Gangguan Kencing Bisa Gejala Kanker Prostat


242 view
Istimewa
Ilustrasi
Prostat adalah organ tubuh pria yang berada di belakang tulang kelamin dan di bawah kantung kemih. Jika ada masalah buang air kecil, bisa saja itu pertanda kanker prostat.

Menurut Dr. Agus Rizal Ardy, Sp.U(K), Ph.D dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, ada beberapa kondisi prostat yang perlu diketahui yaitu peradangan prostat, pembesaran prostat, atau kanker pada prostat.

“Kalau pada anak muda yang ada gangguan sering kencing kita bisa berpikir itu peradangan prostat. Kalau ada keluhan kencing tapi saat perabaan (pemeriksaan) prostat kita tidak temukan kelainan pada prostatnya atau hanya pembesaran maka kita anggap sebagai pembesaran prostat jinak,” kata Agus dalam webinar Rumah Sakit Bunda (26/9).

Jika ketika dilakukan pemeriksaan prostat ternyata ada tonjolan di prostatnya maka bisa saja itu kanker prostat, tambahnya.
Kanker prostat adalah kanker yang terjadi di kelenjar prostat dan sering terjadi pada pria usia lanjut rata-rata sekitar 60 tahunan. Namun, kanker ini juga dapat terjadi pada pria di usia 50 tahunan.

“Prostat itu hanya ada pada laki-laki dan letaknya berada di dalam yaitu di belakang tulang kemaluan dan di bawah kantung kemih fungsinya berkaitan dengan cairan semen atau mani.”

Sama seperti kanker lainnya, kanker prostat perlu penanganan yang serius dan jika tidak ditangani dengan benar maka berpotensi menyebabkan kematian.

“Dan yang terpenting juga, seperti kanker lainnya, jika kita bisa melakukan deteksi secara dini tentu peluang keberhasilan pengobatannya lebih tinggi.”

Pemeriksaan untuk diagnosis kanker prostat diawali dengan anamnesis atau wawancara riwayat penyakit. Setelah itu, dapat dilakukan pemeriksaan colok dubur dilanjutkan dengan pemeriksaan laboratorium darah yang disebut Prostate Specific Antigen (PSA).

“Pemeriksaan darah ini sebenarnya sangat sederhana karena bisa digabungkan dengan pemeriksaan medical check up.”

Pentingnya Pemeriksaan PSA
Pemeriksaan PSA disebut penting bagi setiap pria terutama usia 50 tahun ke atas untuk mengetahui apakah ada potensi kanker prostat.

Pemeriksaan PSA digabungkan dengan medical check up “jadi untuk pria di atas 50 tahun yang ingin melakukan medical check up tolong ditambahkan checklist untuk pemeriksaan PSA. Jadi tidak perlu diambil darah tambahan.”

Agus bercerita, ada satu kasus pria yang lupa melakukan pemeriksaan PSA saat medical check up. Akibatnya, kanker prostat baru diketahui saat timbul gejala dan sudah menginjak stadium lanjut.

Anamnesis, colok dubur, dan PSA hanya dapat memprediksi apakah seseorang memiliki kanker prostat atau tidak. Semuanya hanya bersifat prediksi, katanya.

“Kita harus melakukan biopsi kemudian pemeriksaan pencitraan atau radiologi.”
Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan prediksi-prediksi yang didapatkan dari pemeriksaan sebelumnya. Jika memang ditemukan kanker prostat, maka tahap selanjutnya adalah penentuan stadium untuk kemudian ditentukan cara penanganannya. (Lip6/c)