negeri Pematangsiantar, Kamis (25/8/2022).

Pematangsiantar (harianSIB.com)


Terdakwa pembunuhan, Ali (58) yang merupakan tunawisma dijatuhi hukuman 14 tahun penjara di Pengadilan Negeri (PN) Pematangsiantar, Kamis (25/8/2022).


Majelis hakim Pengadilan Negeri Pematangsiantar diketuai, Nasfi Firdaus didampingi dua hakim anggota menilai, vonis hukuman tersebut konform (sama) dengan tuntutan jaksa sebelumnya, 14 tahun penjara dipotong masa tahanan sementara telah dijalani terdakwa.


"Menyatakan terdakwa melanggar Pasal 338 KUHP dan terbukti melakukan pembunuhan dan menjatuhkan pidana penjara selama 14 tahun," tukas hakim.


Menurut hakim, setelah didengarkan keterangan saksi-saksi termasuk saksi ahli pidana umum, saksi dokter kejiwaan dan saksi forensik, terdakwa sehat jasmani dan rohani sehingga bisa dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya. Hanya saja terdakwa memiliki IQ dibawah rata-rata.


Selama persidangan mengerti tentang perbuatan yang didakwakan kepadanya. Bahkan ia mengakui uang sebanyak Rp 6 juta lebih miliknya diperoleh dari hasil bekerja sebagai pemungut sampah. Barang bukti seluruhnya milik terdakwa termasuk uang, dinyatakan dikembalikan kepada terdakwa.


Hakim juga memberi waktu kepada terdakwa selama 7 hari untuk pikir-pikir menyatakan terima ataupun mengajukan upaya hukum banding atas putusan tersebut. Namun, dalam persidangan terdakwa, didampingi pengacara Posbakum PN Pematangsiantar, Erwin Purba berdasarkan penetapan majelis hakim dan juga didampingi LBH Siantar Simalungun (SS) berdasarkan surat kuasa khusus, masih belum menentukan sikap atas vonis tersebut.


Sebelumnya, terdakwa menghabisi nyawa korban, Stevan Theodore, di Jalan Sutomo Pematangsiantar, Sabtu (2/10/2021) lalu. Dilihat dari CCTV, terdakwa dengan keji memukuli korban dengan besi hingga tengkorak kepala pecah dan korban meninggal di TKP.


Terdakwa asal Aceh yang tunawisma sudah sejak lama berkeliaran di Kota Pematangsiantar, bahkan sering tidur di salah satu gang di Jalan Sutomo (TKP). Motif terdakwa sakit hati hingga dendam, karena sering disiram air dan diusir saat tidur di belakang rumah korban di Jalan Sutomo. (*)

Penulis
: Andomaraja Sitio
Editor
: Robert/Eva
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com