Warga Kompleks Permata Hijau Minta Kepolisian Tindaklanjuti Laporan Pencurian Portal Perumahan


595 view
Warga Kompleks Permata Hijau Minta Kepolisian Tindaklanjuti Laporan Pencurian Portal Perumahan
(Foto: canopy-kanopi)
Ilustrasi Portal Perumahan 

Medan (harianSIB.com)

Warga bersama pengurus Kompleks Permata Hijau, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, meminta pihak kepolisian Polrestabes Medan untuk menindaklanjuti pengaduan mereka pada 25 Juli 2021, terkait dugaan perusakan dan pencurian portal yang diduga dilakukan beberapa orang.


Ketua Pengurus Kompleks Permata Hijau, Hilmi Nasution, mengatakan, dari laporan pengaduan warga Tua Mangihut Simanjuntak, S.H selaku kordinator humas Kompleks Perumahan Pernata Hijau atas dugaan pencurian dan pengrusakan portal, sudah keluar Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penelitian Penyelidikan (SP2HP) pada 4 Agustus 2021, dengan menunjuk AKP Muhammad Reza selaku penyidik serta Bripda Alone Panjaitan. Kemudian pada 7 Desember 2021, kembali keluar SP2HP2-3 dengan isi masih dalam tahap penyelidikan dan berencana akan melakukan gelar perkara.


"Berulang-ulang kami sudah hubungi Juper-nya dan hanya menyuruh sabar. Sementara warga minta ini segera ditindaklanjuti. Jadi kami harap proses dipercepat pengurusannya. Apalagi warga yang diduga melakukan perusakan itu sering membuat keresahan bagi warga kompleks lainnya," kata Hilmi kepada jurnalis Koran SIB Rido Sitompul, Rabu (19/1/2022).


Dijelaskan Ketua Komplek bersama pengurus Kompleks Permata Hijau lainnya, kasus pencurian dan perusakan portal oleh sebagian dari pengurus kompleks yang lama itu berawal dari kisruh pembayaran iuran yang telah disepakati 220 kepala keluarga (KK) dari Rp 50 ribu sebulannya menjadi Rp 75 ribu perbulan setelah diadakannya rapat Pengurus dengan warga yang kegunaannya untuk sampah, keamanan, gaji tukang kebun untuk kebersihan, penerangan dan lainnya. Bagi warga yang tidak membayar karena kurang mampu, oleh pengurus diberi subsidi. Sedangkan yang enggan membayar, diwajibkan untuk membuka dan menutup portal sendiri serta sampah tidak diangkut petugas kebersihan.


Namun pengurus lama berkisar 10 orang yang sama sekali enggan membayar iuran tersebut dari Juni 2021 tidak terima harus membuka dan menutup sendiri portal. Sehingga pada 25 Juli 2021, terekam oleh CCTV sekitar 4 orang warga dibantu 2 orang bukan warga kompleks itu mencuri portal dan diketahui disimpan di Kantor Kepala Desa Mulio Rejo, Kecamatan Sunggal, Deliserdang.


Koordinator Humas Kompleks Permata Hijau, T Simanjuntak menambahkan dengan kasus pencurian portal itu warga diskusi dan memberikan kuasa menunjuknya sebagai pelapor di Polrestabes Medan.


"Dari kejadian pencurian portal itu, mereka tetap saja membuat suasana tidak nyaman. Ada yang sengaja memparkirkan mobilnya di depan pintu portal, sehingga menganggu warga yang ingin melintas," katanya.


Dari laporan pengaduan warga itu, kata Simanjuntak, pihak kepolisian telah menjanjikan sebelum libur Natal dan tahun baru akan menyelesaikannya dengan mengadakan pertemuan dengan kelompok yang tidak mau membayar iuran dan melakukan pencurian portal. Sayangnya, hingga saat ini belum ada kabar kelanjutan perkara.

"Kami ingin perkara ini cepat diproses hingga ke tahap persidangan," katanya.


Saat diminta konfirmasi, penyidik Bripda Alone Panjaitan mengatakan dalam aplikasi pesan mempersilahkan warga ke kantornya untuk mendapatkan penjelasan mengenai perkara tersebut. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com